Hi All,Kalau kita mo lebih detail, value dari MM sendiri tergantung dari perusahaan itu sendiri. Klo perusahaannya sekelas BUMN lapis kedua, maka MM masih punya power yang memadai tapi klo perusahaan itu sekelas world class saya nggak yakin mereka akan mengenal apa itu MM, klo mereka aja nggak kenal apa itu MM gimana mo menghargai.Saya sudah seringkali lihat orang lulusan Master lokal jika tanpa ada pengalaman yang memadai masih sulit utk mendapatkan pekerjaan & benefit yang memadai. Dan juga masih byk orang mengambil MM dengan konsentrasi keuangan tapi ujung2xnya bekerja sebagai sales, bukannya saya mo merendahkan profesi orang sales tapi buat apa jka seseorang mencurahkan waktunya utk belajar mengenai keunagan tetapi akhirnya bekerja sebagai sales.Klo misalnya kita bicara mengenai lulusan MM-UGM sendiri, mungkin para pengurus MMUGM bisa share byk.salam
From: [email protected] [mailto: [email protected]] On Behalf Of Bondan Brillianto
Sent: Friday, March 17, 2006 2:21 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: Son Fithroini; Harmen Rashid; Aditya Mandala; Sanny Suprihono; Fiana B. Soegondo; Yulbis Aridan
Subject: [mm-ugm] gelar MM ???
***********************
Your mail has been scanned by InterScan.
***********-***********Karena AC di ruangan semakin dingin dan membuat ngantuk
Saya ingin menghangatkan kembali dengan isu lama
- berapa persenkah, lulusan MM UGM non experience yang diterima bekerja di dalam negeri dengan status pendidikan Magisternya ?
menurut pengamatran saya, banyak perusahaan senang dengan pelamar yang memiliki gelar MM tapi tidak mengakui status pendidikannya **#$?!!
- berapa basic salary starting bagi fresh graduate dengan title MM di perusahaan Bapak/Ibu (bila sudah ada) ?
- apakah status MM mendapat pengakuan kenaikkan pangkat/grade/group salary seketika begitu lulus (bagi yang sudah bekerja dengan status S1-nya) ?
- apakah penempatan pekerjaannya sudah sesuai dengan gelar MM (kosentrasinya) ? atau masih dengan gelar S1-nya ?
adakah yang mau menghangatkan isu ini ?
sebagai bahan sharing, bahwa lulusan MM terutama MMUGM benar-benar dibutuhkan atau setidaknya mempunyai nilai tawar yang mumpuni
walaupun menuntut ilmu bukan mencari gelar, namun sayang kalau prestasi kita yang dihargai dengan gelar MM sia-sia tidak diakui secara akademis ataupun capabilitasnya
agar jangan sampai ijazah kita berdebu dimakan rayap dan entah berapa tahun lagi kampus kita tutup karena tidak ada peminatnya ?
Regard's
![]()
Bondan Brillianto
Yang ijazahnya hanya jadi bungkus kacang termahal
-----
This message has been certified virus free by Medcoenergi Antivirus
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
SPONSORED LINKS
Undergraduate business schools Business school essay Business school and education Top business schools Best business schools Business school minnesota
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
| Undergraduate business schools | Business school essay | Business school and education |
| Top business schools | Best business schools | Business school minnesota |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

