Note: forwarded message attached.


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs
--- Begin Message ---
Selasa, 11 Des 07 11:59 WIB

Sejak satu dua hari ini, di berbagai milis
Kristen ramai dibahas tentang sebuah film ruhani (baca: film
pemurtadan) yang menurut rencana akan ditayangkan lewat stasiun teve
swasta RCTI di slot acara FTV Natal (juga tengah diusahakan bisa
ditayangkan di TransTV dan TVRI) secara serentak pada hari Sabtu, pukul
16.30 - 17.30 wib nonstop alias TANPA IKLAN. Judul filmya: Sebuah
Penantian.
Film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry
(USA). Penginjil (Evangelist) Billy Graham sendiri merupakan salah
seorang tokoh utama gerakan Zionis-Kristen (Judeo-Christianity) AS yang
dikenal sangat anti Islam dan pendukung fanatik gerakan Zionisme. Billy
Graham inilah ‘Bapak Ruhani’ dari Presiden AS George Walker Bush, di
mana pada pertengahan 1980-an Bush jr., dikabarkan berhasil lepas dari
pengaruh alkohol dan menjadi Kristen yang dilahirkan kembali. Suatu
peristiwa yang oleh kalangan Kristen radikal di AS disebut sebagai Reborn in 
Christ.
Sedangkan menurut investigator kenamaan AS Texe
Marrs, saat itu Bush sebenarnya telah sepakat dengan para penginjil
Zionis untuk memakai kedok kekristenan di dalam upaya menggolkan
cita-cita gerakan Zionisme Internasional. Jadi ‘Reborn in Christ’ hanyalah 
tipuan komplotan Bush agar mendapat dukungan dari umat Kristen AS dan Barat.
Film
“Sebuah Penantian” awalnya bernama “My Hope Indonesia”. Film sejenis
dengan judul “My Hope India” telah diputar di India dan konon menurut
pengakuan di banyak milis Kristen, film tersebut berhasil memurtadkan
jutaan orang-orang Hindu India.
Bukan Film Biasa
Yang patut diketahui, film ini bukan sekadar
film biasa. Tapi telah melewati ritual kekristenan khusus berupa ‘Doa
Puasa’ selama satu bulan penuh. Untuk pemutaran film “Sebuah Penantian”
tanggal 15 Desember 2007 sore, para awak dan pendukung film ini, juga
diikuti oleh banyak jemaat gereja yang berkiblat ke Billy Graham
Ministry AS, telah melakukan ritual tersebut, melakukan Doa dan Puasa
sejak tanggal 15 November hingga 15 Desember 2007.
Tujuannya hanya satu: Agar setiap orang yang
belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, setelah menonton
film ini ruhaninya akan goyang sehingga bisa meninggalkan agama yang
selama ini dianutnya dan menggantinya dengan Tuhan Yesus. Sebuah film
pemurtadan yang telah melalui ritual khusus.
Film yang dibintangi oleh Restu Sinaga,
Christine Hakim, Mario Lawalatta, dan Nana Mirdad ini didukung oleh
seluruh denominasi gereja di Indonesia. Dari berbagai milis juga
diungkap bahwa para pemain film ini ‘sudah dipilih Tuhan’, karena ada
satu aktor ternama yang menyatakan mundur dari film ini dan akhirnya
ditangkap polisi karena terlibat narkoba.
“Sebuah kesaksian: Para pemain film ini
sepertinya sudah disaring oleh Tuhan, yakni dengan batalnya salah
seorang pemain yang sudah konfirm, namun entah kenapa tiba-tiba beliau
membatalkan kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa yang layak main dan
siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak lama kemudian
tertangkap polisi karena terlibat narkoba dan saat ini sedang mendekam
di penjara. Bayangkan betapa memalukannya film ini apabila yang main
adalah artis tersebut… Yang menggantikan peran artis tersebut adalah
Rudi Salam, ” demikian kalimat dari berbagai milis Kristen tersebut.
Matikan TV Saja
Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve
swasta dan juga TVRI akan menayangkan film tersebut, film pemurtadan
yang telah melewati prosesi doa puasa secara khusus, maka sebaiknya
keluarga-keluarga Muslim dan perkantoran yang banyak dihuni orang-orang
Islam mematikan teve tersebut pada jam di atas.
Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film
tersebut (berkat doa puasa selama sebulan yang memanggil
kekuatan—istilah mereka pasukan doa—dari alam ghaib), maka hal ini juga
sebagai bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya Kandouw—orang Kristen
juga, ibunya Nana Mirdad—sering bilang di TV: “Matikan Yang Tidak Perlu, Yang 
Tidak Perlu Matikan!” Jadi daripada buang-buang listrik dan usia pesawat TV, 
alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di waktu tersebut.
Atau bagi yang tetap penasaran menonton,
sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar
terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan dilindungi oleh Allah SWT. Sembari
menonton, teruslah berdzikir agar Yang Maha Pembolak-Balik Hati bisa
terus melindungi keimanan kita. Dan untuk anak-anak, jangan sekali-kali
melihat film yang bukan film biasa ini. Nashru minallahu wa fathun qariib. 
(Rizki)
sumber: 
http://eramuslim.com/berita/tha/7c11090042-matikan-tv-pada-sabtu-15-desember-2007-sore.htm?rel

mia_cahayapagi
http://profiles.friendster.com/cahayapagi

_________________________________________________________________
Publish your photos to your Space easily with Photo Gallery
http://www.get.live.com/wl/all

--- End Message ---

Kirim email ke