Terima kasih p Wardoyo, kebetulan kami ada rencana untuk ekspansi usaha ke bisnis waralaba, artikel tersebut sangat membantu memberikan wawasan kepada kami.
Saya dengar Esia akan masuk pasar Makassar? dengar-dengar akan ada perekrutan karyawan untuk wilayah Sulawesi Selatan? Hasanuddin PT. Budi Darsa, Makassar --- Wardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > I. APA ITU BISNIS WARALABA? > Waralaba digambarkan sebagai perpaduan bisnis > "besar"dan "kecil", yaitu perpaduan Energi dan > komitmen individual dengan sumber daya dan kekuatan > sebuah perusahaan besar. Waralaba merupakan pilihan > untuk berwirausaha dan bereskpansi dengan resiko > paling kecil. Secara umum waralaba merupakan > alternatif jalan keluar yang relatif aman bagi: > > * Orang-orang terjun memiliki bisnis sendiri; > * Perusahaan-perusahaan untuk melakukan ekspansi > atau pembukaan cabang secara efektif tanpa > memunculkan overhead yang tinggi dan kerumitan > manajemen yang biasanay berkaitan dengan pendirian > sebuah cabang; > * Perusahaan untuk mengubah sistem cabang atau > agensinya menjadi mesin pemasaran yang ramping dan > tangguh. > > Waralaba adalah suatu pengaturan bisnis dimana > sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada > pihak independen (franchisee) untuk menjual produk > atau jasa perusahaan tersebut dengan peraturan yang > ditetapkan oleh franchisor. Franchisee menggunakan > nama, goodwill, produk dan jasa, prosedur pemasaran > , keahlian, sistem prosedur operasional, dan > fasilitas penunjang dari perusahaan franchisor. > Sebagai imbalannya franchisee membayar initial fee > dan royalti (biaya pelayanan manajemen) pada > perusahaan franchisor seperti yang diatur dalam > perjanjian waralaba. Sebuah paket waralaba yang baik > mampu membuat seseorang yang tepat bisa > mengoperasikan sebuah bisnis dengan berhasil, bahkan > tanpa pengetahuan sebelumnya tentang bisnis > tersebut. > > Untuk menggambarkan bagaimana sebuah bisnis waralaba > berkembang disampaikan berikut ini. Pada awalnya > waralaba dimulai dari keberhasilan usaha dari > pemilik merek atau franchisor. Melalui format bisnis > waralaba, franchisor akan menularkan keberhasilan > usahanya-misalnya restoran siap hidang dengan ciri > tersendiri-kepada franchisee. Ranchisor sebelumnya > telah melakukan dan membuat satu formulasi standar > untuk sukses sesuai dengan pengalamannnya. Secara > sederhana sama halnya seperti seorang penjahit yang > membuat pola untuk menghasilkan pakaian yang > sejenis. Proses ini dilakukan melalui risat dan > pengembangan konsep, promosi, aktivitas pemasaran, > serta membangun suatu reputasi yang baik dan citra > yang dikenal. Setelah berhasil menguji konsep > tersebut bisa berjalan dan bisa di reproduksi di > lebih satu lokasi, frachisor kemudian menawarkan > waralaba tersebut kepada calon franchisee. > > Selanjutnya, seorang individu (atau kemitraan > perusahaan) melihat peluang yang ditawarkan > franchisor diatas dan setelah mengevaluasinya, > memutuskan bahwa waralaba ini menguntungkan. Ia > kemudian membeli waralaba dari perusahaan tersebut > dengan membayar sejumlah biaya yang dikenal sebagai > initial fee atau franchise fee. Sebagai imbalannya > ia menerima hak untuk berdagang dibawah nama dan > sistem yang sama, pelatihan, serta berbagai > keuntungan lainnya. Sama halnya dengan memulai > bisnis secara mandiri, franchisee bertanggung jawab > untuk semua biaya yang muncul guna memulai usahanya > ini. Perbedaannya adalah kemungkinan untuk > mengeluarkan uang lebih rendah karena kekuatan > jaringan yang dimiliki oleh franchisor. > > Bila franchisee telah membuka restorannya secara > teratur ia kemudian wajib membayar royalti, yaitu > sejumlah persentase dari penjualannya kepada > franchisor sebagai biaya mingguan, bulanan atau > tahunan. Biaya ini adalah untuk layanan penunjang > yang terus diberikan oleh franchisor. Saling > kebergantungan antara pendapatan franchisee, layanan > penunjang yang diberikan franchisor kepada > franchisee, dan pendapatan franchisor yang didapat > dari royalti merupakan faktor yang menjamin waralaba > menjadi suatu sistem yanfg efektif-karena setiap > pihak ingin pihak lain berhasil. Kegagalan atas satu > pihak berarti kesulitan bagi pihak lainnya. Penulis > pernah bekerja di satu master franchise waralaba #1 > dibidangnya. Namun merek dan sistem yang tebukti > terbaik dibidangnya, tidak menjamin sukses waralaba > tersebut di Indonesia. Kegagalan dalam membentuk > hubungan yang harmonis antara master franchisee > dengan para franchisee-nya membuat merek dan > perusahaan terbaik ini gagal. > > Pada tingkat terbaik, format bisnis waralaba sangat > menguntungkan bagi kedua pihak. Franchisee berada > digaris depan guna memikirkan cara-cara > memaksimalkan penjualan dan keuntungan di outletnya > sendiri, dengan terus menerus memperbaiki pendekatan > dan strategi usahanya agar sesuai dengan kebutuhan > pasarnya yang khusus. Sementara itu franchisor > berkosentrasi menjaga nilai kompetitif produknya, > mendukung franchisee untuk memusatkan upayanyasecara > efektif. Untuk sampai kepada bentuk kerjasama > seperti ini, hubungan franchisee-franchisor > memerlukan: > > * Penerimaan total terhadap visi, misi, dan nilai > bersama, baik oleh franchisor dan staff mereka > masing-masing; > * Rasa saling mempercayai dan menghargai; > * Hak dan kewajiban yang terdefinisi jelas; > * Mempraltekan komunikasi yang baik disemua > tingkat; > * Memiliki dedikasi pada keberhasilan jangka > panjang; > * Saling memberi dukungan pada masa yang baik > maupun buruk; > * Saling menjaga standar dan prosedur operasi yang > didefinisi dengan jelas; > * Memberikan kontribusi pada pertumbuhan melalui > umpan balik, riset, dan pengembangan serta promosi > yang berlanjut. > > Para calon franchisee potensial harus menanyakan > diri mereka sendiri apakah hubungan seperti itu yang > mereka ingin bina dengan franchisor mereka. Jika > mereka tidak atau tidak memeiliki karakter untuk > itu, lebih baik menjauhi bisnis waralaba. Karena > format bisnis waralaba akan dirasakan "mengekang" > kreativitas dan ego mereka. > > II. 17 kunci sukses waralaba > > Menyertai pertumbuhan jumlah franchisor lokal di era > krisis moneter dan paska krisis moneterini, menurut > laporan dari Amir Karamoy, lebih dari 60% dari > outlet yang dimiliki oleh para franchisee lokal > mengalami kegagalan. Sebagai "bapak angkat" yang > harus membantu mengembangkan franchisee-nya. > > Setiap perusahaan yang memepertimbangkan waralaba > sebagai metode pertumbuhan dan distribusi atau > individu yang mempertimbangkan waralaba sebagai > metode untuk memulai bisnis sendiri, harus memeliki > kunci sukses bagi industri ini. Untuk itu > Smfranchise menyarikan 17 kunci sukses bagi usaha > waralaba, yaitu: > > 1. Usaha yang dijalankan merupakan suatu prototipe > usaha (atau rangkaian toko) yang terbukti sukses. > Faktor kunci ini merupakan dasar program waralaba. > Toko-toko ini harus telah teruji, diperbaiki, dan > dioperasikan dengan berhasil serta terus > menguntungkan. > 2. Memiliki tim manajemen yang kuat terdiri dari > karyawan , manager dan direktur (dan juga > konsultan-konsultan yang kompeten) yang mengerti > industri khusu yang menjadi bidang usaha waralaba > tersebut, serta memahami aspek hukum serta bisnis > waralaba sebagai metode ekspansi. > 3. Memiliki modal yang memadai untuk memulai dan > mengembangkan suatu program waralaba dan memastikan > bahwa tersedia cukup modal bagi franchisor untuk > menyediakan dukungan awal maupun lanjutan pada > franchisee. Franchisee yang direkrut juga harus > memiliki cukup modal untuk mendanai biaya investasi > dan biaya operasional (modal kerja) pada tahap awal > pertumbuhan usahanya. > 4. Memiliki indentitas dagang yang khas, berbeda > dan dilindungi oleh hukum. Srmua itu mencakup nama > dagang (merek), seragam, signage, slogan, pakaian > dan citra perusahaan keseluruhan. > 5. Memiliki metoda operasi dan majemen yang > terbukti dan dituangkan dalam bentuk manual tertulis > yang komprehensif, dan tidak mudah ditiru oleh > pesaing. Menjaga nilainya bagi franchiseedalam waktu > yang panjang serta dapat dikontrol melalui standar > mutu operasional yang obyektif dan jelas. > 6. Memiliki program pelatihan yang sistematis dan > aplikatif bagi franchisee-baik dikantor pusat, > ditoko atau dilokasi yang diajukan oleh franchisee. > Pelatihan ini dapat diadakan pada awal kerjasama > sebagai program kontinyu. > 7. Memiliki staff pendukung lapangan (franchisee > support) yang terlatih dan profesional. Staff ini > secara periodik memebantu franchisee dan memantau > standar kendali mutu. > 8. Memiliki dokumen sah yang komprehensif yang > mencerminkan strategi bisnis perusahaan dan > kebijakan operasinya. Dokumen penawaran (Franchise > Offering Circular) harus disiapkan sesuai dengan > hukum setempat, dan perjanjian waralaba harus > menunjukan keseimbangan antara hak dan kewajiban > franchisor maupun franchisee. > 9. Usaha yang ditawarkan memiliki permintaan pasar > yang terbukti memadai untuk produk dan jasa yang > dikembangkan oleh franchisor. Produk dan jasa > franchisor harus memiliki pasar yang mampu menjamin > pertumbuhan penjualan yang berkesinambungan bukan > merupakan trend atau model sesaat, mampu > menyesuaikan terhadap rencana dari saingan langsung > maupun tidak langsung , dan pada pergeseran prefensi > konsumen. > 10. Memiliki sekumpulan standar arsitektur dan > kriteria pemilihan lokasi yang seragam. Standar ini > telah dikembangkan secara hati-hati dan bisa dengan > mudah diperoleh dalam pasar real estate yang > kompetitif. > 11. Memahami pemahamanyang tepat terhadap pesaing > (langsung maupun tidak langsung) yang akan dihadapi > oleh franchisor dalam memasarkan waralaba pada calon > franchisee, dan saingan yang akan dihadapi > franchisee dalam memasarkan produk dan jasanya > kepada calon pelanggan. > 12. Memiliki hubungan dengan pemerintah, pemasok, > lembaga keuangan, developer, dan sumber daya penting > lainnya. > 13. Memiliki sistem penyaringan dan rekruitment > franchisee untuk mengindentifikasi kualifikasi atas > persyaratan yang harus dipenuhi calon franchisee, > misalnya kemampuan keuangan , kehandalan bisnis, dan > pemahaman akan industri bersangkutan. > 14. Memiliki sistem pelaporan dan pencatatan yang > efektif untuk menjaga kinerja franchisee dan > memastikan bahwa royalti dilaporkan secara akurat > dan dibayar tepat waktu. > 15. Memiliki kemampuan dan fasilitas riset dan > pengembangan produk dan jasa baru bagi kosumen > secara kontinyu melalui jaringan waralaba. > 16. memiliki sistem konunikasi yang mempermudah > dialog terbuka dan berkesinambungan dengan > franchisee, yang nantinya akan mengurangi > kemungkinan terjadinya konflik dalam jaringan ini. > 17. memiliki program advertising, pemasaran dan > kehumasan ditingkat lokal, daerah, nasional bahkan > internasional yang dirancang untuk mendapat calon > franchisee dan juga konsumen di tempat-tempat yang > dijalankan oleh franchisee. > > III. 19 KRITERIA MEMLIH WARALABA/FRANCHISOR YANG > TEPAT UNTUK ANDA > > Bila anda telah memutuskan bahwa waralaba adalah > pilihan bisnis yang tepat untuk anda, salah satu > keputusan pertama yang diambil adalah > mengindentifikasi konsep usaha dan franchisor yang > tepat bagi anda. Faktor-faktor yang harus > dipertimbangkan adalah: > > 1. Jenis pekerjaan > Anda harus menikmati pekerjaan anda dibisnis yang > anda pilih. Sebagai contoh, bila anda tidak suka > merangkak dibawah mobil, jangan memasuki binis > perbaikan knalpot atau ganti olie. Sam Walton > pendiri Wall Mart mengatakan kunci suksesnya adalah > karena ia menyukai dunia retail bukan sebagai > pekerjaan, namun sudah merupakan hobi baginya. > > 2. Pelatihan/Pendidikan khusus > Beberapa jenis bisnis, seperti waralaba jasa > profesional, misalnya jasa pengacara menuntut > pealtihan atau pendidikan khusus yang tidak bisa > diberikan hanya dalam beberapa minggu. Jenis > waralaba seperti ini adalah pilihan yang sangat baik > bagi para profesional dibidang jasa yang ditawarkan, > tapi harus dihindari oleh mereka yang tidak memiliki > pengetahuan teknis yang dibutuhkan untuk > mengoperasikan waralaba ini. > > 3. Jumlah karyawan > Bisnis padat karya membawa banyak kompleksitas > seperti mencari dan mempertahankan tenaga kerja yang > baik, kepatuhan kepada peraturan pemerintah > menyangkut tunjangan karyawan, dan sebagainya. > Banyak masalah ini bisa dihindari dengan memilih > suatu bisnis yang bisa dijalankan oleh anggota > keluarga ditambah dengan tenaga penuh atau paruh > waktu. > > 4. Persyaratan Inventory > Bisnis yang mensyaratan inventory dalam jumlah > besar bukan hanya menuntut modal kerja yang lebih > besar, tapi juga mengandung banyak resiko yang > berkaitan dengan kemungkinan usangnya inventory atau > pemilihan inventory yang tidak tepat. Bisnis jasa > sangat populer belakangan ini karena bisnis ini > mensyaratkan sedikit inventory atau tidak sama > sekali, dan hal ini menguntungkan bagi pemilik > bisnis. > > Jika perlu memiliki inventory, bagaimana > pengaturan pasokan produk untuk usaha waralaba > tersebut. Apakah produk tersebut secara ekslusif > dipasok oleh franchisor, berapa harganya dan > bandingkan dengan jika dibeli tanpa melalui > franchisor. Umumnya franchisor yang baik memberikan > harga lebih murah dibandingkan harga pasaran normal, > karena skala yang dimilikinya. Jika harga dari > franchisor lebih tinggi, sebaiknya tidak memutuskan > pembelian hak waralaba tersebut. > > 5. Kerentanan terhadap Fluktuasi Ekonomi > Suatu bisnis dalam bidang barang atau jasa dasar > yang selalu dicari konsumen makmur maupun resesi > menawarkan keamanan terhadap fluktuasi ekonomi. > Ketika laju ekonomi melambat, orang cenderung > mengurangi pengeluaran besar yang tidak penting > (seperti mobil, mebel, dan barang mewah) dan > mengurangi penggunaan jasa (seperti jasa > perjalanandan liburan). Kebutuhan dasar seperti > makanan, barang kelontong, jasa bisnis, pos, dan > pengiriman secara relatif tidak terpengaruh. > > 6. Syarat Modal Untuk memulai > Alasan paling umum tutupnya suatu bisnis adalah > kurangnya modal. Pastikan anda memilih bisnis yang > sesuai dengan modal yang anda miliki. Jangan > memaksakan diri anda atau meminjam terlalu banyak, > sehingga anda tidak bisa melalui fase awal. Selain > modal yang diperlukan untuk peralatan, perlengkapan, > inventory, dan konstruksi anda harus memiliki cukup > modal untuk melewati fase awal dimana cash flow anda > negatif. Ingatlah bahwa pekiraan modal kerja yang > diberikan oleh franchisor hanyalah sebuah > perkiraaan. Untuk amannya anda perlu > melipatkangandakan perkiraan modal kerja tersebut > dua atau tigakalilipatnya. Tanyakan pula kepada > franchisor apakah perlu dana tambahan selain > frenchise fee, royalti dan modal kerja serta berapa > nilainya. Apakah franchisor juga memberikan bantuan > dalam soal dana, dan bagaimana bentuknya. > > 7. Tingkat Pertumbuhan > Sebuah perusahaan waralaba yang sehat akan > memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam hal > jumlah unit yang dibukanya setiap tahun. Jangan > tertipu oleh perusahaan waralaba yang memberikan > "prosentase pertumbuhan". Evaluasi yang berdasarkan > prosentase pertumbuhan (bukan jumlah unit yang > dibuka) bisa memberi rasa aman yang semu pada calon > pembeli. > > Misalnya sebuah perusahaan waralaba yang hanya > memiliki satu outlet bisa menambah tiga outlet tahun > berikutnya dan menunjukan tingkat pertumbuhan > sebesar 300%. Padahal, franchisor yang memiliki 1000 > outlet harus menambah 3000 outlet lagi untuk > mencapai tingkat pertumbuhan yang sama. Dengan > melihat ukuran relatif kedua perusahaan, maka tidak > tepat untuk membenadingkan prosentase tingkat > pertumbuhan mereka. Sebaliknya, suatu evaluasi harus > dibuat berdasarkan jumlah outlet yang dibuka sebuah > perusahaan dalam tahun-tahun terakhir. > > Tingkat petumbuhan yang kuat secara posiif > mempengaruhi kemampuan franchisor untuk mendukung > pemilik waralaba. Perusahaan waralaba yang mendapat > banyak pemasukan dari waralaba fee akan dapat > mengangkat staff dan memberikan berbagai jenis > dukungan pada pemilik waralaba mereka. Sementara > itu, franchisor yang sistemnya tidak berkembang pada > tingkat yang baik biasanya tidak mampu melakukan hal > tersebut. > > > Suatu tingakt pertumbuhan yang tetap, seperti > ditunjukan dengan penambahan jumlah outlet setiap > tahun, adalah suatu indikator kesehatan dan potensi > keuntungan dari sebuah peluang waralaba. > Berhati-hatilah dengan tingkat pertumbuhan yang > diberikan dalam bentuk prosentase pertumbuhan karena > hal ini sering menipu. > > 8. Tingkat Keuntungan Dan Kondisi Keuangan > Penjelasan peraturan pemerintah tentang waralaba > yaitu, PP No.16 thn 1997 Pasal 3 point a, > mensyaratkan perusahaan waralaba untuk mengungkapkan > kondisi keuangan franchisor kepada Calon franchisee. > Alasannya sudah jelas. Anda pasti tidak mau > menginvestasikan tabungan seumur hidup anda untuk > sebuah waralaba bila franchisor berada diambang > kebangkrutan sehingga tidak akan bisa memberikan > dukungan yang sudah anda bayar berupa frasnchise > fee. > > Franchisor harus bersedia memberikan sebuah > neraca yang menunjukan aset dan liabilitas, dan juga > laporan keuangan serta laporan pengeluaran yang > menunjukan apakah franchisor memperoleh untung atau > tidak. Paling sedikit franchisor harus menunjukan > laporan keuangan selama tiga tahun ke belakang. > Kajilah laporan keuangan ini secara hati-hati > sebelum anda mengambil keputusan. Mintalah jasa > profesional jika anda mengalami kesulitan > memahaminya. > > Akal sehat menyatakan tidak ada franchisor yang > terus merugi yang akan bertahan lama dipasar > kompetitif, sekarang ini sebuah perusahaan waralaba > harus bisa menunjukan kemampuanmya beroperasi secara > menguntungkan. Laporan keuangan sebuah perusahaan > waralaba bisa didapat dari laporan keuangannya atau > edaran penawaran waralabanya. Dokumen-dokumen ini > akan memberikan wawasan tentangberapa lama > perusahaan ini telah beroperasi dan seberapa stabil > kondisi keuangannya. > > Franchisor yang sehat dan kuat akan memunculkan > cabang yang kuat pula.sama seperti itu, sebuah > korporasi yang menguntungkan adalah indikator yang > baik yang menyatakan bahwa franchisor dapat memberi > dukungan pada jaringan waralabanya. > Ketika membeli sebuah waralaba, Anda harus > memperoleh kenyakinan atas kemampuan franchisor > untuk bertahan dan memberi dukungan yang memadaiyang > anda butuhkan dimasa depan. Hindari bermitra dengan > franchisor yang terus merugi. > > 9. Lama Berada Dalam Bisnis > Adalah tidakan bijaksana mengurangi resiko > investasi dengan membeli waralaba dari perusahaan > yang telah beroperasi selama beberapa tahun. Aturan > umumnya franchisor yang telah beroperasi dengan baik > selama paling sedikit lima sampai sepuluh tahun. > Tantangan yang dihadapi binis-bisnis baru besar > sekali-banyak franchisor pemula yang hanya bertahan > beberapa tahun. Banyak franchisor fast food datang > dan pergi, tapi McDonald's terus menjadi salah satu > investasi terbaik dalam industri fast food selama > bertahun-tahun. Pengalaman bisnis McDonald's selama > bertahun-tahun ini membeantu mereka memenangkan > dominasi di bidangnya. > > Apakah ini berarti anda harus membeli sebuah > McDonald's dan memasuki bisnis fast food? Tidak. > Tapi ini berarti bahwa anda harus membeli > McDonald's-nya industri yang and apilih, apakah itu > bisnis automotif, komputer, rekreasi atau jasa > bisnis, pasti ada satu perusahaan yang terbaik dalam > industrinya. > > Kemampuan mempertahankan posisi puncak di > industri manapun untuk waktu yang lama adalah suatu > indikasi bahwa maajemen tersebut akan bisa mengatasi > ancaman kompetisi di masa depan. > > Pada masa mendatang persaingan didunia usaha akan > semakin sengit. Akan bermunculan > perusahaan-perusahaanbaru baik lokal maupun multi > nasional yang memperebutkan pasar yang sam. Dalam > pasar yang sangat kompetitif, suatu peluang waralaba > yang telah bertahan dengan tingkat pertumbuhan yang > sehat dalam waktu lama menunjukan resiko yang lebih > kecil bagi calon pemilik waralaba. Pepatah lama, > "Waktu adalah Uang"bisa berarti bahwa terdapat > sedikit resiko bersama perusahaan waralaba yang > memiliki sejarah yang panjang dan stabil. > > 10. Cakupan Jaringan Waralaba > Sebagai calaon pemilik waralaba, anda sebaiknya > memilih franchisor yang sistemnya telah berkembang > dengan membentuk jaringan yang besar. Walaupun > konsep ukuran adalah relatif, ukuran yang membuat > pemilik waralaba bisa menikmati keunggulan ekonomi > adalah yang terbaik. Bagaimana seseorang menetukan > bahwa sebuah waralaba telah berkembang menjadi > jaringan yang besar? Sederhana saja. Petunjuk > pertama adalah pengenalan akan nama. Bila anda > dengan cepat mengenal nama dan logo sebuah > perusahaan waralaba tanpa harus melakukan riset, > maka besar kemungkinan bahwa franchisor tersebut > sudaj memiliki jaringan. Selain itu, tanyakan apakah > perusahaan pusat memiliki kekuatan membeli sehingga > mampumenegosiasikan diskon partai besar serta kontrk > nasional ekslusif bagi pemilik waralaba-nya. Yang > terakhir, cari tahu apakah anda bisa bergantung > dalam kerjasama untuk iklan lokal, regional, atau > nasional. > > Faktor-faktor diatas bermakna bahwa franchisor > cukup besar untuk bisa meneruskan keuntungan > jaringan pada anda. Jangan tertipu dengan rendahnya > waralaba fee yang ditawarkan oleh perusahaan > waralaba yang tidak dikenal. Prinsip yang > berbunyi"caveat emptor"(teliti sebelum membeli) > adalah kunci untuk memasuki organisasi ini. Kekuatan > jaringan nasional atau regional akan jauh lebih > berarti daripada sedikitperbedaan franchise fee. > Ingatlah, biasanya anda mendapat senilai apa yang > anda bayarkan. > > 11. Posisi Dalam Industri > Adalah tindakan bijaksana untuk memilih yang no.1 > dalam bidangnya. Sering terjadi persaingan kuat > antara waralaba yang menawarkan jasa yang sama atau > serupa. Posisi puncak dalam industri biasanya > memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertahan > dalam perjuangan meraih pangsa pasar. Dalam setiap > industri pasti terjadigoncangan. Yang pertama jatuh > adalah perusahaan independen. Berikutnya adalah > jaringan yang lemah dan lebih kecil. Hanya > waralaba-waralaba terkuat yang bisa bertahan dan > satu akan muncul sebagai yang terbaik. Pilihlah > McDonald's dari setiap jenis industri maka peluang > anda untuk bertahan akan lebih besar. > > Sedikit waktu di perpustakaan akan memberitahukan > anda siapa pemimpin di industri yang ingin anda > masuki. Majalah-majalah bisnis seperti Entrepreneur > dan Inc. Menerbitkan urutan perusahaan waralaba > setiap tahunnya. Penyususnan urutan ini dilakukan > oleh organisasi independen dan merupakan sumber > terbaik untukmenentukan pimpinan dalam tiap > industri. IFA, Departemen Perdagangan DalamNegeri > dan AFI merupakan sumber informasi yang perlu di > pertimbangkan. > > Jangan bergantung pada kata-kata wiraniaga > waralaba. Lihatlah ranking yang diterbitkan > organisasi independen bila anda ingin mengetahui > bagaimana sebuah perusahaan waralaba bertahan dalam > persaingan. Ila perusahaan tersebut termasuk dalam > kelompok 10 besar teratas, maka mereka memiliki > kemungkinan bertahan dalam gocangan pasar. > > 12. Bantuan Pemilihan Lokasi > Lokasi Yang baik yang memberikan akses pada > sejumalah besar kelompok target pasar adalah salah > satu fakor yang menentukan tingkat penjualan sebuah > outlet retail. Karenanya, sebuah perusahaan waralaba > retail akan memberikansemacam bantuan lokal dan/atau > persetujuan untuk setiap lokasi waralaba bagi > parapemilik waralaba-nya. Unsur-unsur Lokasi yang > baik fasilitas yang maksimum, lalu lintas customer > yang cukup. Demografi populasi yang padat-perlu > dikaji olehseorang yang ahli. Bahkan program > komputer paling canggih sekalipun tidak bisa > menggantikan seorang ahli real estate yang > berpengalaman dalam mengkaji lokasi yang ideal untuk > retail. > > Program komputer untuk analisa lokasi yang > memeriksa faktor demogarafi adalah alat yang baik, > tapi tidak ada yang bisa mengaantikan seorang ahli > real estate yang mengenal jenis bisnis ini dan > mengenal wilayah pasarnya. Siapa saja bisa menyebut > lokasi lalu lintas customernya tinggi untuk saat > ini. Namun, lalu lintas customer hanyalah salah satu > faktor yang harus dipertimbangkan. Kebanyakan > operatur independen tidak menyadari banyaknya faktor > yang ahrus dipertimbangkan ketika memilih lokasi > yang tepat untuk bisnis mereka. Seorang penyeleksi > lokasiyang berpengalaman akan mencari tempat-tempat > kunci yang memiliki potensi tertinggi dan juga akan > membeantu mendapatkan persyaratan serta kondisi sewa > terbaik. > > Kesalahan dalam memilih lokasi bisa berakibat > fatal. Berhati-hatilah dengan perusahaan waralaba > yang membiarkan anda memilih lokasi sendiri tanpa > mereka memeriksanya. Perusahaan waralaba yang lebih > mapan pasti memiliki staff penyeleksi lokasi yang > berpengalaman dan mengenal analisa lokasi yang > tepat. Staff ini akan bekerja membantu anda memilih > lokasi yang terbaik bagi waralaba anda. > > Selain itu pemilihan lokasi usaha waralaba juga > harus mengacu pada Kepmen No. 259/MPP/Kep?7?1997 > Pasal 18. > > 13. Fasilitas Desain dan Konstruksi > Semua perusahaan Waralaba yang bail memberi > bantuan dan membuat standaruntuk fasilitas desain > dan konstruksi. Manajemen konstruksi dan modul > fixture tokotersedia bagi semua franchisee melalui > perusahaan waralaba-nya. Berhati-hatilahdengan > perusahaan yang memberikan anda merancang toko anda > sendiri. Anda membayar untuk mendapat keahlian > mereka. Betapapun bagusnya anda, mungkin ada detil > yang terlewatkan dan ini mungkin memerlukan biaya > besar untuk mengoreksinya bila fasilitas itu sudah > dibangun. Bila perusahaan waralaba menyediakan > kemudahan utama atau manajemen konstruksi, anda akan > terhindardari rasa frustrasi karena berhubungan > dengan kontrktor, tukang listrik, dan orang-orang > dari bidang konstruksi lain. > > Perusahaan-perusahaan waralaba yang paling mapan > akan menawarkan paket modul toko, serta panduan dan > standar untuk citra dan rancangan. Penampilan sebuah > outlet harus mencerminkan citra perusahaan waralaba > yang menjadi induknya. Para franchisor banyak > menghabiskan biaya iklan agar nama, logo, dan > tokonya dikenal oleh masyarakat. Para franchisee > akan membantu upaya pengenalan ini dengan cara > menyesuaikan diri dengan standar yang dibentuk oleh > franchisor. > > 14. Pelatihan > Pelatihan adalah salah satu komoditas terpenting > yang ditawarakan oleh franchisor. Dengan > bersenjatakan pengetahuan yang didapat dari > pelatihan, para franchisee lebih siap menghadapi > hambatan-hambatan umum. Karena menyadari ini, hampir > semua franchisor mewajibkan pelatihan dikelas maupun > praktek bagi semua franchisee-nya. Walaupun lama > pelatihan ini berbeda untuk tiap waralaba, tapi > biasanya tidak kurang dari dua atau tiga minggu. > > Setiap franchisor harus memilki sekumpulan manual > pelatihan. Beberapa perusahaan lain menawarkan > sumber-sumber tambahan seperti video dan kaset untuk > digunakan sebagai alat pelatihan kontinyu untuk > pemilik waralaba-nya. > > Waspadalah terhadap perusahaan waralaba yang > menyatakan bahwa mereka bisa mengajarkan semua hal > pada anda hanya dalam beberapa hari pelatihan ditoko > anda. Mintalah garis besar program pelatihan dan > periksalah dengan teliti. Program ini harus mencakup > pelatihan dikelas dan praktek. Yang harus juga > dipelajari adalah aspek sehari-hari toko tersebut > serta topik manajemen bisnis secara manajemen bisnis > secara umum seperti aspek sehari-hari toko tersebut > serta topik manajemen bisnis secara umum seperti > persiapan rencana kerja, akuntansi, dan pemasaran. > Mintalah program pelatihan yang direncanakan oleh > franchisor ketika mengevaluasi pilihan waralaba. > > Penting juga mempertimbangkan kualitas pelatihan > yang diberikan franchisor sebelum anda membelinya. > Seberapa pengalaman para staff pelatihannya? Materi > apa yang mereka tawarkan? Apakah ada pelatihan > dilapanagan yang kontinyu? > > 15. Dukungan Grand Opening > Hari grand opening! Ini adalah peluang promosi > yang penting untuk memulai waralaba dan > menjalankannya. Perusahaan waralaba yang mapan akan > menawarkan paket promosi untuk memaksimalkan peluang > ini. Paket promosi dan program pemasaran grand > opening yang lengkap harus tersedia. Spanduk, > Flyers, gantungan pintu, poster, iklan, dan banyak > lagi harus disediakn bagi pemilik waralaba pada hari > pwmbukaan. Perusahaan waralaba yang baik juga akan > menyediakan staff-nya untuk membentu mengatur toko > dan mengatur pomosi grand opening. > > Hari-hari pertama setelah pembukaan adalah > pengalaman yang menantang. Perusahaan yang baik akan > menyediakan staff ahli yang membantu anda selama > masa itu. Dukungan ini adalah keuntungan lain dari > bergabung dengan suatu jaringan waralaba yang sehat > dan kuat. > > Hal-hal yang penting dalam promosi grand opening > adalah sebuah spanduk eksterior yang terlihat dari > jalan, diikuti poster dijendela, flyers, gantungan > pintu, balon, dan iklan yang mengumumkan diskon dan > program pembukaan. > > 16. Dukungan Operasional Yang > Berkesinambungan > Kenyakinan anda pada suatu konsep waralaba bisa > diukur sampai sejauh mana perusahaan itu memberi > dukungannya. Bila franchisor segan memberikan > bantuan ini mungkin berarti kesulitan besar bagi > franchisee. Dukungan operasional yang kontinyu > adalah hal yang penting. Franchisor harus > memperkejakan para ahli operasional yang benar-benar > memahami setiap detil operasi waralaba dan didukung > oleh staff kantor pusat yang kuat. > > Beberapa jenis metode pendukung adalah nomor > telepon bebas pulsa, jaringankomputer, konvensi > nasional serta konferensi regional, dan persiapan > program serta materi pemasaran. Hal lainnya adalah > pembentukan program media nasional, pembentukan > dewan penasehat pemilik waralaba, penegmbangan > produk baru, dan tersedianya sumber pemasaran. > Fungsi dukungan periferal ini bisa memberi perbedaan > besar pada pengalaman waralaba anda. > > Sebelum mengambil keputusan membeli sebuah > waralaba, lakukan evaluasi atas program dan > kemampuan dukungan perusahaan. Apakah mereka > memiliki perwakilan lokal yang di bantu oleh > organisasi pendukung (Kantor pusat) yang baik. > Hindari operasi yang tidak memiliki kemampuan > memberikan dukungan lapangan kontinyu pada tingkat > nasional. > > 17. Wilayah Waralaba Eksklusif > Didalam Kepmen NO. 259?MPP?Kep?7/1997 Pasal 19, > dicantumkan bahwa franchisor dilarang menunjuk lebih > dari satu franchisee dilokasi yang berdekatan. Hal > ini disebabkan karena satu masalah utama yang > dihadapi unit waralaba adalah persaingan dengan > franchisor atau unit waralaba lainnya. Walaupun > ekspansi sistem waralaba diperlukan untuk memperoleh > keuntungan seperti pembelian partai besar, jaringan, > iklan bersama, penegenalan nama, dan sebagainya > franchisor yang baik tidak akan memunculkan > persaingan antara tokonya sendiri dan unit waralaba > lain. Sebagian besar perusahaan waralaba memberi > semacam jaminan bahwa sebuahtoko yang berpotensi > menjadi tidak akan dibuka di "wilayah waralaba > eksklusif. > > Ukuran wilayah yang dilindungi ini berbeda-beda > tergantung pada demografi, kepadatan penduduk, pola > perjalanan, dan populasi penduduk yang dibutuhkan > untuk mendukung sebuah outlet. Beberapa pemilik > waralaba berasumsi bahwa semakin dilindungi ini > harus cukup besar untuk sebuah toko bisa berhasil, > tapi cukup kecil agarsaingan bisa masuk. Alfamart > misalnya menentukan bahwa satu minimarket harus > melanyani paling sedikit 500 kepala keluarga. > > Sebagai contoh, bila seorang franchisor hanya > mengijinkan satu outlet di sebuah kota yang mapu > menampung 10 outlet, maka saingan akan mengisi > kekurangannya. > Kekuatan dari sembilan unit saingan ini akan > membuat mereka bisa membangunidentitas nama dagang > dengan melakukan lebih banyak iklan dan membuat > mereka lebih jelas terlihat daripada pemilik > waralaba tunggal. Pada akhirnya, pihak saingan ini > akan membuka toko ke sepuluh dekat pemilik waralaba > tunggal yang sudah tidak memilki daya saing ini. > > Berhati-hatilah pada franchisor yang tidak > memberikan wilayah atau teritori eksklusif yang > melebihi batas wajar suatu wilayah bisnis. Mereka > ini mungkin tidak memperdulikan kepentingan jangka > panjang unit-unit waralaba mereka. > > 18. Franchise Fee > Franchise harus dikaji untuk mengetahui apakah > perusahaan waralaba ini sah atau tidak. Fee yang > beberapa ratus dollar (bagi waralaba asing) atau > dibawah lima belas juta (bagi waralaba lokal)harus > dicurigai, karena tidak mungkin perusahaan waralaba > bisa memberikan natuan yang dibutuhkan oleh para > pemilik waralaba-nya. Waspadalah terhadap perusahaan > waralaba"mail order" yang tidak memberikan dukungan > atau yang menawarkan memebantu anda tanpa biaya > royalti atau franchise fee. Bisa-bisa anda harus > membayar biaya konsultasi di muka yang besar, dan > kemudian ditinggalkan setelah menerima peralatan > fixture yang rendah mutunya. Tidak bijaksana membeli > waralaba tanpa mengkaji dokumennya. Anda baru boleh > memasuki proses pembayaran setelah mengkaji dokumen > penawaran selama minimal 10 hari kerja. > > Perusahaan waralaba yang sah memiliki kepentingan > jangka panjang terhadap kemampuan kontinyu unit > waralabanya dalam mencapai keberhasilan. Beberapa > perusahaan yang diragukan bahkan menghindari > mengungkapkan hukum yang berkenaan dengan waralaba. > Sering terjadi para pemimpin perusahaan semacam > inimengumumkan bahwa mereka bangkrut ketika > berhadapan dengan tuntutan pengadilan dari para > pemilik waralaba yang pernah mereka tipu, dan mereka > memulai lagi tipuan ini dengan nama perusahaan yang > lain. Karena mereka tidak menunjukan dokumen yang > sah, anda tidak bisa tahu berapa kali mereka pernah > bangkrut. > > Peraturan FTC di Amerika melarang franchisor > menerima uang sebelum calon pembeli dokumen > penawaran selama paling tidak 10 hari kerja. > Peraturan pemerintah NO. 16 tahun 1997 pasal 3, > mewajibkan franchisor memberikan informasi dan > memberikan waktu yang cukup untuk mempelajarinya > kepada calon franchiseesebelum mereka menandatangani > perjanjian waralaba. Berhati-hatilah dengan > perusahaan yang mengundang anda untuk bertemu dan > meminta anda membawa buku cek. > > 19. Pembiayaan sebuah Waralaba > > Menurut International Franchise Association, > biaya memulai sebuah waralaba bisa serendah $8000 > atau bahkan setinggi $5juta. Franchise fee dari > waralaba lokal di Indonesia berkisar antara 10 juta > sampai 400 juta rupiah. Biaya ini biasanya mencakup > initial fee, renovasi, supply dan inventory, > deposit, biaya sebelum memulai bisnis, biaya > pelatihan, dan modal kerja. Biaya lain yang akan > muncul kemudian adalah royalti yang besarnya antara > 2-15% dari penjualan. > > Satu masalah besar yang dihadapi calon franchisee > adalah memikirkan bagaimana mendapat biaya awal > (franchise fee). Pengaturan terbaik adalah mencari > perusahaan waralaba yang memberi bantuan finansial, > seperti menyewakan peralatan dan fixture tanpa > meminta agunan rumah anda. Niat baik pemberian > bantuan keuangan ini menunjukan bahwa pihak > perusahaan waralaba tersebut kuat secara finansial > dan yakin bahwa bisnis tersebut bisa menghasilkan > pendapatan yang cukup untuk anda membayar sewa > tersebut. > > Perusahaan waralaba yang menginginkan semua > pembayaran dilakukan di muka harus diwaspadai. Ini > adalah tanda bahaya yang menunjukan bahwa mungkin > perusahaan tersebut lemah keuangannya atau tidak > cukup yakin usaha tersebut bisa memberi pendapatan > yang cukup untuk anda. Biasanya perusahaan waralaba > semacam ini adalah perusahaan baru dan beresiko > lebih besar dibanding saingannya yang lebih mapan. > Cara terbaik untuk mengevaluasi franchisor seperti > ini adalah dengan melakukan referensi cek kepada > franchisee mereka yang masih aktif dan yang tidak > aktif. > Ke-19 kriteria pemilihan yang dikemukan ini > dirancang untuk membentu anda dalam proses pemilihan > waralaba/franchisor. Bila anda sudah menemukan satu > atau lebih konsep bisnis yang tepat untuk anda, anda > harus mengevaluasi beberapa perusahaan (franchisor) > yang menawarkan jenis waralaba serupa. > > Anda harus melakukan sendiri penyelidikan yang > mendalam terhadap peluang waralaba sebelum memutukan > untuk melakukan pembelian hak waralaba tersebut. > Mungkin anda perlu berkonsultasi dengan pengacara > atau akuntan anda. Bertanya pada pemilik waralaba > yang sudah ada juga cara yang baik untuk mendapat > informasi. Ingat bahwa tidak mungkin menemukan > sebuah perusahaan waralaba dimana semua pemiliknya > merasa senang. Tapi anda bisa melakukan suatu > penyelidikan yang tekun untuk memuaskan diri anda > bahwa telah memilih waralaba yang tepat. > > Pilihan and aats pemebelian hak waralaba mungkin > merupakan keputusan terpenting yang pernah anda buat > selama hidup anda. Kami harap informasi ini akan > membantu anda mengambil keputusan yang tepat. Apapun > keputusan itu, semoga anda berhasil dalam perjuangan > anda mencapai keberhasilan usaha. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini? *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) *** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
