--- cahaya pagi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> From: cahaya pagi <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Fri, 14 Dec 2007 08:48:05 +0700
> Subject: [fosma_depok] Matikan TV Pada Sabtu, 15
> Desember 2007 Sore!
> 
> 
> Selasa, 11 Des 07 11:59 WIB
> 
> Sejak satu dua hari ini, di berbagai milis
> Kristen ramai dibahas tentang sebuah film ruhani
> (baca: film
> pemurtadan) yang menurut rencana akan ditayangkan
> lewat stasiun teve
> swasta RCTI di slot acara FTV Natal (juga tengah
> diusahakan bisa
> ditayangkan di TransTV dan TVRI) secara serentak
> pada hari Sabtu, pukul
> 16.30 - 17.30 wib nonstop alias TANPA IKLAN. Judul
> filmya: Sebuah
> Penantian.
> Film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry
> (USA). Penginjil (Evangelist) Billy Graham sendiri
> merupakan salah
> seorang tokoh utama gerakan Zionis-Kristen
> (Judeo-Christianity) AS yang
> dikenal sangat anti Islam dan pendukung fanatik
> gerakan Zionisme. Billy
> Graham inilah ‘Bapak Ruhani’ dari Presiden AS George
> Walker Bush, di
> mana pada pertengahan 1980-an Bush jr., dikabarkan
> berhasil lepas dari
> pengaruh alkohol dan menjadi Kristen yang dilahirkan
> kembali. Suatu
> peristiwa yang oleh kalangan Kristen radikal di AS
> disebut sebagai Reborn in Christ.
> Sedangkan menurut investigator kenamaan AS Texe
> Marrs, saat itu Bush sebenarnya telah sepakat dengan
> para penginjil
> Zionis untuk memakai kedok kekristenan di dalam
> upaya menggolkan
> cita-cita gerakan Zionisme Internasional. Jadi
> ‘Reborn in Christ’ hanyalah tipuan komplotan Bush
> agar mendapat dukungan dari umat Kristen AS dan
> Barat.
> Film
> “Sebuah Penantian” awalnya bernama “My Hope
> Indonesia”. Film sejenis
> dengan judul “My Hope India” telah diputar di India
> dan konon menurut
> pengakuan di banyak milis Kristen, film tersebut
> berhasil memurtadkan
> jutaan orang-orang Hindu India.
> Bukan Film Biasa
> Yang patut diketahui, film ini bukan sekadar
> film biasa. Tapi telah melewati ritual kekristenan
> khusus berupa ‘Doa
> Puasa’ selama satu bulan penuh. Untuk pemutaran film
> “Sebuah Penantian”
> tanggal 15 Desember 2007 sore, para awak dan
> pendukung film ini, juga
> diikuti oleh banyak jemaat gereja yang berkiblat ke
> Billy Graham
> Ministry AS, telah melakukan ritual tersebut,
> melakukan Doa dan Puasa
> sejak tanggal 15 November hingga 15 Desember 2007.
> Tujuannya hanya satu: Agar setiap orang yang
> belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat,
> setelah menonton
> film ini ruhaninya akan goyang sehingga bisa
> meninggalkan agama yang
> selama ini dianutnya dan menggantinya dengan Tuhan
> Yesus. Sebuah film
> pemurtadan yang telah melalui ritual khusus.
> Film yang dibintangi oleh Restu Sinaga,
> Christine Hakim, Mario Lawalatta, dan Nana Mirdad
> ini didukung oleh
> seluruh denominasi gereja di Indonesia. Dari
> berbagai milis juga
> diungkap bahwa para pemain film ini ‘sudah dipilih
> Tuhan’, karena ada
> satu aktor ternama yang menyatakan mundur dari film
> ini dan akhirnya
> ditangkap polisi karena terlibat narkoba.
> “Sebuah kesaksian: Para pemain film ini
> sepertinya sudah disaring oleh Tuhan, yakni dengan
> batalnya salah
> seorang pemain yang sudah konfirm, namun entah
> kenapa tiba-tiba beliau
> membatalkan kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa
> yang layak main dan
> siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak
> lama kemudian
> tertangkap polisi karena terlibat narkoba dan saat
> ini sedang mendekam
> di penjara. Bayangkan betapa memalukannya film ini
> apabila yang main
> adalah artis tersebut… Yang menggantikan peran artis
> tersebut adalah
> Rudi Salam, ” demikian kalimat dari berbagai milis
> Kristen tersebut.
> Matikan TV Saja
> Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve
> swasta dan juga TVRI akan menayangkan film tersebut,
> film pemurtadan
> yang telah melewati prosesi doa puasa secara khusus,
> maka sebaiknya
> keluarga-keluarga Muslim dan perkantoran yang banyak
> dihuni orang-orang
> Islam mematikan teve tersebut pada jam di atas.
> Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film
> tersebut (berkat doa puasa selama sebulan yang
> memanggil
> kekuatan—istilah mereka pasukan doa—dari alam
> ghaib), maka hal ini juga
> sebagai bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya
> Kandouw—orang Kristen
> juga, ibunya Nana Mirdad—sering bilang di TV:
> “Matikan Yang Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu
> Matikan!” Jadi daripada buang-buang listrik dan usia
> pesawat TV, alangkah bijaknya kita mematikan pesawat
> TV di waktu tersebut.
> Atau bagi yang tetap penasaran menonton,
> sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton
> film ini agar
> terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan dilindungi oleh
> Allah SWT. Sembari
> menonton, teruslah berdzikir agar Yang Maha
> Pembolak-Balik Hati bisa
> terus melindungi keimanan kita. Dan untuk anak-anak,
> jangan sekali-kali
> melihat film yang bukan film biasa ini. Nashru
> minallahu wa fathun qariib. (Rizki)
> sumber:
>
http://eramuslim.com/berita/tha/7c11090042-matikan-tv-pada-sabtu-15-desember-2007-sore.htm?rel
> 
> mia_cahayapagi
> http://profiles.friendster.com/cahayapagi
> 
>
_________________________________________________________________
> Publish your photos to your Space easily with Photo
> Gallery
> http://www.get.live.com/wl/all



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke