Diambil dari mailing list [EMAIL PROTECTED]

Message: 5        
   Date: Thu, 24 Feb 2005 10:12:53 -0800 (PST)
   From: sabil arrasyad <>
Subject: yahudi berwajah muslim

SYI'AH = YAHUDI )*
" Dan janganlah Engkau hinakan aku (Ibrahim) pada hari mereka
(musyrikin) dibangkitkan. Pada hari (dimana) harta dan anak-anak tidak
bermanfaat, kecuali orang-orang yang mendatangi Allah dengan hati yang
salim (bersih dan selamat)" [QS. Asy-Syu'ara : 88-89]. Demikianlah
Ibrahim Khalilullah berdo'a kepada Rabb semesta alam tatkala
mengingkari ayahnya bersama kesyirikan dan aqidah kufurnya. Dan tidak
diragukan lagi bahwa hati yang salim dalam ayat tersebut adalah hati
yang sesak dengan sinar Tauhid dan selamat dari kegelapan syirik dan
segala macam bentuk kekufuran. Namun Iblis dan bala tentaranya tak
pernah bosan menjalankan misi mereka untuk menjauhkan hamba-hamba
Ar-Rahman dari hati yang salim. Dan SYI'AH adalah salah satu produk
mereka untuk misi keji tersebut.

Kami angkat risalah ini (Insya Allah secara ber-seri) kehadapan
pembaca, untuk menjabarkan secara mendetail sebuah tatanan konspirasi
Yahudi melalui agama Syi'ah yang sepintas lalu menampakkan label Islam
yang pada hakikatnya merupakan seruan untuk berbondong-bondong menuju
panasnya Jahannam. Dikarenakan pula wabah Syi'ah yang kini semakin
merebak di tengah-tengah ummat khususnya di Lombok. Telah sampai
kepada kami informasi bahwa pada sebuah penampungan imigran di Lombok
terdapat 158 Syi'i (orang Syi'ah). Maka kita tidak perlu heran kalau
mereka lari dari peperangan dan taman surga yang dijanjikan Allah bagi
mereka yang terbunuh dalam perang karena-Nya, sebab mereka adalah
orang-orang munafik hasil didikan Yahudi untuk menggembosi
pejuang-pejuang Islam. Dan pada seri yang pertama ini kami hadirkan
kepada pembaca tentang cikal bakal munculnya Syi'ah sebagai pengantar
untuk menyelami hakikat mereka lebih dalam lagi dan mengungkap
borok-borok mereka kepada ummat. Semoga kita dapat
 menjumpai Allah dengan hati yang salim.

Prakarsa seorang Yahudi menelurkan Syi'ah

Adalah orang-orang Yahudi yang pertama kali menebarkan racun di dalam
agama Islam ini untuk memalingkan putra-putra Islam dari agama dan
aqidah yang lurus. Dan adalah Abdullah bin Saba' seorang Yahudi
gembong munafik yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan
keislaman yang geram melihat Islam tersiar dan tersebar di jazirah
Arab, di Imperium Romawi, negeri-negeri Persia sampai ke Afrika dan
masuk jauh di Asia, bahkan sampai berkibar di perbatasan-perbatasan
Eropa. Ibnu Saba' ingin menghadang langkah Islam supaya tidak mendunia
dengan merencanakan makar bersama Yahudi San'a (Yaman) untuk
mengacaukan Islam dan ummatnya. Mereka menyebarkan orang-orangnya
termasuk Ibnu Saba' sendiri ke berbagai wilayah Islam termasuk ibukota
Khalifah, Madinah Nabawiyah. Mereka mulai menyulut fitnah dengan
memprovokasi orang-orang lugu dan berhati sakit untuk menentang
Khalifah Utsman. Pada waktu itu juga memperlihatkan rasa cinta kepada
`Ali bin Abi Thalib Rhadhiallahu `anhu. Mereka mengaku dan
 mendukung kelompok `Ali, padahal `Ali tidak ada sangkut pautnya
dengan mereka.

Fitnah ini terus menggelinding. Mereka mencampur pemikiran mereka
dengan aqidah-aqidah yang rusak. Dan mereka menyebut diri sebagai
"Syi'ah `Ali" (pendukung `Ali), padahal `Ali membenci mereka bahkan
`Ali sendiri telah menghukum mereka dengan siksaan yang pedih, begitu
pula putra-putra dari keturunan `Ali membenci dan melaknat mereka,
akan tetapi kenyataan ini ditutup-tutupi serta kemudian diganti secara
lici dan keji.Pada waktu itu Persia (Majusi) juga menyimpan dendam
kesumat karena di zaman Khalifah `Umar bin Khattab negeri kufur mereka
hancur di saat puncak kejayaannya oleh `Umar sendiri, demikian pula
Yahudi yang diusir dari Madinah oleh beliau. Maka bertemulah Majusi
dan Yahudi menyatukan rencana mereka untuk menumpas Islam dari dalam.

Pengakuan tokoh-tokoh besar Syi'ah

Seorang `Ulama Syi'ah pada abad 3 H Abu Muhammad Al-Hasan bin Musa
An-Nubakhti mengatakan dalam kitabnya "Firaq Asy-Syi'ah" : "Abdullah
bin Saba' adalah orang yang menampakkan cacian kepada abu Bakar, `Umar
dan Utsman serta para sahabat, ia berlepas diri dari mereka dan
mengatakan bahwa `Ali telah memerintahkannya berbuat demikian. Maka
`Ali menangkapnya dan menanyakan tentang ucapannya itu, ternyata ia
mengakuinya, maka `Ali memerintahkan untuk membunuhnya. Orang-orang
berteriak kepada `Ali, "Wahai Amirul mukminin! Apakah Anda akan
membunuh seorang yang mengajak untuk mencintai Anda, ahlul bait,
keluarga Anda dan mengajak untuk membenci musuh-musuh Anda?" Maka `Ali
mengusirnya ke Madain (ibukota Iran waktu itu). Dan sekelompok ahli
ilmu dari sahabat `Ali mengisahkan bahwa Ibnu Saba' adalah seorang
Yahudi lalu masuk Islam dan menyatakan setia kepada `Ali. Ketika masih
Yahudi ia berkata bahwa Yusa' bin Nun adalah Washi (penerima wasiat)
dari Nabi Musa `Alaihissalam -secara berlebihan-
 kemudian ketika Islamnya, setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu
`alaihi wa sallam ia mengatakan tentang `Ali sebagai penerima wasiat
dari Rasulullah (sebagaimana Musa kepada Yusa' bin Nun). Dia adalah
orang pertama yang menyebarkan faham tentang Imamah `Ali, menampakkan
permusuhan terhadap musuh-musuh `Ali (yang tidak lain adalah para
Sahabat yang dicintai `Ali) dan mengungkap para lawannya. Dari sanalah
orang-orang diluar Syi'ah mengatkan bahwa akar masalah "Rafdh"
(menolak selain Khalifah `Ali) diambil dari Yahudi. Ketika kabar
kematian `Ali sampai ke telinga Ibnu Saba' di Madain dia berkata
kepada yang membawa berita duka, "Kamu berdusta, seandainya engkau
datang kepada kami dengan membawa (bukti) otaknya yang diletakkan
dalam 70 kantong dan saksi sebanyak 70 orang yang adil, kami tetap
meyakini bahwa dia (`Ali) belum mati dan tidak terbunuh. Dia tidak
mati sebelum mengisi bumi dengan keadilan."

Demikianlah ucapan orang yang dipercaya oleh semua orang Syi'ah dalam
bukunya "Firaq Asy-Syi'ah" [hal. 43-44. Cet Al-Haidariyah,Najef 1379
H]. Ucapan senada juga diungkapkan oleh Abu Umar Al-Kasysyi, ulama
Syi'ah abad 4 H dalam bukunya yang tersohor "Rijal Al-Kasysyi" [hal.
101. Mu'assasah Al-A'lami. Karbala Iraq].

