Menurut info dari milis tetangga, sampai tgl 30 Mei, posisi matahari 
persis ada di atas  Ka'bah pada pukul 16.18 WIB (+/- 5 menit).  
Luruskan arah kiblat masjid,
mushola, rumah, kantor anda dengan meletakkan tongkat yang berdiri 
tegak lurus  pada waktu tsb; pada arah yg berlawanan dg bayang2 
tongkat tsb, itulah arah
kiblat. Ini salah satu hikmah mengapa kiblat dipindahkan ke Ka'bah 
(koordinat 21 derajat 25 menit LU 39 derajat 50 menit BT, menurut 
Pakistan Army Corps of Engineer) di Masjidil Haram (lihat al-Baqarah 
144), karena posisi
kota Makkah (termasuk Ka'bah juga) berada di selatan garis balik 
utara 23,5 LU sehingga senantiasa dilintasi gerak semu Matahari dua 
kali tiap tahun Gregorian. Bayangkan seandainya kiblat itu tetap di 
Masjid al-Aqsa Jerusalem, ataupun di Madinah misalnya, maka kita 
tidak bisa menggunakan cara yang sangat praktis dan mudah ini guna 
menentukan arah kiblat. 

Prinsip yang dipakai adalah gerak semu tahunan Matahari. Benda 
langit lain bisa saja dipakai, namun
Matahari memiliki kelebihan karena gerakannya bisa diprediksi dengan 
akurasi sangat tinggi (berbeda dengan Bulan, misalnya) dan sinarnya 
sangat cemerlang sehingga menghasilkan bayangan tajam. 
  
Ka'bah dilintasi Matahari masing-masing pada tanggal 28 Mei pukul 
09:18 GMT dan 16 Juli pukul 09:27 GMT,
kecuali pada tahun kabisat dimana tanggalnya bergeser sehari lebih 
awal. Karena zona waktu Makkah adalah GMT + 3, maka pada tanggal-
tanggal tersebut penetapan arah kiblat menggunakan bayangan Matahari 
bisa dilakukan untuk daerah-daerah waktu GMT - 2 (Samudera Atlantik) 
hingga GMT + 8 (zona WITA), mencakup seluruh benua Eropa, Afrika dan 
sebagian besar Asia, tinggal menyesuaikan waktunya saja. Untuk zona 
waktu GMT + 10 hingga GMT - 4, tanggal penentuannya adalah 28 
November pukul 21:09 GMT dan 16 Januari pukul 21:29 GMT, karena pada 
saat itu Matahari sedang melintas di atas titik-lawan (antipode) 
Ka'bah, yakni di wilayah Kepulauan Tuamotu di Samudera Pasifik. Sama 
dengan diatas, pada tahun kabisat tanggal ini pun maju sehari lebih 
cepat.  

Dalam ranah praktis, sebenarnya tidak harus persis menunggu tanggal 
28 Mei dan 16 Juli. Karena Matahari bukan point-source namun sebagai 
bundaran berdiameter 0,5 derajat jika dilihat dari Bumi, maka jika 
kita
tepat berdiri di Ka'bah, deviasi 0,5 derajat masih bisa diterima, 
seperti disarankan Dr. T. Djamaluddin
dari LAPAN. Dengan demikian terdapat rentang tanggal 25 - 29 Mei 
pukul 09:18 GMT serta 14 - 18 Juli pukul
09:27 GMT guna menentukan arah kiblat dengan bayangan Matahari. 
Ketelitiannya cukup tinggi dan bisa
disandingkan dengan pengukuran berbasis GPS. Untuk mencocokkan 
waktu, bisa dikalibrasi dengan 103-nya
Telkom atau waktu siaran berita RRI.  
  
Sebenarnya, kalau mau, tiap hari kita bisa menentukan arah kiblat 
dengan bayangan Matahari koq. Tidak harus menunggu hingga bulan Mei 
dan Juli. Jogja Astro Club telah memperkenalkan metode penentuan 
arah kiblat berbasis 4 waktu istimewa, dimana tiap hari selalu ada 
dua waktu istimewa untuk menentukan arah kiblat. Memang dalam metode 
ini kita harus mengetahui berapa koordinat bujur dan lintang di 
titik yang akan kita ukur arah kiblatnya, namun dengan tersedia 
Google Earth atau Wikimapia - jika GPS tidak ada - tidak
sulit untuk mengetahuinya. 


Kirim email ke