Sudah Saatnya Meniti Jejak
As-Salafus Salih sebagai Solusi Problematika Umat
(bagian 1)
Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh!
Apa kabar teman-temanku semua? Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan
serta hidayah kepada kita semuanya.
Langsung aja niy....! Akhir-akhir ini beberapa teman di Mushola Binus sedang
tertarik membicarakan "salafy". Sebagian dari mereka datang kepada ana dan
menanyakan perihal tersebut. Ana memberikan penjelasan apa adanya tentang
hakekat dakwah manhaj ini. Namun, selama beberapa saat kemudian terdengar
sebuah selentingan tentang dakwah salafiyah. Menuding dakwah ini dengan hal-hal
yang bermacam-macam. Ana menyimpulkan bahwa mereka yang menuding dakwah
salafiyah tersebut sepertinya belum memahami hakikat dakwah yang mulia ini.
Ana sendiri adalah salah satu orang yang mengikuti bimbingan dan tarbiyah
dibawah asuhan manhaj salaf/salafiyah. Atau dengan istilah lainnya orang-orang
yang menisbatkan kepada dakwah ini sering disebut salafy. Ana sudah mulai
mengkaji islam dengan manhaj ini sejak 6 tahun lalu. Apa yang ana dapatkan
disini? Ana mendapatkan banyak sekali pengajaran islam, mulai dari ilmu aqidah,
fikih, hadits, dan bahasa arab.
Lalu apakah sebenarnya itu salafy? Benarkah mereka sebuah pergerakan islam atau
kelompok aliran islam tertentu layaknya seperti Ikhwanul Muslimin, Jamaah
Tabligh, Syiah Rafidah, Thariqah Sufiyah? Benarkah Orang-orang salafy
sekularisme? Benarkan Salafy tidak mengenal kondisi umat? Benarkah salafy
ekstrim dan tidak mengenal toleransi? Benarkan mereka kerjanya mencerca jamaah
lain, alias mudah sekali mem-bidah-kan ajaran suatu kelompok lain?
Inti dari tudingan-tudingan tersebut bisa disimpulkan bahwa sebagian orang
menganggap bahwa salafiyah adalah sebuah kelompok atau gerakan baru dalam islam
yang mengusung gerakan pemurnian tauhid yang lahir dari Arab Saudi, dengan
istilah lain Wahabbi.
Mengapa perlu ana tuliskan artikel tentang salafiyah ini di sini? Karena ana
melihat telah banyak pengkaburan hakikat makna dari salafiyah ini. Umat telah
digiring ke dalam lembah kebutaan akan manhaj yang hak ini. Tak mampu
membedakan mana syubhat/fitnah bid'ah dan mana sunnah. Marilah kini dan telah
tiba saatnya, tidak mau tidak, untuk bersama-sama kita membangun kembali
kejayaan islam dengan kembali kepada ajaran agama islam sesuai dengan
Kitabullah wa Sunnah Rasul dengan meniti pemahaman/manhaj para salasuf salih.
Okeh, itu pengantar saja. Langsung saja ana akan menjelaskan hakikat dakwah
salafiyah ini. Ana mulai dengan istilah-istilah salaf, As-salafus salih,
salafy, dan salafiyoon, salafiyah
Pengertian Salaf
Secara bahasa, salaf berarti orang-orang yang mendahului kita, baik dari segi
keilmuan, keimanan, keutamaan, maupun kebaikannya.
Ibnul Manzhur berkata, Salaf juga berarti orang-orang yang mendahuluimu,
baik orang tua maupun karib kerabatmu yang lebih tua dan utama darimu.
Termasuk dalam pengertian ini apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah kepada
putrinya
Fatimah az-Zahra,
Sesunguhnya sebaik-baik salaf bagimu adalah aku HR. Muslim (no. 1450).
Adapun yang dimaksud salaf menurut istilah para ulama pada asalnya adalah
para sahabat Nabi, kemudian disertakan kepada mereka -dalam istilah tersebut-
generasi sesudah mereka yang mengikuti jejak mereka. Kitab Limadza Ikhtartu
Madzhab Salaf hal. 30
Sedangkan menurut tinjauan waktu, maka salaf maksudnya adalah
generasi-generasi terbaik yang patut diteladani dan diikuti, yaitu tiga
generasi pertama yang telah dipersaksikan keutamaannya oleh Rasulullah dalam
sabdanya:
Sebaik-baik umat adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya, kemudian
sesudahnya lagi.
Namun, makna salaf menurut tinjauan waktu ini masih belum cukup, karena
kita melihat kemunculan firqah-firqah sesat dan bidah-bidah pada masa-masa
tersebut, sehingga orang yang hidup pada masa tersebut tidak cukup dikatakan
bahwa dia berada di atas manhaj Salaf sampai diketahui bahwa dia sejalan dengan
para sahabat dalam memahami Al-Quran dan As-Sunnah.
Oleh karena itu, para ulama menambahkan dengan istilah As-Salaf Ash-Shalih
(generasi Salaf yang saleh). Pada perkembangan selanjutnya istilah salaf
dinisbatkan kepada orang-orang yang senantiasa menjaga aqidah dan manhaj
hidupnya agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan para sahabatnya sebelum
terjadi perpecahan dan perselisihan, yaitu dengan munculnya beberapa macam
firqah (kelompok Islam sempalan).
Dakwah salafiyah sendiri kalau dalam konteks bahasa kita bisa diartikan
"dakwah yang mengacu pada metodologi para ulama As-Salafus Salih (Sahabat,
tabi'in, tabiut tabi'in)". Kemudian orang yang menisbatkan diri untuk mengikuti
manhaj atau dakwah salafiyah ini disebut salafy.
Jadi, kalao kita melihat bahwa dakwah salafiyah adalah dakwah Nabi Muhammad
dan para Sahabat. Maka kebenaran dakwah salafiyyah bersifat absolut, namun
tidak sekadar mengaku-ngaku sebagai pengemban, penyeru dan penerap dakwah ini.
Klaim seseorang bahwa dia itu salafy itu bisa benar, bisa agak benar bisa juga
tidak benar sama sekali. Semuanya tergantung sejauh mana keselarasan mereka
dengan para ulama As-Salafus Salih terdahulu dalam masalah aqidah, ibadah,
akhlak, dan perilaku mereka."
Namun kita harus tetap menghargai seseorang yang menisbatkan diri sebagai
salafy. Karena penisbatan kepada manhaj salaf adalah sesuatu yang diutamakan
dan terpuji. Karena siapa lagi yang akan kita ikuti dalam islamnya setelah
Rasulullah selain para generasi terbaik pendahulu umat ini yaitu Sahabat,
tabi'in dan tabiut tabiin.
Lalu ada sebagian orang yang mengaku berilmu enggan untuk menisbatkan diri
pada salafy/istilah As-salaf dengan sangkaan tidak ada dasarnya itu. Mereka
mengucapkan, "Seorang muslim tidak boleh menyatakan, 'saya adalah salafy'.".
Pernyataan ini sama saja secara tidak langsung mereka beranggapan bahwa seorang
muslim tidak boleh mengikuti metode As-Salafus Salih (para sahabat dan pengikut
mereka) baik dalam aqidah, ibadah, atau akhlak.
Tidak diragukan lagi bahwa keengganan mereka ini membawa konsekuensi untuk
melepaskan diri dari islam yang benar seperti yang dianut oleh As-Salafush
Shalih pimpinan Rasulullah, sebagaimana Rasululllah bersabda :
"Sebaik-baik generasi manusia adalah generasiku ini, kemudian sesudahnya,
kemudian sesudahnya"
---- Kapan munculnya istilah "salafy" sendiri?------
Kalo ada yang berkata istilah salafy itu gak dicontohkan oleh sahabat. Di
zaman sahabat dan tabiin tidak ada tuh namanya salafy atau mengaku salafy. Ya
iyalah... Di zaman mereka islam itu masih terlihat murni dan satu. Meskipun ada
beberapa bibit penyimpangan baik dari khawarij maupun Syiah, sahabat dan tabiin
pada saat itu masih banyak dan teguh konsisten menerapkan islam yang murni
sesuai tuntunan Rasulullah.
Salafy sendiri muncul di akhir-akhir zaman ini karena beberapa ulama dengan
ijtihad mereka perlu memandang telah bermunculan berbagai pemikiran/firqah di
islam ini. Islam terpecah belah, sehingga tidak kentara mana yang masih murni
sesuai dengan sunnah mana yang menyimpang. Sehingga, muncullah pertama kali
istilah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yang menisbatkan kepada kepada Sunnah Nabi.
Namun seiring dengan perkembangannya ternyata beberapa firqah pun mengaku kalo
pemirikan berlandaskan Al-Quran dan Sunnah Nabi, atau mereka pun mengaku kepada
dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, seperti yang diklaim oleh kalangan Asy'ariah
(kelompok yang membatasi Nama dan sifat-sifat Allah). Maka beberapa ulama Ahlu
Hadits yang konsisten mengikuti Al-Quran dan Hadits Sahih dengan baik perlu
mengusung suatu istilah. Istilah itu adalah salafiyah. Banyak dari para ulama
memakai istilah salaf dalam beberapa kitab-kitab mereka seperti Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyah, Amirul Mukminin fil Hadits Asy-Syaikh Ibnu Hajar Al-Atsqolani
(pengarang kitab Bulughul Maram, kitab fikih terkenal dikalang syafiiah).
Sekian saja bagian pertama dari penjelasan ana mengenai dakwah salafiyah ini
yang ana beri judul, "Mengenal Salafiyah Lebih dekat".
Wallahu a'lam.
Daftar Referensi :
1. "Mengapa Memilih Manhaj Salaf", karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali.
Penerbit Pustaka Imam Bukhari.
2. "Ada Apa dengan Salafy?", Karya Al-Ustadz Abu Umar Basyir, Penerbit Rumah
Dzikir.
---------------------------------
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.