Syekh Aiman mengatakan pesan kepada Obama : "Anda terlahir dengan
orang tua Muslim, akan tetapi anda memilih untuk berada di barisan
musuh-musuh kaum Muslimin, dan beribadah mengikuti ibadahnya orang-orang
Yahudi, meski pun anda mengklaim seorang Nasrani hanya untuk mencapai
pucuk kepemimpinan di Amerika Serikat. Lalu anda  menjanjikan kembali
kepada Israel, anda  juga berjanji akan menyerang wilayah-wilayah di
Pakistan, yang dengan demikian anda akan  melanjutkan kembali Perang
Salib di bawah komando Amerika.  Dan seminggu yang lalu pesawat udara
anda  telah membunuh 40 Muslim Afghan yang tidak berdosa dalam sebuah
pesta pernikahan di wilayah Kandahar."

Sebagaimana telah diketahui masyarakat awam, Barack Obama yang lahir di
Hawai, 4 Agustus 1961 ini memiliki orang tua negro muslim, yakni
ayahnya, Husein, yang menjadi nama tengahnya. Selain itu, ayah tiri
Obama pun adalah seorang muslim, meskipun bukan muslim yang taat bahkan
tidak menganggap agama sebagai hal serius. Namun dari hal inilah, banyak
kaum muslimin tertipu dan menganggap Barack Obama juga seorang muslim
dan mendukungnya. Padahal dia adalah penganut Protestan yang taat dan
aktif di gereja.




"Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang
saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan
Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan
mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu," kata Obama dalam
sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington
untuk menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60. Dia diperkenalkan
oleh duta besar Israel kepada AS, Sallai Meridor




"Saya memiliki komitmen yang jelas dan kuat atas keamanan Israel
sekutu terkuat kita di wilayah itu dan satu-satunya wilayah itu negara
dengan demokrasi yang mapan. Dan itu akan menjadi titik awal saya",
ungkap Obama sebagaimana dikutip oleh New York Sun Editorial.

Obama juga berjanji kepada Dewan Demokrasi Yahudi Nasional (The National
Jewish Democratic Council-NJDC) pada Februari 2007 sebelum dia menjadi
presiden AS. Berikut janjinya :

"Jika saya menjadi presiden Amerika, maka negara ini harus bahu
membahu dengan Israel. Mereka yang telah bekerja dengan saya di Chicago
pada Dewan dan sekarang ada di Senat AS akan menyaksikan bahwa saya
bukan Cuma omong besar. Saya akan melakukan apapun jika menyangkut
keamanan Israel."




Sikap Obama kepada kaum Muslimin juga sudah sangat jelas, sebagaimana
ungkapannya kepada Hamas :

  "Saya sudah mengatakan, mereka adalah organisasi teroris, yang tak
boleh diajak negoisasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan
kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara
Palestina dan Israel."



Kemudian Syekh Aiman Az Zawahiri membandingkan Barack Obama dengan
Malcom X. Demikian ungkapannya :

  "Adapun Malik al Shabazz rahimahullah (nama lain Malcom X sepulang
beliau dari haji) terlahir dari orang tua negro yang juga seorang pastor
bernama Louise Little dan kemudian dibunuh oleh orang kulit putih
ekstrim. Tapi Allah SWT mengasihi beliau dengan memberikannya petunjuk
kepada Islam. Beliau begitu membanggakan dirinya terutama dalam masalah
persaudaraannya dengan sesama muslim. Beliau sangat mengutuk kejahatan
Perang Salib yang dilancarkan Barat terhadap orang-orang yang lemah dan
didzolimi. Lalu beliau mendukung masyarakat untuk mengadakan perlawanan
terhadap penindasan Amerika. Malcom X juga berbicara tentang revolusi
seluruh dunia melawan kemapanan kekuatan Barat."




  "Amerika perlu memahami Islam, karena Islam adalah agama yang
menghapuskan masalah ras di kalangan pemeluknya. Dari seluruh perjalanan
yang pernah saya lakukan ke dunia Islam, saya bertemu, bicara dan bahkan
makan bersama dengan orang-orang yang di Amerika akan dianggap sebagai
orang kulit putih-namun sikap sebagai orang kulit putih telah
dihilangkan dari pikiran mereka oleh agama Islam.

"Orang Negro Amerika tidak bisa disalahkan atas rasa dendam rasial
mereka-mereka hanya bereaksi atas rasisme yang dilakukan warga kulit
putih Amerika secara sadar selama hampir empat ratus tahun. Tapi seiring
dengan rasisme yang mengarahkan Amerika ke jalan bunuh diri, saya tetap
yakin, di akademi-akademi dan universitas-universitas, akan terlihat
tulisan-tulisan tangan di dinding-dinding dan banyak di antara mereka
yang akan berubah ke jalan spiritual yang sebenarnya-satu-satunya jalan
yang menjadikan Amerika untuk terhindar dari bencana akibat tindakan
rasisme yang tidak bisa dihindari akan menimbulkan bencana itu."




sekedar tanggapan,teror di india???hati hati,jgn terkecoh,tidak ada yang
tahu.apakah sebuah propaganda atau hal lainnya.wallahualambishowab.

assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh


Kirim email ke