http://www.dakwatuna.com/index.php/alam-islami/2008/al-aqsha-dan-palestina-segalanya/

  dakwatuna.com - Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan upaya yang terus 
dilancarkan Zionis Israel untuk melakukan yahudisasi al Quds melalui berbagai 
cara, mulai dari penggusuran dan perampasan tanah, pembangunan unit-unit 
permukiman baru, menerapkan penjagaan ketat terhadap kota juga penggalian 
terowongan dan masih banyak aksi-aksi kejahatan lainnya, tidak akan banyak 
merubah realita (al Quds).
 
 Di tengah tekad penjajah Israel untuk membangun ribuan unit permukiman di al 
Quds, Hamas menegaskan, “Kota al Quds akan tetap (berstatus) Palestina – Arab – 
Islam, akan tetap dihuni warganya, Hamas sebagai tameng realitas yang akan 
menjaga kota ini dan membelanya hingga berhasil dikembalikan ke tangan 
orang-orang Arab dan kaum muslimin.”
 
 Hamas mengecam para petinggi Otoritas Palestina (OP) di Ramallah yang terus 
melakukan perundingan dan pertemuan dengan penjajah Israel. Meskipun penjajah 
Israel terus melakukan ancaman pembunuhan, pendudukan dan melakukan 
penbantaian, melakukan aksi-aksi teror dan meningkatkan aktivitas pembangunan 
koloni permukiman di al Quds dan wilayah Palestina lainnya.
 Hamas menganggap para juru runding OP telah melakukan penipuan terhadap bangsa 
Palestina, yang merasa yakin bisa mencapai kesepakatan damai dengan Yahudi dan 
orang-orang Israel. Perunding Palestina ini justru bertentangan dengan para 
sekutunya (Israel) yang meragukan kemungkinan dicapai kesepakatan hingga akhir 
tahun ini, kecuali bila perunding Palestina ini melakukan kesepakatan dengan 
Zionis Israel secara rahasia sebagaimana yang terjadi di Oslo.
 Hamas menyerukan kepada juru runding OP untuk kembali ke jalan yang benar dan 
menghentikan perundingan-perundingan yang tidak memberikan manfaat apapun. 
Bahkan mendorong Zionis Israel meningkatkan aksi kejahatannya terhadap al Quds, 
tempat-tempat suci dan rakyat Palestina.
 
 Kepada dunia Arab dan Islam gerakan Hamas menyerukan, “Kami tegaskan kepada 
Anda semua, tidak ada kehormatan dan kemulian buat anda sekiranya masjid al 
Aqsha dihinakan kembali oleh tangan-tangan Yahudi. Kehormatan anda ada pada 
kehormatan al Aqsha, kemuliaan Anda ada pada kemuliaan al Aqsha. Anda semua 
diseru untuk menunaikan tanggung jawab melindungi dan membelanya dengan segala 
cara dan potensi, karena dia tetap dalam ancaman yang lebih besar kapan saja 
dari pihak Zionis Israel, al Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam dan tempat 
mi’raj Nabinya.”
 
 Di akhir pernyataannya Hamas menegaskan kepada pihak penjajah Israel bahwa 
bangsa Palestina tengah menunggu kemenangan yang pasti datang. Berbagai ancaman 
dan pembunuhan tidak akan pernah menggetarkan bangsa Palestina untuk 
melanjutkan jalan menuju kemenangan. “Para pemimpin, anak-anak dan pendukung 
kami tidak lebih mahal dari al Quds dan Palestina. Al Quds akan tetap menjadi 
ibukota abadi Palestin.” tegasnya.
 
 Komitmen tegas Hamas ini menyusul pernyataan Menteri Perumahan Israel Zeiv 
Beyem tentang pembangunan 360 unit permukiman baru di Jabal Abu Ganim di kota 
al Quds dan 750 unit permukiman di utara al Quds. Disamping pernyataan walikota 
Jerusalem Uri Lupolianksi yang berusaha membangun 10 ribu unit permukiman 
Yahudi di seluruh wilayah al Quds Timur untuk bisa lebih banyak lagi menampung 
orang-orang Yahudi hidup di kota al Quds. (infopaletina)

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke