Dear All,
 
mengenai gaji itu tidak bergantung seberapa banyak gelar atau jenjang yang kita miliki, tetapi bagaimana kita memarketkan diri kita sesuai buku dari Hermawan (Mark Plus CO) How to market yourself. Orang akan lebih tertarik dengan pengetahuan kita, kinerja kita dan yang terpenting pengalaman kita (bg yang memiliki). Gelar hanya untuk membedakan status. Banyak orang yang jatuh pada saat interview karena topik yang dibawakan atau jawaban2 yang dibawakan itu membosankan bahkan basi. Berbeda kalau topik yg dibawakan itu menarik minat para inteviewer. Terlebih lagi perusahaan2 PMA. Gelar itu nomor 2. Yang diutamakan personality kita. Banyak yang terjadi interviewer memberikan kasus2 ringan yang menjebak. Tetapi kita para calon karyawan kurang jitu karena otak kita terpaku rapi dengan teori2. Sesuai pengalaman saya dulu ketika interview ada muncul pertanyaan sbb:
  1. Ini ada bolpoin baru dan belum ada di pasar, langkah pertama apakah yang anda akan lakukan untuk menjual produk ini?
  2. Bagaimana caranya menjual wedang jahe di daerah yang panas jarang hujan? Mungkinkah? Sebagai seorang seller apa yang akan anda lakukan?
  3. Dan pertanyaan terakhir, apa yang akan anda lakukan seumpama anda bisa bekerja di perusahaan kami? effort apa saja yang akan anda berikan?
 
hanya 3 pertanyaan itu yang dikeluarkan oleh manajemen yang kebetulan orang Jepang semua. Mungkinkan kita jawab dengan teori2 Phillip Kotler, Cor Molenaar atau yang lain? Kayaknya mereka tidak butuh teory2. Itu bagian dari pengalaman saya. Mereka tidak melihat gelar kita tetapi intelegensia dan kecerdikan kita.
 
Untuk gaji pintar2nya kita pada saat negosiasi, tidak ada patokan karena tergantung dari scope perusahaan yang kita masuki. Jangan putus asa,apapun yang kita miliki pasti memiliki nilai lebih, cuma bergantung bagaimana kita mengelola setiap kesempatan2 yang ada. Buang idealisme2 yang kita miliki semasa kuliah, harus positif thinking. Siapa bilang ijazah kita tidak laku? kita bisa lihat alumnus2 MMUGM yang sukses, Dan isu ini sudah lama dibicarakan dan bukan hal baru. Semua ini tergantung bagaimana usaha anda. Terlebih lagi anda harus memiliki nilai lebih yang tidak hanya ijazah saja, mungkin ketrampilan2 atau keahlian2 lain. Bahasa asing harus terkuasai dengan benar. Itu saja sharing berdasarkan pengalaman pribadi saya.
 
Intinya Apa yang anda jual dari diri anda? Anda harus memiliki sesuatu yang berbeda dengan yang lain.
 
regards,
SA. Susanto
 
 


Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




SPONSORED LINKS
Undergraduate business schools Business school essay Business school and education
Top business schools Best business schools Business school minnesota


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke