Lain padang lain belalang, Lain lubuk lain pula ikannya,
pendapat teman2 diatas memang ada benarnya juga, tentang tajwid yang berlainan pada beberapa mushaf alquran. alquran banyak dicetak diseluruh dunia, tentang isi semuanya benar (jika tidak diubah) hanya saja beberapa tajwid yang membedakan cara membaca alquran tersebut. "Mushaf Utsmani memiliki beberapa ke-khas-an, salah satunya disetiap pojok
halaman selalu Akhir sebuah ayat. kemudian jika kita hitung jumlah lembarnya maka disetiap 10 lembar akan sesuai dengan 1 juz. Sedangkan banyak keluaran Indonesia kurang memperhatikan hal-hal tersebut."
Memang alquran cetakan Indonesia saya perhatikan tidak ada kekhasan khusus seperti itu, tapi itulah ciri dari alquran Indonesia yang membedakannya dari mushaf cetakan lain, di Indonesia paham islam kebanyakan dianut oleh imam Syafi'i sedangkan di Saudi sendiri banyak sekali paham yang dianutnya mungkin imam Hanafi atau imam Maliki atau mungkin lainnya. Kita sebagai bangsa Indonesia memiliki pandangan dan cara tersendiri dalam membaca atau mempraktikan sunnah2 Rasul (bukan berarti kita ingkar kepada-Nya) tetap berlandaskan alquran dan sunnah-Nya. "Dan banyak orang yang sudah terbiasa dengan mushaf utsamani maka akan *sulit
ke lain hati (*Qur'an lain)."
Mungkin yang menyebakan susah ke lain hati itu adalah mushaf yang dicetaknya tersusun rapi mulai dari huruf hingga lembarannya. karena memang dicetak rapi sekali seperti hasil ketikan komputer. "sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk membaca mushaf utsmani dari
sekarang, bukan Al-Quran keluaran Indonesia"
Kenapa kita harus membaca mushaf orang lain kalau masih ada mushaf sendiri? seperti yang sudah saya katakan diatas, Indonesia tidak seperti Iran, Irak, Turki atau negeri Timur Tengah lainnya. Indonesia adalah Indonesia bukan Mesir. "banyak koq yang jual di toko2. bilang aja "Mushaf Madinah"."
Banyak juga yang menjual mushaf terbitan Indonesia. Jadi, Indonesia tetap Indonesia, kita dilahirkan di Indonesia bukan di Palestina, boleh hati kita Mekkah, otak kita Jerman. Tapi tanah air tetap Indonesia. kita tetap memperhatikan 'tubuh sendiri' di negara lain. Mushaf Indonesia boleh dijadikan acuan. Mohon maaf kalau ada kesalahan.
