http://eramuslim.com/berita/lpk/8213164247-menuju-2009-partai-islam-dan-negara.htm
Bila yang kurang berkenan silahkan di delete saja
Lebih kurang setahun lagi bangsa Indonesia akan kembali menggelar pemilihan
umum untuk memilih anggota badan legislatif dan eksekutif, anggota DPR dan
Presiden serta wakilnya. Saat ini sudah banyak partai politik yang kembali
mendekati rakyat dan menawarkan janji-janji muluknya yang kita tahu biasanya
akan segera pupus setelah mereka berkuasa.
Bukan rahasia umum lagi jika rakyat banyak hanyalah sebagai komoditas politik,
yang didekati, digadang-gadang, dibujuk-bujuk, diberi berbagai bingkisan dan
uang, hanya sekali dalam lima tahun, setelah itu terlupakan.
Sekali dalam lima tahun rakyat dijanjikan akan berubah nasibnya menjadi lebih
baik, namun pada kenyatannya, yang berubah nasibnya menjadi lebih baik hanyalah
mereka yang berhasil menipu rakyat. Nasib rakyat sama saja dari hari ke hari,
tetap hidup dalam kubangan lumpur penderitaan, penindasan, dan
kesewenang-wenangan. Sebaliknya, banyak pengurus partai yang tadinya
pengangguran, kini berubah hidupnya seratus delapan puluh derajat menjadi
makmur dan sejahtera. Kerja hanya lima tahun, tidak berprestasi, dan setelah
itu menikmati uang pesangon seumur hidup. Ini semua berasal dari uang rakyat
yang diperoleh rakyat dengan susah payah, bercucuran keringat, bahkan hingga
mengeluarkan darah dan airmata.
Bagaimana kiprah partai Islam dan kenyataan di depan mata yang demikian
menyedihkan ini? Apakah partai Islam berhasil survive dan tetap komit dengan
nilai-nilai Islam yang berpihak kepada al-haq dan sangat memusuhi kebathilan?
Mampukah partai Islam menghancurkan kezaliman dan memberikan cahaya pengharapan
kepada rakyat? Dengan kata lain, mampukah partai Islam sungguh-sungguh
memperjuangkan nasib umat dan menjadikan umat sebagai asset, bukan sebagai kuda
tunggangan yang dimanfaatkan tiap lima tahun sekali demi syahwat kekuasaan
segelintir orang di dalamnya dengan berkedok sebagai dakwah?
Dalam laporan khusus, eramuslim.com tertarik untuk mengulas semua ini tanpa
berpretensi apa pun. Kami akan mengulas sejumlah partai Islam di beberapa
negara seperti Turki, Aljazair, Mesir, Lebanon, Malaysia, dan lainnya. Kami
hanya bermaksud agar kita semua mengetahui sepak terjang partai-partai Islam di
berbagai negara tersebut, bagaimana mereka mengelola dan merekrut
kader-kadernya, bagaimana mereka memperjuangkan dakwah Islam di negerinya, dan
sebagainya. Mudah-mudahan, sajian berseri dari Kami ini bisa untuk dijadikan
cermin atau pembanding.
Partai Islam di Turki
Untuk yang pertama Kami akan mengajak Anda semua menengok Turki, sebuah negeri
Islam yang berada di dua benua, Eropa dan Asia. Turki memiliki sejarah Islam
yang gilang gemilang, bahkan Kekhalifahan Islam pernah bersinar secara amat
terang di negeri ini. Dan secara amat mengagetkan, ketika kekhalifahan Turki
berakhir akibat konspirasi Yahudi Internasional dan seorang Yahudi dari DUmamah
bernama Mustafa Kemal naik menjadi penguasa negeri tersebut, Islam secara cepat
dihabiskan. Jilbab dilarang, bahkan adzan pun harus menggunakan bahasa Turki.
Ada kalimat bijak yang mengatakan, Sebuah mutiara akan tetap bersinar dengan
indah berkilauan, walau dibenamkan ke dalam Lumpur yang paling pekat sekali
pun, maka demikianlah Islam di Turki. Walau penguasa Yahudi tersebut berupaya
mati-matian menghancurkan Islam, namun Allah SWT tetap memelihara Islam di
Turki sehingga Islam tidak pernah benar-benar habis di negeri itu.
Bahkan secara perlahan namun pasti, Partai Islam menggeliat dan dalam
pemilihan umum tahun 2007 berhasil mendudukan seorang kadernya sebagai orang
nomor satu di Turki. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh Mustafa Kemal!
Bahkan baru-baru ini, lewat sebuah referendum, jilbab diperbolehkan kembali
berkibar. Partai Islam di Turki merupakan sebuah fenomena yang sangat menarik
untuk dikaji. Tunggu sajian kami! (rizki/bersambung)
Presented By: Raden
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.