--- ranma II rani sukma <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> To: [EMAIL PROTECTED]
> From: ranma II rani sukma <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Thu, 13 Dec 2007 20:28:05 -0800 (PST)
> Subject: Re: [fosma_depok] Matikan TV Pada Sabtu, 15
> Desember 2007 Sore! --> tanggapan gue
>
> Dear Friends,
>
> Gue baru dengar berita ini semalam dan hari ini
> langsung ada yang menanggapi dengan ngirimin info
> tambahan.
>
> Jujur aja, bukan pertama kalinya hal-hal seperti ini
> muncul di sekitar kita. Hal kayak gini udah sering
> banget terjadi bahkan emang banyak banget. Nggak
> hanya pakai isu agama juga tapi nasionalisme. Dan
> sebenarnya hal kayak gini bikin jengah. Dari sisi
> gue sebagai pengguna informasi dan juga sebagai
> bagian dari kelompok yang dibicarakan.
>
> Menurut gue, siapapun yang memulai isu tentang itu,
> udah lah.. biarin aja. Anjing menggonggong, khafilah
> berlalu. Hari gini hal sekecil apapun bisa jadi
> pemicu konflik. Dan gue pikir sebagai makhluk yang
> berpikir, kita seharusnya bisa menggunakan akal
> sehatnya dalam menentukan apa yang seharusnya
> dilakukan. Tanggapilah dengan kepala dingin yang
> berpikir secara objektif dan smart.
>
> Jangan mudah kemakan umpan. Be wise friend... be
> wise...
>
> Gue sempat browsing sedikit ttg hal ini dan
> menemukan sebuah tulisan yang merespon isu tersebut
> dengan baik.
>
> Berikut ini gue copy-paste-kan salah satu postingan
> dari blog milik Ram-Ram Mukhlis Muhammad Ramdlani
> yang berjudul Rencana Tayangan "My Hope Indonesia"
> (Misi Gerejakah?)
>
> Rencana Tayangan My Hope Indonesia (Misi
> Gerejakah?) Sebenarnya saya tidak mau
> mem-posting hal ini, karena khawatir berujung
> menjadi fitnah dan memperkeruh kerukunan antar ummat
> beragama. Akan tetapi, 2 hari terakhir ini saya
> banyak mendapat sms juga telepon dari para jamaah
> Majelis Aula Hikmah yang mengiformasikan perihal
> adanya rencana tayangan di televisi secara serentak
> bertajuk My Hope Indonesia yang telah dirubah
> judulnya menjadi Sebuah Penantian. Menurut
> informasi yang saya terima, tayangan ini adalah
> sebuah selubung program kristenisasi sebagai
> salahsatu misi gereja.
> Secara pribadi sebenarnya saya sudah mendengar
> mengenai hal ini sejak 2 minggu yang lalu, bukan
> melalui sms atau telepon dari sesama muslim
> melainkan langsung dari para pendeta dan aktivis
> gereja. Lho kok bisa?
> Begini ceritanya. Sekitar dua minggu yang lalu,
> kalau tidak salah hari senin siang, saya ditelepon
> salahseorang petinggi gereja kristen diminta untuk
> datang ke Cihampelas Walk, tepatnya di StarBuck
> Cafe. Tadinya saya mengira akan diundang untuk
> berdiskusi mengenai theologi seperti biasanya.
> Ternyata bukan.
> Ketika saya sampai di tempat di mana kami akan
> bertemu, ternyata yang berkumpul bukan hanya satu
> dua orang. Ada cukup banyak yang telah berkumpul dan
> semuanya adalah aktivis gereja, pendeta dan seorang
> petinggi gereja. Hanya saya seorang yang muslim.
> Pembicaraan pun dimulai langsung kepada intinya.
> Mereka menyampaikan sebuah informasi kepada saya
> mengenai rencana tayangan My Hope Indonesia di RCTI
> (tidak serentak di beberapa stasiun televisi
> sebagaimana kabar yang beredar melalui sms) pada
> tanggal 15 Desember 2007 mendatang. Acara ini konon
> disponsori oleh sinode-sinode gereja di Indonesia.
> Acaranya pun akan tampil penuh selama 1 jam tanpa
> iklan, karena pihak sponsor telah membloking penuh
> jam siar.
> Mereka tidak memungkiri bahwa tayangan ini
> merupakan salahsatu misi gereja. Pendeta yang hadir
> juga menyatakan bahwa ini merupakan misi
> kristenisasi yang disponsori oleh William Graham
> Ministry, kristen fundamentalis yang tidak lain
> merupakan penasihat spiritual presiden Amerika
> George W Bush Jr. Ia memang dikenal sebagai pendeta
> beraliran keras yang memiliki cita-cita
> mengkristenkan dunia. Sekali lagi, informasi ini
> saya terima bukan dari seorang muslim, tapi dari
> seorang pendeta.
> Lalu apa hubungannya dengan mengundang saya untuk
> membicarakan masalah ini?
> Saya diundang oleh mereka untuk dimintai pandangan
> mengenai hal ini, mengingat mereka yang hadir secara
> sepakat tidak menyetujui rencana tayangan My Hope
> Indonesia yang dinilai sebagai bentuk-bentuk
> fundamentalisme Kristen yang basi, sesuatu yang
> mereka anggap sudah tidak sepatutnya dilakukan
> karena akan memperkeruh keadaan di komunitas bangsa
> Indonesia yang heterogen.
> Pada kesempatan itu pula mereka meminta saya untuk
> mencari link ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
> agar dapat menyampaikan keberatan terhadap rencana
> tersebut. Mereka bermaksud mendesak KPI untuk
> melakukan re-chek ke RCTI sekaligus membatalkan
> tayangan yang dikhawatirkan dapat berekses negatif
> terhadap kerukunan antar ummat beragama di
> Indonesia.
> Pada kesempatan itu pula saya menyampaikan kepada
> teman-teman aktifis gereja dan pendeta untuk dapat
> sesegera mungkin melakukan langkah-langkah yang
> efektif dan memungkinkan. Salahseorang sekretaris
> Klasis (semacam DPW yng menaungi gereja-gereja)
> menyanggupi untuk membuat pernyataan keberatan
> sekalipun resikonya yang bersangkutan harus dicopot
> dari jabatannya. Langkah lain yang akan ditempuh
> adalah mengirimkan surat pernyataan keberatan kepada
> KPI dan induk-induk gereja.
> Saya bersyukur, ternyata masih banyak yang peduli
> terhadap kerukunan beragama. Kawan-kawan saya yang
> jelas-jelas nasrani tulen, masih dapat berfikir
> luwes dan berpandangan ke depan. Mereka bereaksi
> karena menganggap upaya-upaya kristenisasi
> terselubung semacam ini tidak akan menguntungkan
> siapapun, bahkan ummat kristen sekalipun. Mereka
> bilang, memangnya kalau ummat kristen bertambah,
> kita beruntung? Tidak kok. Mereka jauh lebih peduli
> terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara ketimbang
> berdagang agama.
> Masih banyak sebenarnya yang ingin saya sampaikan
> dari hasil pertemuan itu. Namun mengingat
> keterbatasan ruang, saya tidak dapat mengungkapnya
> lebih jauh.
> Lalu bagaimana dengan sikap kita? Anda lebih tahu
> jawabannya. Saya hanya berpesan jangan sampai hal
> ini disikapi dengan kepala panas apalagi berujung
> pada kekerasan. Sebagai muslim yang cerdas,
> seyogyanya kita bertindak secara cerdas pula, bukan
> dengan otot.
> Hal semacam ini jangan membuat kita repot
Begitu
> kira-kira
>
>
>
>
>
> You were born to be alive
> With a beauty in our minds
> To share it with the world
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with
> Yahoo! Mobile. Try it now.
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs