Bisa juga trace record2 nya dpr.go.id atau jangan2 dipake buat web server 
doank? :D

*masih ngakak soal [email protected]

Best Regards,
Raymond Engelbert
~Sent from iPhone~

On May 5, 2011, at 11:25 PM, Rahmat Zikri <[email protected]> wrote:

> 
>  
> Saya berani jamin member yang paling newbie sekali pun di milis ini pasti 
> lebih pandai ketimbang YouKnowWho "Sang Pakar IT" untuk mengetahui ada yang 
> lucu dengan pendapat di berita di bawah.... Apalagi kalau member newbie -nya 
> sudah ada sedikit tambahan ilmu untuk coba menebak siapa tau mail server -nya 
> DPR pakai Exchange, mari kita coba-coba akses ke https://mail.dpr.go.id/owa 
> ..... tralaalaa......
>  
> URL: 
> http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/05/223738/284/1/Roy-Anggota-DPR-harusnya-Buat-Akun-Email-Resmi
>  
> JAKARTA--MICOM: Anggota DPR Komisi VIII dianggap membohongi publik oleh PPI 
> Asutralia karena memberi alamat email yang salah yaitu [email protected] saat 
> kunjungan kerja di Australia beberapa waktu lalu. Roy Suryo menyarankan 
> anggota DPR untuk membuat email resmi sendiri. 
> 
> Menurut anggota Komisi I tersebut, alamat email yang diberikan Komisi VIII 
> kepada PPIA memang tidak benar karena email DPR tidak menggunakan yahoo atau 
> gmail tetapi menggunakan domain @dpr.go.id. Dan domain tersebut hanya bisa 
> diakses di DPR karena server-nya berada di DPR. 
> 
> "Domain com itu kan artinya komersial, sedangkan anggota DPR bukan berlaku 
> komersial. DPR harusnya memakai domain @dpr.go.id. Domain dpr.go.id itu 
> server-nya ada di DPR, jadi orang harus dialing ke server DPR. Jadi, ini 
> bukan email yang kemudian bisa diakses masyarakat umum," kata Roy saat 
> dihubungi wartawan di gedung DPR, Kamis (5/5). 
> 
> Roy sendiri menggunakan email pribadi berlangganan resmi dengan alamat 
> [email protected]. Sementara, Sekretariat Jenderal DPR belum menyediakan jasa 
> email berlangganan seperti yang digunakan Roy. 
> 
> Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk berlangganan domain email sangat murah 
> bagi anggota DPR. Politisi Demokrat tersebut pun menyarankan agar anggota DPR 
> tidak membuat email dengan domain yang gratisan karena akan lebih mudah kena 
> hack. 
> 
> "Sebenarnya hal itu tidak masalah kalau para anggota DPR mau membuat email 
> yang berlangganan. Beberapa internet service provider (ISP) yang resmi, 
> seperti Centrin, Indonet, Radnet, Idola, dan masih banyak lagi. Di Indonesia 
> ada 200 ISP yang tersedia. Langganan email juga hanya murah, berkisar antara 
> Rp30.000–Rp150.000/bulan," ujarnya. 
> 
> Namun, Roy mendukung kritikan yang dilakukan PPIA kepada anggota Komisi VIII 
> DPR. Menurutnya, sebagai anggota DPR, mereka juga harus melek dengan 
> teknologi.  (*/OL-11) 
> 
> 
> 
>  
> 
>  
> 
> Best regards,
> 
>  
> 
> Rahmat ZIKRI | Independent Consultant & Trainer |  http://www.zikri.com
> 
> MVP Exchange Server   //   https://mvp.support.microsoft.com/profile/ZIKRI
> 
>  
> 
> 
> 
> _______________________________________________
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [email protected]
> Get Free 5 GB mailbox Check this http://www.mugi.or.id
> 
> Powered by bisnismedia.com
_______________________________________________
To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
Get Free 5 GB mailbox Check this http://www.mugi.or.id

Powered by bisnismedia.com

Kirim email ke