DAN AKHIRNYA AKU TERSADAR DARI KELALAIANKU
Penulis: Syaikh Salim Al-Ajmiy Hafizahullah Taala
Tulisan ini adalah sebuah surat yang dikirimkan oleh salah seorang wanita
yang mengisahkan kisah seorang korban dari sekian banyak korban pacaran, dan
menjelaskan betapa jauh pengaruhnya terhadap dirinya, serta bagaimana para
pelamar memalingkan padangan mereka darinya disaat mengetahui akan pamornya
yang jelak, sehingga Allah Subhanahu wa Taala meyelamatkannya dari jalan yang
gelap gulita serta memberikannya petunjuk untuk taat pada
perintah-perintah-Nya. Dia berkomentar dalam suratnya ini dengan mengatakan:
Aku mengirimkan surat ini kepadamu karena aku merasa surat ini pantasuntuk
disebar luaskan, sebab surat ini menjelaskan sampai sejauh mana bencana yang
menimpa sebagian gadis di bawah slogan emansipasi dan pacaran!!! Akan tetapi
yang menjadikan kita semakin bersedih adalah kejadian ini di dengardan di
saksikan oleh para walinya. Aku tuliskan surat ini agar menjadi pelajaran bagi
kaum laki-laki sebelum wanita, agar kaum laki-laki menjaga keluarga wanita
mereka dan anak gadis mereka, agar tidak kehilangan harga diri dan terjatuh
kedalam perangkap syaitan.
Korban ini, yang Allah Subhanahu wa Taala selamatkan sebelum terjatuh kedalam
jurang yang tak berdasar namanya F.A.Q, dia berkata:
Aku dulu hidup dengan penuh kebebasan, sampai-sampai aku memiliki hubungan
dengan para pemuda tetangga, dan aku membujuk mereka untuk berbicara denganku
dan aku berlemah lembut kepada mereka.
Sungguh aku (waktu itu) sangat tidak punya rasa malu, aku menggunakan telephon
untuk berhubungan dengan mereka. Sampai suatu saat ada seorang pemuda yang
ketika melihatku langsung berkeinginan untuk melamarku. Akan tetapi ketika dia
mendengarkan cerita tentang diriku sering disebut-sebut oleh pemuda
lingkunganku, dia berpaling dariku dan memilih untuk menikah dengan adikku. Aku
tidak sholat dan juga tidak menjalankan sedikitpun ajaran agama.
Pada suatu hari mobilu macet di tengah jalan, maka aku melambai-lambaikan
tanganku dengan harapan agar ada mobil yang sudi unuk berhenti dan membantuku,
aku lakukan hal ini beberapa lamanya.
Walaupun banyak pemuda yang berhenti dan turun, tetapi hanya untuk menikmati
senyum dan memandangi tubuhku yang mirip telanjang. Di saat itu
ada sebuah
mobil yang berhenti dan turunlah seorang pemuda yang biasa-biasa saja, tidak
nampak padanya tanda-tanda orang yang beragama. Aku sangat terperanjat ketika
dia tidak mau memadangiku dan hanya bekerja keras dan serius dalam membenahi
mobilku.
Aku sangat keheranan karena dia tidak tergoda olehku dan juga tidak berusaha
untuk merayuku sebagaimana dilakukan oleh para pemuda lainnya!? Maka aku
berusaha untuk merayunya dan akupun tersenyum manis dihadapannya. Akan tetapi
dia tetap tidak mau membalasnya. Dan ketika dia telah menyelesaikan
pekerjaannya dan selesai dari memperbaiki mabilku, dia berkata kepadaku:Semoga
Allah melindungimu, dan hendaknya engkau menutup dirimu. Kemudian dia pergi
meninggalkan aku dalam keadaan terheran-heran melihatnya. Akupun bertanya-tanya
pada diriku: Apa yang menyebabkan seorang pemuda belia yang jiwa muda dan
kelelakiannya sedang memuncak tidak terfitnah denganku, bahkan dia menasehatiku
agar aku menutup diriku?!
Di sepanjang jalan aku bertanya-tanya: Kekuatan apa yang menahan pemuda itu?
Akupun terus memikirkan perkataannya kepadaku, apakah aku dalam kebenaran?
Ataukah aku sedang meniti jalan kebinasaan? Aku tidak henti-hentinya keheranan,
sampai akhirnya aku tiba dirumah, dan kebetulan pada hari itu tidak ada
seorangpun yang dirumah.
Dan ketika aku masuk rumah, tidak berapa lama datanglah suami adikku yang dulu
hendak menikahiku, lantas diapun bercanda denganku
Sebagaimana kebiasaanku,
akupun meladeninya dengan lirikan dan kata-kata yang manis, sampai-sampai dia
berusaha untuk menodaiku. Saat itulah aku tersadar, dan aku merasakan betapa
hinanya diriku. Perasaan yang tidak pernah aku merasakan sebelumnya, akupun
menangis. Aku berhasil lolos dari srigala ini dalam keadaan selamat badanku,
akan tetapi jiwaku sakit. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Dan apa
penghujung jalan yang sedang aku tempuh
?
Akupun berusaha untuk mencari pelarian dari jiwaku yang gundah
Aku tidak
mendapatkan sesuatu yang dapat melupakanku dari kejadian tersebut pada
film-film, lagu-lagu, atau kisah-kisah.
Sehingga aku jatuh sakit beberapa minggu, kemudian aku berkenalan dengan
beberapa wanita yang taat beragama, dan salah seorang dari mereka menasehatkan
kepadaku agar aku melaksanakan sholat.
Sungguh mengherankan, ketika pertama kali aku melakukan sholat, aku merasakan
adanya ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Maka akupun rajin
melaksanakan sholat dan menghadiri ceramah, membaca Al-Quran dan akupun
mengenakan hijab (busana muslimah) yang syariy.
Sampai-sampai pada suatu hari keluargaku keheranan ketika melihatku sedang
sholat. Semenjak itulah aku meniti jalan yang benar dan berdakwah di jalan
Allah, akupun meninggalkan jalan kesesatan.
Sekarang aku memiliki jadwal ceramah tentang hakikat taubat, keutamaan Allah
Azza wa Jalla dan kemurahan-Nya terhadap segenap hamba-Nya dengan memudahkan
jalan hidayah untuk mereka
Segala puji hanya milik Allah yang dengan
nikmat-Nya hal-hal kebaikan dapat terlaksana
.
Sumber: Dlohiyah Muaakasah
http://abdurrahman.wordpress.com/2007/09/14/dan-akhirnya-aku-tersadar-dari-kelalaianku/#more-396
------------------------------------------------
Dikutip dari http://darussalaf.org/index.php?name=News&file=article&sid=890
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.