Wa 'alaikum salam Mas Aboe Hanifa, Terima kasih atas masukannya walau disajikan dgn bahasa yang cukup 'tegas' =)
Tapi memang benar, Islam tinggi dan tidak pernah ada yang melebihinya. Islam tetap mulia. Yang mundur hanyalah ummatnya, itu pun mundur karena meninggalkan prinsip Islam. Tapi ane yakin bahwa penulis (rekan ane di dunia maya) pd saat menulis tdk bermaksud menyatakan Islam (dien) nya yg mundur, melainkan ummatnya yg mundur. Dan tugas kita sebagai ummat Islam utk beranjak dari status KTP menjadi status pemeluk dan pengamal Islam secara Kaffah semampu kita. Sekali lagi terima kasih banyak atas masukannya. Wassalam, Nugon Aboe Hanifa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamoeala3koem wrachmatullohie taála wabarokatouh ; Ya,,akhie jangan meremehkan agama pilihan ALLAH SWT , yang mundur itu ummatnya sendiri ,bukan karena Islamnya mereka mundur ,mereka mundur karena mereka sendiri memilih kehidupan duniawi daripada hukum2 yang telah dicantumkan dalam Al-qouráan,Al-qouráan berisikan ajaran untuk kehidupan dunia & akherat ,tapi kalau ummat-NYA memilih hanya '' dunia'' itu adalah pilihan sangat keliru mereka ,dan menanggung sendiri akibatnya. 1.Kebahagiaan Dunia dan akhirat Tidak dapat dicapai Kecuali dengan agama Islam. Kebutuhan manusia kepada Islam lebih besar nilainya ketimbang kebutuhan terhadap makanan,minuman dan hawa nafsunya. Setiap manusia sangat membutuhkan ajaran syariat,karena mereka berada dipersimpangan jalan,yakni jalan yang memberikan manfaat dan jalan yg membahayakan mereka. Dan islamlah yang memberikan cahaya yang menyinari jalan mereka. 2.Agama Islam mempunyai tiga tingkatan 1).Islam 2).Iman 3). Ihsan. Dan tiap2 tingkatan memilki rukun-rukun yang membangun. 3.Perbedaan antara Islam,Iman dan Ihsan. Jika Islami dan iman disebutkan secara bersamaan, maka yang dimaksud islam yaitu amal-amal yang tampak,dan mempunyai lima rukun. Sedangkan yang dimaksud dengan Iman adalah amal-amal batin yang memiliki enam rukun. Dan jika keduanya berdiri sendiri2 maka masnig2 menyandang makna dan hukumnya tersendiri. Cakupan Ihsan lebih umum dari cakupan Iman ,dan cakupan Iman lebih umum dari cakupan Islam. Ihsan lebih umum karena mencakup Iman, tidaklah seorang hamba sampai kemartabat Ihsan kecuali jika ia mampu mewujudkan keimanannya. Ihsan juga lebih khusus dari segi pelakunya,karena pelaku Ihsan adalah segolongan dari pelaku-pelaku keImanan ,setiap orang yang muhsin tentu ia seorang yang mukmin ,namun tidak semua orang mukmin adalah muhsin. Iman memilki cakupan yang lebih umum dari cakupan Islam, karena ia mencakup Islam ,seorang hamba tidaklah mencapai keimanan kecuali jika ia mampu mampu mewujudkan ke Islamannya. Iman juga lebih khusus dipandang dari segi pelakunya ,karena pelaku keImanan adalah kelompok dari pelaku keIslaman dan tidak semua pelaku ke Islaman menjadi pelaku ke Imanan, jelasnya setiap mukmin adalah muslim, dan tidak semua muslim adalah mukmin. ----------------- Yang tercantum uraian tafsir Assunah hukum2 Islam yang kutipkan dari kitab Al-Kamil Assunnah ,yang bisa menjawab kemunduran ummat Islam bukan karena Islamnya, karena tidaklah semua hamba yang mengaku dan bersyahadat dalam Islam ,mereka menjalankan keislamannya . ALIAS ISLAM KTP. Kalau toch ada beberapa kelompok belajar ilmu Islam ,tapi ilmu islamnya itu telah di pelintir sedemikian rupa sehingga menjauh dari kebenarannya ,contoh golongan yang menamakan J.I.L =Jaringan Iblis Laknat.LAKNATULLOH ALAEHOM !!!. Wassalam wr wb. Aboe Hanifa. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal --------------------------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