Kini setelah lebih dari seribu tahun sebagian Hakham (pemimpin ulama)
Syi'ah mengingkari keberadaan sosok Ibnu Saba' dengan tujuan supaya
tidak terbongkar kebusukan mereka. Di antara yang mengingkarinya
adalah Muhammad Al-Husain Ali Kasyf Al-Ghitha di dalam kitabnya "Ashl
Asy-Syi'ah wa ashuluha." Namun anehnya banyak sekali kitab-kitab
Syi'ah yang mengukuhkan tentang keberadaan Ibnu Saba' sebagai peletak
batu pertama agama Syi'ah. Sebagian ulama Syi'ah kontemporer telah
mengubah pola mereka dan mulai mengakui adanya tokoh Ibnu Saba',
setelah bukti tampak di depan mata mereka dan tidak bisa lagi
mengelak. Mengelak harganya sangat mahal bagi mereka sebab
konsekuensinya adalah menganggap cacat sumber-sumber agama
mereka.karena itu Muhammad Husain Az-Zen seorang Syi'ah kontemporer
mengatakan, "Bagaimanapun juga Ibnu Saba' memang ada dan dia telah
menampakkan sikap ghuluw (melampaui batas), sekalipun ada yang
meragukannya dan menjadikannya tokoh dalam khayalan. Adapun kami
sesuai dengan
 penelitian terakhir maka kami tidak meragukan keberadaannya dan
ghuluwnya." [Asy-Syi'ah wa At-Tarikh, hal. 213].


Kemiripan dua saudara kembar,Syi'ah dan Yahudi

Persinggungan antara aqidah Syi'ah dan aqidah Yahudi yang kotor itu
bisa dilihat dari poin-poin berikut :

   Yahudi telah mengubah-ubah Taurat, begitu pula Syi'ah mereka punya
Al-Qur'an hasil kerajinan tangan mereka yakni "Mushaf Fathimah" yang
tebalnya 3 kali Al-Qur'an kaum Muslimin.Mereka menganggap ayat
Al-Qur'an yang diturunkan berjumlah 17.000 ayat, dan menuduh Sahabat
menghapus sepuluh ribu lebih ayat
   Yahudi menuduh Maryam yang suci berzina [QS. Maryam : 28], Syi'ah
melakukan hal yang sama terhadap istri Rasulullah `Aisyah Radhiallahu
`anha sebagaimana yang diungkapkan Al-Qummi (pembesar Syi'ah) dalam
"Tafsir Al-Qummi (II 34)"
   Yahudi mengatakan, "kami tidak akan disentuh oleh api neraka
melainkan hanya beberapa hari saja". [QS. Al-Baqarah : 80] Syi'ah
lebih dahsyat lagi dengan mengatakan, "Api neraka telah diharamkan
membakar setiap orang Syi'ah" sebagaimana tercantum dalam kitab mereka
yang dianggap suci "Fashl Kitab (hal.157)"
   Yahudi meyakini bahwa, Allah mengetahui sesuatu setelah tadinya
tidak tahu, begitu juga dengan Syi'ah
   Yahudi beranggapan bahwa ucapan "amin" dalam shalat adalah
membatalkan shalat. Syi'ah juga beranggapan yang sama.
   Yahudi berkata, "Allah mewajibkan kita lima puluh shalat" Begitu
pula dengan Syi'ah.
   Yahudi keluar dari shalat tanpa salam,cukup dengan mengangkat
tangan dan memukulkan pada lutut. Syi'ah juga mengamalkan hal yang sama.
   Yahudi miring sedikit dari kiblat, begitu pula dengan Syi'ah.
   Yahudi berkata "Tidak layak (tidak sah) kerajaan itu melainkan di
tangan keluarga Daud". Syi'ah berkata," tidak layak Imamah iut
melainkan pada `Ali dan keturunanannya"
   Yahudi mengakhirkan Shalat hingga bertaburnya bintang-bintang di
langit. Syi'ah juga mengakhirkan Shalat sebagaimana Yahudi
   Yahudi mengkultuskan Ahbar (`ulama) dan Ruhban (para pendeta)
mereka sampai tingkat ibadah dan menuhankan.Syi'ah begitu pula,
bersifat Ghuluw (melampaui batas) dalam mencintai para Imam mereka dan
mengkultuskannya hingga di atas kelas manusia.
   Yahudi mengatakan Ilyas dan Finhas bin `Azar bin Harun akan kembali
(reinkarnasi) setelah mereka bedua meninggal dunia. Syi'ah lebih seru,
mereka menyuarakan kembalinya (reinkarnasinya) `Ali, Al-Hasan,
Al-Husain, dan Musa bin Ja'far yang dikhayalkan itu.
   Yahudi tidak Shalat melainkan sendiri-sendiri, Syi'ah juga
beranggapan yang sama, ini dikarenakan mereka meyakini bahwa tidak ada
Shalat berjama'ah sebelum datangnya "Pemimpin ke-dua belas" yaitu Imam
Mahdi.
   Yahudi tidak melakukan sujud sebelum menundukkan kepalanya
berkali-kali, mirip ruku. Syi'ah Rafidhah juga demikian.
   Yahudi menghalalkan darah setiap muslim. Demikian pula Syi'ah,
mereka menghalalkan darah Ahlussunnah.
   Yahudi mengharamkan makan kelinci dan limpa dan jenis ikan yang
disebut jariu dan marmahi. Begitu pula orang-orang Syi'ah.
   Yahudi tidak menghitung Talak sedikitpun melainkan pada setiap
Haid. Begitu pula Syi'ah.
   Yahudi dalam syari'at Ya'qub membolehkan nikah dengan dua orang
wanita yang bersaudara sekaligus. Syi'ahjuga membolehkan penggabungan
(dalam akad nikah) antara seorang wanita dengan bibinya.
   Yahudi tidak menggali liang lahad untuk jenazah mereka. Syi'ah
Rafidhah juga demikia.
   Yahudi memasukkan tanah basah bersama-sama jenazah mereka dalam
kain kafannya demikian juga Syi'ah Rafidhah.
   Yahudi tidak menetapkan adanya jihad hingga Allah mengutus Dajjal.
Syi'ah Rafidhah mengatakan,"tidak ada jihad hingga Allah mengutus Imam
Mahdi datang.

