Infopalestina : Kaum muslimin siang tadi Ahad (16/9) tumpah ruang di 
Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Mereka memenuhi 
ruangan serambi bahkan lapangan. Semuanya antusias memperhatikan 
para pembicara yang hadir dalam acara tersebut. Hadir dalam acara 
itu sejumlah tokoh nasional, seperti Suripto yang langsung 
memberikan jam tanganya merek Login seharga 3 juta rupiah untuk 
membantu rakyat Palestina juga Abdullah Toha, anggota DPRRI yang 
berbicara di season terakhirr membahas dunia Islam.

Yang membuat acara ini begitu itimewa adalah hadirnya tokoh 
Palestina, Imam Masjid Al-Aqsha, Syikh Mohammad Al-Syikh Mahmod yang 
suka dikenal dengan Syikh Shiyam. Dalam orasinya Syaikh Shiyam 
menyampaikan terima kasih kepada jama'ah Al-Azhar dan bangsa 
Indonesia yang tetap komitmen untuk membantu rakyat Palestina. 
Bantuan ini akan disalurkan kepada keluarga para syuhada, anak yatim 
dan mahasiswa untuk membiayai studinya. 

Dalam pada itu Syaikh Shiyam juga menyampaikan moment Ramadhan ini 
hendaklah digunakan untuk mendoakan saudara-saudara sesame muslim 
yang kini sedang menderita di belahan dunia lain. Seperti Sudan, 
Irak, Afganistan ataupun Palestina.

Syaikh Shiyam juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah 
Indonesia yang telah mendukung perjuangan bangsa Palestian secara 
politik melalui rancangan resolussi DK PBB untuk Israel yang dijegal 
oleh Amerika dan utusan otoritas Palestina pimpinan Mahmud Abbas.

Sementara itu Suripto yang juga ketua KNRP (Komite Nasional untuk 
Rakyat Palestina) memaparkan tentang penderitaan rakyat Palestina 
dari sisi kemanusiaan. Seperti data syuhada, anak yatim, tawanan, 
rumah yang digusur dan hak-hak Palestina di sejumlah perbatasan.

Di pihak lain, Abdullah Toha menegaskan, kasus Palestina sebenarnya 
akibat arogansi Amerika. Seperti tergambar juga di Irak, Afganistan 
dan tempat-tempat lainya. Arogansi ini suatu saat pasti akan hancur, 
ungkap Toha.

Di samping itu, Ia menyoroti tentang rencana investasi Israel di 
Indonesia. Pihaknya akan memanggil Deplu untuk dimintai keterangan 
tentang bentuk investasi yang akan dijalankan Israel di Indonesia. 
Dan bila itu terjadi, maka pihaknya akan menolak habis-habisan 
rencana tersebut, tukasnya.

Diakhir acara dilelang 2 cincin emas kaligrafi seharga 10 juta. 
Sampai berita ini diturunkan belum ada yang menawar kedua barang 
tersebut yang seluruhnya akan disumbangkan kepada rakyat Palestina. 
(asy)



Kirim email ke