Setuju Kan Muji, saya pikir sebenernya semuanya balik lagi kepribadi masing2, masalah pribadi ya masalah pribadi aja, ngga perlu bawa2 almamater, contoh kongkrit aja, di departemen yang saya pimpin, ada lulusan S2 dari universitas yang paling terkenal di negeri ini yang sudah hampir 2 tahun ini belum saya naikan pangkatnya, jangankan pangkat, golongan saja saya masih harus pikir2, masalahnya ada di kepribadiannya, bertolak belakang sama salah satu staff saya juga yang lulusan S2 dari universitas "ecek2" tp setelah lulus masa probation saya berani naikin golongannya, dan saya yakin hal seperti ini pasti terjadi di perusahaan lainnya
Sukses untuk semua di 2006
Salam,
DTH
VII
M 710 NO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sukses untuk semua di 2006
Salam,
DTH
VII
M 710 NO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hhmmm Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri.Apa sikap dan pola fikir seperti ini sudah menjadi hal yg umum di lingkungan negara kita ya ?Soalnya saya pernah juga ngobrol dengan lulusan S2 ITB yg juga mengeluh...Masalah individu yg diangkat seolah merupakan masalah almamater...Wassalm,Mujiono
Dany Tisurya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Kang Mardy setuju ama yang mana nich? tulisan yang pertama apa yang kedua?
Tulisan dibawah memang cukup menyentil sich, termasuk buat saya sendiri, terutama bagian tulisan:
"Ya, ini mungkin karena banyak warga UGM yang rabun. Dia hanya melihat cacat atau kekurangan-kekurangan saja tapi kurang mengapresiasi capaian-capaian yang cukup bagus, yang berhasil kita capai selama ini, yang sesungguhnya merupakan buah dari kerja keras seluruh warga kampus juga. Mereka tidak melihat secercah kemajuan yang telah kita capai bersama. Hanya tungau-tungau saja yang dilihat,"
Mudah2 yg lain jg, khususnya barisan "tidak puas" bisa mengambil makna dari tulisan ini.
DTH
VII
Sumardy Ma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:setuju aja deh :)
--- andi sumange <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya Bangga kok pak cuman saya kurang memuji UGM
> biar UGMnya terpacu lebih maju lagi, terus berjuang
> pak masih banyak yang perlu dibenahi terutama tempat
> saya kuliah dulu MM UGM, he.he..... ngga bercanda
>
> Wardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kurang Memiliki Rasa Bangga
> Yogya, KU
> Warga kampus Universitas Gadjah Mada kurang memiliki
> rasa bangga terhadap lembaganya sendiri. Banyak
> warga UGM yang kurang memberi apresiasi terhadap
> kemajuan yang dicapai almamaternya, yang sebenarnya
> merupakan hasil kerjanya sendiri. Apresiasi atau
> pujian yang diterima oleh UGM, hampir seluruhnya
> berasal dari orang-orang di luar UGM. Pendapat itu
> dikemukakan Rektor UGM, Prof. Dr. Sofian Effendi,
> MPIA, dalam perbincangan di ruang kerjanya, Selasa
> (13/12).
> "Salah satu contoh yang saya lihat adalah, ketika
> UGM masuk dalam ranking 56 dunia. Orang luar lebih
> banyak memberikan proficiat, selamat kepada saya.
> Tapi ketika saya baca milis UGM, tidak ada satu pun
> yang menyinggung-nyinggung mengenai itu," paparnya.
> Padahal, lanjut Pak Sofian, keberhasilan menduduki
> peringkat 56 universitas dunia dalam bidang ilmu
> budaya dan humaniora merupakan yang pertama dalam
> sejarah perguruan tinggi Indonesia. Kisah sukses ini
> bertambah panjang karena sistem penjaminan mutu UGM
> juga berhasil menduduki peringkat pertama di kawasan
> ASEAN, bersama-sama dengan Chulalongkorn University
> yang juga menggunakan European System, dan National
> University of Singapore (NUS) serta Universiti
> Malaya yang menggunakan sistem berbasis ISO.
> "Ya, ini mungkin karena banyak warga UGM yang
> rabun. Dia hanya melihat cacat atau
> kekurangan-kekurangan saja tapi kurang mengapresiasi
> capaian-capaian yang cukup bagus, yang berhasil kita
> capai selama ini, yang sesungguhnya merupakan buah
> dari kerja keras seluruh warga kampus juga. Mereka
> tidak melihat secercah kemajuan yang telah kita
> capai bersama. Hanya tungau-tungau saja yang
> dilihat," katanya.
> Diakui oleh Pak Sofian, perilaku sebagian warga
> universitas sesungguhnya tidak terlalu berbeda
> dengan gambaran umum tentang masyarakat Indonesia
> yang sangat mahal memberikan pujian. Budaya
> Indonesia memang dikenal susah memuji atau mengakui
> keberhasilan orang lain. "Orang Indonesia kan orang
> yang senang ngenyek, nggak senang memuji. Ini
> berbeda dengan budaya bangsa lain, seperti orang
> barat misalnya. Mulai SD saja sudah dipupuk
> kebiasaan memuji, misalnya dengan memberikan bintang
> kepada siswa yang menyelesaikan pekerjaannya dengan
> baik," paparnya.
> Padahal, lanjut Pak Sofian, seharusnya warga
> kampus berpikir dan meyakini bahwa capaian
> keberhasilan itu sesungguhnya merupakan awal yang
> bagus. Sekaligus juga merupakan sebentuk
> penghargaan, yang sudah barang tentu, membanggakan
> siapa pun sebagai orang UGM. Tak hanya itu, masuk
> dalam ranking dunia sesungguhnya juga bisa
> menumbuhkan semangat baru, atau dalam istilah Pak
> Sofian, pe-de baru. "Selama ini kita kan selalu
> nglokro terus. Nggak pernah sekalipun kita
> bayangkan, kita bisa masuk dalam jajaran universitas
> dunia. Kita selalu merasa kalau kita ini sudah
> ketinggalan jauh. Sekarang ini kok kita bisa masuk.
> Ini kan kita jadi pe-de," katanya.
> Menurut Pak Sofian, jika bidang ilmu budaya dan
> humaniora bisa menembus peringkat 56 universitas
> dunia, bukan tidak mungkin jika bidang ilmu-ilmu
> lain, seperti sosial dan kedokteran juga mempunyai
> peluang untuk itu. Sebab kedua bidang ilmu tersebut
> memiliki fasilitas yang cukup bagus. Yang lebih
> penting, keduanya juga mempunyai potensi yang cukup
> besar, seperti kerja sama yang cukup banyak dan
> tenaga ahli yang cukup bisa dihandalkan.
> "Memang, kalau untuk bidang sains dan teknologi,
> berat saingannya. Tapi kalau kita bisa masuk dalam
> tiga bidang ini, misalnya tahun depan, kita bisa
> masuk dalam 50 terbaik dalam ilmu budaya dan
> humaniora, lalu bisa masuk 100 terbaik dalam ilmu
> sosial dan 100 terbaik untuk ilmu kedokteran, pasti
> kita sudah masuk dalam ranking dunia yang overall
> itu," jelasnya.
> Keinginan itu bukanlah sesuatu yang mengada-ada.
> Setelah kisah keberhasilan UGM pada akhir tahun ini,
> Pak Sofian merasakan dalam diri warga UGM mulai
> tumbuh sebuah keyakinan baru. Bahwa warga UGM
> sesungguhnya bisa mencapai prestasi yang lebih baik
> lagi. "Sekarang ini, yang penting adalah sudah ada
> rasa percaya diri. Dengan adanya kepercayaan diri
> ini, kita harus berusaha lebih keras, minimal bisa
> bertahan. Jangan sampai jatuh, apalagi terpental
> dari sana (jajaran universitas dunia, red). Ke
> depan, kita harus bisa mencapai prestasi yang lebih
> tinggi. Jika sekarang baru 56, ke depan kita harus
> masuk 50 terbaik. Dan tugas pimpinan memang untuk
> meyakinkan warganya bahwa kita ini sudah maju,"
> katanya.
> Ditambahkan Pak Sofian, sudah tiba saatnya
> kegiatan-kegiatan yang dirancang di UGM harus
> terkait langsung dengan peningkatan
> kegiatan-kegiatan yang dipakai sebagai kriteria
> penilaian. Lalu ada pula upaya-upaya khusus untuk
> lebih memperbanyak publikasi sehingga mampu
> memperkenalkan fakultas ke dunia luar.
> “Pada momen Dies, saya akan menekankan pada
> prestasi-prestasi yang sudah kita capai. Mari kita
> bekerja keras untuk mencapai atau mencatat prestasi
> yang lebih tinggi ke depan. Itu saja. Saya tidak
> akan memaksa orang untuk mengakui, toh biar publik
> yang menilai," papar Pak Sofian sembari menambahkan
> bahwa pada peringatan Dies Natalis ke-56, UGM akan
> memberikan penghargaan kepada karyawan, dosen dan
> mahasiswa berprestasi. Pemberian penghargaan
> tersebut diharapkan mendorong warga kampus supaya
> lebih maju (ida tungga).
>
>
> Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/
> hari ini?
> *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant
> QUALITY) ***
>
>
>
> SPONSORED LINKS
> Undergraduate business schools Business
> school essay Business school and education Top
> business schools Best business schools Business
> school minnesota
>
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
> Visit your group "mm-ugm" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email
> to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service.
>
>
> ---------------------------------
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> To help you stay safe and secure online, we've
> developed the all new Yahoo! Security Centre.
"Control Your Destiny or Some One Else Will"
__________________________________
Yahoo! for Good - Make a difference this year.
http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
SPONSORED LINKS
Undergraduate business schools Business school essay Business school and education Top business schools Best business schools Business school minnesota
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
SPONSORED LINKS
| Undergraduate business schools | Business school essay | Business school and education |
| Top business schools | Best business schools | Business school minnesota |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
