setuju aja deh :)

--- andi sumange <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya Bangga kok pak cuman saya kurang memuji UGM
> biar UGMnya terpacu lebih maju lagi, terus berjuang
> pak masih banyak yang perlu dibenahi terutama tempat
> saya kuliah dulu MM UGM, he.he..... ngga bercanda
> 
> Wardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  
> 
>   Kurang Memiliki Rasa Bangga 
> Yogya, KU 
> Warga kampus Universitas Gadjah Mada kurang memiliki
> rasa bangga terhadap lembaganya sendiri. Banyak
> warga UGM yang kurang memberi apresiasi terhadap
> kemajuan yang dicapai almamaternya, yang sebenarnya
> merupakan hasil kerjanya sendiri. Apresiasi atau
> pujian yang diterima oleh UGM, hampir seluruhnya
> berasal dari orang-orang di luar UGM. Pendapat itu
> dikemukakan Rektor UGM, Prof. Dr. Sofian Effendi,
> MPIA, dalam perbincangan di ruang kerjanya, Selasa
> (13/12). 
>   "Salah satu contoh yang saya lihat adalah, ketika
> UGM masuk dalam ranking 56 dunia. Orang luar lebih
> banyak memberikan proficiat, selamat kepada saya.
> Tapi ketika saya baca milis UGM, tidak ada satu pun
> yang menyinggung-nyinggung mengenai itu," paparnya. 
>   Padahal, lanjut Pak Sofian, keberhasilan menduduki
> peringkat 56 universitas dunia dalam bidang ilmu
> budaya dan humaniora merupakan yang pertama dalam
> sejarah perguruan tinggi Indonesia. Kisah sukses ini
> bertambah panjang karena sistem penjaminan mutu UGM
> juga berhasil menduduki peringkat pertama di kawasan
> ASEAN, bersama-sama dengan Chulalongkorn University
> yang juga menggunakan European System, dan National
> University of Singapore (NUS) serta Universiti
> Malaya yang menggunakan sistem berbasis ISO. 
>   "Ya, ini mungkin karena banyak warga UGM yang
> rabun. Dia hanya melihat cacat atau
> kekurangan-kekurangan saja tapi kurang mengapresiasi
> capaian-capaian yang cukup bagus, yang berhasil kita
> capai selama ini, yang sesungguhnya merupakan buah
> dari kerja keras seluruh warga kampus juga. Mereka
> tidak melihat secercah kemajuan yang telah kita
> capai bersama. Hanya tungau-tungau saja yang
> dilihat," katanya. 
>   Diakui oleh Pak Sofian, perilaku sebagian warga
> universitas sesungguhnya tidak terlalu berbeda
> dengan gambaran umum tentang masyarakat Indonesia
> yang sangat mahal memberikan pujian. Budaya
> Indonesia memang dikenal susah memuji atau mengakui
> keberhasilan orang lain. "Orang Indonesia kan orang
> yang senang ngenyek, nggak senang memuji. Ini
> berbeda dengan budaya bangsa lain, seperti orang
> barat misalnya. Mulai SD saja sudah dipupuk
> kebiasaan memuji, misalnya dengan memberikan bintang
> kepada siswa yang menyelesaikan pekerjaannya dengan
> baik," paparnya. 
>   Padahal, lanjut Pak Sofian, seharusnya warga
> kampus berpikir dan meyakini bahwa capaian
> keberhasilan itu sesungguhnya merupakan awal yang
> bagus. Sekaligus juga merupakan sebentuk
> penghargaan, yang sudah barang tentu, membanggakan
> siapa pun sebagai orang UGM. Tak hanya itu, masuk
> dalam ranking dunia sesungguhnya juga bisa
> menumbuhkan semangat baru, atau dalam istilah Pak
> Sofian, pe-de baru. "Selama ini kita kan selalu
> nglokro terus. Nggak pernah sekalipun kita
> bayangkan, kita bisa masuk dalam jajaran universitas
> dunia. Kita selalu merasa kalau kita ini sudah
> ketinggalan jauh. Sekarang ini kok kita bisa masuk.
> Ini kan kita jadi pe-de," katanya. 
>   Menurut Pak Sofian, jika bidang ilmu budaya dan
> humaniora bisa menembus peringkat 56 universitas
> dunia, bukan tidak mungkin jika bidang ilmu-ilmu
> lain, seperti sosial dan kedokteran juga mempunyai
> peluang untuk itu. Sebab kedua bidang ilmu tersebut
> memiliki fasilitas yang cukup bagus. Yang lebih
> penting, keduanya juga mempunyai potensi yang cukup
> besar, seperti kerja sama yang cukup banyak dan
> tenaga ahli yang cukup bisa dihandalkan. 
>   "Memang, kalau untuk bidang sains dan teknologi,
> berat saingannya. Tapi kalau kita bisa masuk dalam
> tiga bidang ini, misalnya tahun depan, kita bisa
> masuk dalam 50 terbaik dalam ilmu budaya dan
> humaniora, lalu bisa masuk 100 terbaik dalam ilmu
> sosial dan 100 terbaik untuk ilmu kedokteran, pasti
> kita sudah masuk dalam ranking dunia yang overall
> itu," jelasnya. 
>   Keinginan itu bukanlah sesuatu yang mengada-ada.
> Setelah kisah keberhasilan UGM pada akhir tahun ini,
> Pak Sofian merasakan dalam diri warga UGM mulai
> tumbuh sebuah keyakinan baru. Bahwa warga UGM
> sesungguhnya bisa mencapai prestasi yang lebih baik
> lagi. "Sekarang ini, yang penting adalah sudah ada
> rasa percaya diri. Dengan adanya kepercayaan diri
> ini, kita harus berusaha lebih keras, minimal bisa
> bertahan. Jangan sampai jatuh, apalagi terpental
> dari sana (jajaran universitas dunia, red). Ke
> depan, kita harus bisa mencapai prestasi yang lebih
> tinggi. Jika sekarang baru 56, ke depan kita harus
> masuk 50 terbaik. Dan tugas pimpinan memang untuk
> meyakinkan warganya bahwa kita ini sudah maju,"
> katanya. 
>   Ditambahkan Pak Sofian, sudah tiba saatnya
> kegiatan-kegiatan yang dirancang di UGM harus
> terkait langsung dengan peningkatan
> kegiatan-kegiatan yang dipakai sebagai kriteria
> penilaian. Lalu ada pula upaya-upaya khusus untuk
> lebih memperbanyak publikasi sehingga mampu
> memperkenalkan fakultas ke dunia luar. 
>   “Pada momen Dies, saya akan menekankan pada
> prestasi-prestasi yang sudah kita capai. Mari kita
> bekerja keras untuk mencapai atau mencatat prestasi
> yang lebih tinggi ke depan. Itu saja. Saya tidak
> akan memaksa orang untuk mengakui, toh biar publik
> yang menilai," papar Pak Sofian sembari menambahkan
> bahwa pada peringatan Dies Natalis ke-56, UGM akan
> memberikan penghargaan kepada karyawan, dosen dan
> mahasiswa berprestasi. Pemberian penghargaan
> tersebut diharapkan mendorong warga kampus supaya
> lebih maju (ida tungga). 
> 
> 
> Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/
> hari ini?
> *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant
> QUALITY) *** 
> 
> 
> 
>   SPONSORED LINKS 
>         Undergraduate business schools   Business
> school essay   Business school and education     Top
> business schools   Best business schools   Business
> school minnesota 
>     
> ---------------------------------
>   YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
>     
>     Visit your group "mm-ugm" on the web.
>     
>     To unsubscribe from this group, send an email
> to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>     
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service. 
> 
>     
> ---------------------------------
>   
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> To help you stay safe and secure online, we've
> developed the all new Yahoo! Security Centre.


"Control Your Destiny or Some One Else Will"


        
                
__________________________________ 
Yahoo! for Good - Make a difference this year. 
http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$15 provides a child with safe, clean water. Your gift can make a difference.
http://us.click.yahoo.com/vp8GxB/icGMAA/cosFAA/ExDolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) *** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke