Rabu, 14 Januari 2009 | 10:03 WIB

KOTA GAZA, RABU — Pejuang Hamas bertempur di jalanan melawan pasukan
Israel di Kota Gaza, Selasa (13/1). Pesawat tempur Israel juga
membombardir Gaza dari udara ketika korban tewas mendekati 1.000 orang.

"Ini adalah hari ke-18 serbuan Israel terhadap rakyat kita dan semakin
hari semakin ganas seiring jumlah korban yang bertambah banyak," kata
Presiden Palestina Mahmoud Abbas kepada AFP.

"Israel terus melakukan serbuan ini untuk menghilangkan rakyat kita di
sana," kata Abbas dari markasnya di Tepi Barat.

Pasukan khusus Israel didukung tank dan serangan udara makin jauh
masuk ke kota Gaza hingga tinggal beberapa ratus meter dari
kawasan-kawasan permukiman di selatan. Penduduk mengatakan, terjadi
tembak-menembak yang sengit di kawasan permukiman Zeitun dan
penampungan pengungsi Jabaliya di pinggiran Gaza.

Israel juga menjatuhkan gelombang serangan bom di kota perbatasan
Rafah sehingga ratusan orang berlarian ke jalan. "Terjadi serangan
udara yang terus-menerus di sepanjang perbatasan Mesir—sekitar 60
keluarga telah meninggalkan rumah mereka yang terletak beberapa ratus
meter dari perbatasan," kata Harb, warga Palestina yang bekerja untuk
badan bantuan internasional CARE.

Kantor kemanusiaan PBB UNOCHA mengemukakan, pihaknya tidak dapat
memastikan jumlah warga yang sudah mengungsi dari rumah mereka. Namun,
UNOCHA menyatakan, lebih dari 35.000 orang pada hari Senin telah masuk
ke penampungan-penampungan. Jumlah itu berarti peningkatan 7.400
pengungsi dari 24 jam sebelumnya.

Sumber-sumber medis Palestina mengemukakan, pada hari ke-18 serangan
itu, 70 orang tewas sehingga jumlah total korban meninggal akibat
serangan Israel adalah 975 jiwa warga Palestina ditambah 4.400 lainnya
cedera.

Komandan militer Israel mengatakan bahwa Operasi Cast Lead telah
menghasilkan kemajuan. Namun, dia mengatakan, pasukan Israel
menghadapi kondisi "serba sulit" di Kota Gaza. Mereka tidak punya
pengalaman tempur di kota berpenduduk 1,5 juta warga Palestina itu.

Delegasi Hamas saat ini berada di Kairo untuk membahas usulan
mengakhiri pertempuran. Usulan itu disusun Presiden Mesir Hosni
Mubarak dan didukung negara-negara barat.

Tokoh senior Hamas Mussa Abu Marzuk mengakui pihaknya punya "pandangan
yang kokoh" atas prakarsa itu, tetapi juga mengatakan "masih ada
harapan" mereka mau menerima usulan itu.


ya ALLAH....tunjukannlah kekuasaanMU ya ALLAH......

sumber :
http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/14/1003090/korban.serangan.israel.hampir.seribu.jiwa

Kirim email ke