Saya sih bersyukur bahwa dosen pembimbing TA saya orangnya galak. Dia
lebih menekankan 'WHY?' daripada 'HOW'.
Dia berprinsip: Kalau ngerti, *pasti* bisa menjelaskan.
Jadi dia gojlok saya untuk menjelaskan hal-hal yang ada di TA saya.
Tiap saya gelagapan, dia akan menghentikan sesi konsultasi TA, dan
nyuruh saya belajar lagi.
Alhasil, saya sekarang relatif mudah belajar macam2, karena selalu
bertanya 'WHY?'. Dan karena konsep2 dasar, 'thought framework' nya
terbangun dengan pertanyaan 'WHY?' tersebut, saya juga cukup pakar
dalam urusan troubleshooting.
Yang jadi masalah, banyak lulusan Perguruan Tinggi diajarin untuk
bertanya hanya 'WHAT' dan 'HOW'. Setelah itu dihafal
('rote-learning'). Akibatnya kalau ketemu 'what' yang gak pernah
ketemu sebelumnya, langsung bingung 'how' nya gimenong. Orang2 yang
biasa bertanya 'why' biasanya bisa menemukan sendiri 'how' nya.
Contoh dari pengalaman pribadi: Dulu pernah saya jadi juri kompetisi
matematika. Babak 16 besar nya unik: Kompetitor disuruh ngerjain soal
secara essay, dengan 2 orang juri mengawasi *dan* melakukan
'interview' thd si kompetitor.
Nah, peserta2 dari beberapa sekolah yang 'terkenal' banyak juara
kompetisi matematika, tiap kali ditanya 'why' selalu menjawab entah 1)
"tidak tahu," atau 2) "ya, saya diajarinnya gitu pak". Memang sih
siswa-siswi sekolahan tersebut ngerjain soalnya cepet banget, tapi
berhubung penilaian babak 16 besar ini memperhitungkan juga penguasaan
kompetitor akan materi (unsur 'why'), maka tidak satupun kompetitor
dari sekolah tersebut yang lolos babak 16 besar.
Sebaliknya, peserta2 dari sekolah2 non-unggulan, pada lolos semua.
Memang sih mereka butuh waktu lebih lama untuk ngerjain soalnya, tapi
saat 'interview' mereka bisa dengan lugas dan tegas menjelaskan 'why'
mereka menggunakan metoda tertentu untuk memecahkan soalnya.
Rgds,
On 2011-09-04, Airlangga Bhumintara Amitaba <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
> [email protected]
> Sent: 04 September 2011 20:23
> To: [email protected]
> Subject: Re: [Mugi] kenapa harus langsung naik ? - d/h - [ASK][HELP]About
> database
>
>
>
> Oh satu lagi,
>
>
>
> 1. kebanyakan dosen adalah murni pengajar, bukan praktisi.
>
>
>
> Hal ini juga terjadi pada saya dulu...dosen saya yang praktisi ingat saya
> cuma....4-5, sisanya murni "akademis menara gading"....... :(. Dosen saya
> yang praktisi, itu definisi saya, selain jadi dosen, mereka juga masih jadi
> praktisi saat ngajar saya.
>
>
>
> 2. Kalaupun si dosen praktisi, kurikulum kuliahnya nggak memungkinkan dosen
> itu kasih ilmu yg up to date ke mahasiswanya, kecuali tipikal dosen
> pemberontak :)
>
>
>
> Saya termasuk dosen pemberontak enggak ya...? Mikir-mikir...
>
>
>
> Ini yg secara nggak langsung bikin gap antara industri dan universitas.
>
>
>
> Agreed..
>
>
>
> Apa yg diajarkan dosen non praktisi (kebanyakan) adalah dari buku (tahun
> terbitannya kadang udah "basi")
>
>
>
> He, he, he.sudah gitu seringkali gaya bahasanya..duuuh...bikin kepala pusing
>
>
>
> Kemudian,
>
>
>
> Mahasiswa tentunya ngejar nilai, dipelajarilah ilmu yg udah obsolete
> tersebut (sialnya ilmu IT berkembangnya cepat banget, beda ama disiplin
> ilmu2 yg lain). Oke lah, singkat cerita si mahasiswa nguasain ilmu tersebut,
> dan di implementasikan di praktikum lab.
>
>
>
> Sialnya lagi,
>
> Resource PC yg dimiliki universitas itu udah jadul (mungkin hanya mampu
> running windows 98), alhasil asisten lab nggak bisa berbuat banyak,
> diajarilah seadanya, yg penting kasih materi, di ujikan, nilainya keluar.
>
>
>
> Apes tenan.zaman Windows 7, labolatorium masih Win 98...
>
>
>
> Bangga nih si mahasiswa, ilmu dikuasai, praktikum pun dinilai bagus.
>
>
>
> Pas lulus dengan IPK gede, kagetlah dia ternyata apa yg dipelajari (hampir)
> sama sekali nggak kepake di real world, mulailah dia belajar lagi dari awal
> :)
>
>
>
> ini realita yg menyebabkan kelihatannya lulusan universitas nggak memadai
> untuk siap kerja karena dia harus belajar lagi dari awal sesuai kebutuhan
> perusahaan tempat dia bekerja...
>
>
>
> True enough..
>
>
>
> Eh, kita kok jadinya kayak curhat pengalaman mahasiswa ya....
>
>
>
> Sent from BlackBerryR on 3
>
>
>
>
>
>
--
--
Pandu E Poluan - IT Optimizer
My website: http://pandu.poluan.info/
_______________________________________________
To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
Get Free 5 GB mailbox Check this http://www.mugi.or.id
Powered by bisnismedia.com
www.x-phones.com (all about ponsel)