[kitab Badzl Al-majhud fi Itsbat musyabahah Ar-Rafidhah li Al-Yahud ,
oleh Abdullah Al-jamili]

Ini adalah setetes air dari luasnya samudra tentang kemiripan mereka
dengan Yahudi, karena sesungguhnya Syi'ah merupakan aqidah campuran
dari Yahudi, Nashrani, Persi (Majusi), Romawi dan Hindu. Mereka aduk
unsur-unsur itu bagaikan adonan lalu dituangkan dalam satu cetakan
kemudian diletakkan dalam suatu kemasan dan disajikan dengan nama
"Syi'ah".Maka jelaslah sudah, sebagaimana jelasnya mentari yang tak
diselimuti awan bahwa " Syi'ah adalah Yahudi dan Yahudi adalah
Syi'ah". Akan lebih jelas lagi bagi Anda tentang apa dan bagimana
Syi'ah dalam andilnya menghancurkan Islam Serta membuka jalan bagi
musuh-musuh Islam jika Anda menyimak seri-seri selanjutnya tentang Syi'ah.

Nantikan seri : "Mengenal Agama Syi'ah" berikutnya yang berisikan:

   "Menyelami gelapnya aqidah Syi'ah"
   "Kawin Kontrak, Taqiyah. ritual kaum Syi'ah"
   "Tikaman Syi'ah terhadap Sahabat"
   "Syi'ah, membuat kita tertawa, marah dan menangis"
   "Salafiyyin Rabbani menelanjangi Syi'ah"
   "Syi'ah di Indonesia. Studi tokoh, gerakan dan media dakwah mereka"
   "Bahaya taqrib (Pendekatan Sunnah-Syi'ah)"

Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi "Asy-Syi'ah minhum `alaihim"

)* Kami angkat judul ini tatkala saudara-saudara kami di Palestin
bersimbah darah karena kekejian Yahudi. Berjihad dan bersabarlah
Palestin!!! begitu juga di irak mereka dibunuhi oleh syiah rafidhoh
bersama Amerika, ya Allah lindungilah mereka semua,Sesungguhnya
kematian di atas Tauhid dikarenakan mesin perang Yahudi dan Amerika
balasannya Taman Surga, sedang kematian karena Racun Yahudi yang
bernama "SYI'AH" balasannya jahannam.

Kirim email ke