Di sadur dari: 
http://www.dakwatuna.com/index.php/kaifa-ihtadaitu/2008/pemilu-amerika-dan-komunitas-muslim/
(Beberapa kata ada yang diganti atau dihilangkan dari artikel aslinya)


Memilih Adalah Sebuah Keharusan
 Akhirnya, siapapun nantinya yang akan dipilih oleh komunitas Muslim, memilih 
memang menjadi sebuah keharusan dalam konteks masa kini. Perdebatan klasik 
tentang boleh tidaknya seorang muslim untuk berpartisipasi dalam tatanan 
politik sekuler, seharusnya dikesampingkan demi kepentingan yang lebih besar.
Hal ini menjadi alasan mengapa komunitas Muslim harus melakukan hak pilihnya. 
Intinya, dengan melakukan hak pilihnya, komunitas Muslim dapat menjadi 
pendorong untuk mewujudkan janji-janji politik semua kandidat dalam perubahan. 
Dari pandangan Islam sendiri, dan dengan melihat kepada keadaan sekarang ini, 
memilih calon presiden yang dianggap paling credible untuk segera menggantikan 
administrasi sekarang adalah sebuah keharusan. Minimal ada 4 alasan utama:
 Pertama, konsep Amar makruf dan nahi mungkar. Ikut dalam memilih calon 
presiden Amerika yang lebih baik dalam kebijakan-kebijakannya menjadi perangkap 
efektif untuk mengurangi atau menghapus berbagai kemungkaran dalam berbagai 
kebijakan pemerintah Amerika saat ini.
 Kedua, dalam kaedah usul fiqh disebutkan, “sebuah kewajiban tidak menjadi 
sempurna kecuali dengan adanya suatu hal, maka suatu hal itu hukumnya menjadi 
wajib pula (ma laa yatimmu alwajibu illa bihi fahuwa wajib). Menghentikan 
berbagai kebijakan yang dianggal tidak adil (zalim) adalah kewajiban. Dan 
proses politik adalah pendekatan yang paling efektif untuk melakukan itu.
 Ketiga, konsep ta’awun alal birri wattaqwa (tolong-tolong menolong dalam 
kebaikan dan ketakwaan). Umat Islam di Amerika harus membangun jaringan 
kerjasama dengan the like-minded people untuk melakukan perubahan administrasi 
yang tidak menguntungkan. Koalisi dengan mereka dalam memilih calon yang 
terbaik adalah jalannya.
 Keempat, bahwa seorang Muslim di mana saja hidup dia berkewajiban untuk 
menjadikan tempat itu sebagai tempat yang ahsan (terbaik). Umat Islam di negara 
ini, baik immigrant maupun terlahir di bumi Indonesia, memiliki kewajiban untuk 
menjadikan Indonesia sebagai tempat yang lebih baik bagi semua orang. Presiden 
adalah orang pertama untuk menjadikan negara ini terbaik, dan oleh karenanya 
memilih presiden yang baik adalah menjadi sebuah keharusan.


Presented By: Raden


       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke