|
Pak Wardoyo yang baik,
Anda memang jeli. Betul, itu adalah saya yang
"dipaksa" oleh teman-teman menjadi jubir. Rombongan kami tersebut berjumlah
238 jamaah yang berasal dari Jakarta, Surabaya, Madura, Semarang, Kudus,
Makassar, Balikpapan, dan lain-lain. Seluruh uang
calhaj tersebut telah dibawa kabur (> Rp. 10 Milyar) oleh pemilik Travel
Agent (Sucipto dan isterinya Lely).
Setelah berjuang sendirian, kami berhasil
mendapatkan PIN (untuk akomodasi di Arafah dan Mina). Meskipun maklumat
pemerintah Saudi menutup pemberian visa di seluruh dunia 27 Desember, kami
berhasil "melobi" Kedubesnya di Jakarta memperpanjang 2 kali (29 dan 31
Desember 2005), itupun masih gagal memperoleh "barcode" sebagai syarat untuk
visa. Baru tanggal 2 Januari 2006 malam (Kementerian Urusan Haji di Arab Saudi
bekerja sampai Jam 23:00) "barcode" diperoleh, dan 3 Januari 2006 Jam 13:00
mendarat di Cengkareng, dan langsung dilarikan ke Deppag untuk ditempel di
paspor serta ke Kedubes Arab untuk visa.
Tapi kami sulit mendapatkan flight, selain
karena desakan waktu (untuk sejumlah besar seat, kecuali harus mencarter 1
pesawat), juga tentunya perlu tambahan dana lagi. (Setelah diperas ratusan
ribu USD untuk PIN dan Barcode, teman-teman masih harus mengumpulkan Rp. 3,5
Milyar dalam waktu singkat, dan terus terang ini berat...) Akhirnya, kami
harus mau menerima kenyataan... batal untuk
berangkat naik haji.
Menyedihkan memang... barangkali kalau Anda muslim
dapat merasakan ini. Terima kasih atas
perhatiannya.
Salam,
GS
|
Title: Tanya Mas Gatot Sumartono
- [mm-ugm] Tanya Mas Gatot Sumartono Wardoyo
- Re: [mm-ugm] Tanya Mas Gatot Sumartono Gatot Soemartono
- RE: [mm-ugm] Tanya Mas Gatot Sumartono Arsono
- RE: [mm-ugm] Tanya Mas Gatot Sumartono Pratomo Agus
- RE: [mm-ugm] Tanya Mas Gatot Sumartono Wardoyo
- RE: [mm-ugm] Tanya Mas Gatot Sumartono Hari Arifianto
- [mm-ugm] Re: Tanya Mas Gatot Sumartono ... Rudi Nugroho Yunianto
- RE: [mm-ugm] Tanya Mas Gatot Sumartono Arief Wijaksono
