Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal




 
 
#yiv1584413929 P {
MARGIN-TOP:0px;MARGIN-BOTTOM:0px;}

>From Mas Budi Setianto
 
http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/message/16414
 
http://irwanahmad.multiply.com/journal/item/14/Sahabat_Gw_dan_Produk_Yahudi_L.A.
 











Sahabat Gw dan Produk Yahudi L.A.
 Jan 29, '08 2:43 AM

for everyone








Menarik! Gw selalu mengikuti apa yang ada di kepalanya dan apa yang selalu dia 
lakukan tentang berbagai Israeli's products dan branded yang sudah gampang 
ditemukan di kehidupan sehari-hari. Gak penting rasanya kalo gw harus nyebutin
 identitas, karena esensinya justru ada pada sikapnya.




Sikap Umum




Selama ada substitusinya dan bukan merupakan barang primer tak tergantikan, 
tidak ada alasan untuk mengkonsumsinya.


Sifat kemewahan yang melekat pada produk Israel justru malah membuat dia tidak 
termotivasi dan makin memandangnya hina. Jangan pernah berfikir dia tidak mampu 
membeli, karena penghasilannya di atas rata-rata karyawan Jakarta.

Ketika dihadapkan pada pilihan barang Yahudi yang (umumnya lebih terkesan 
prestise) dengan barang lokal (yang lebih murah), simpel dia memutuskan: 'Jauh 
lebih baik membantu ekonomi kerakyatan daripada membantu Yahudi membeli peluru 
untuk ditembakin ke sodara-sodara
 gw'.


Saat dia harus, mau tak mau, memanfaatkan Israeli's related product sebagai 
satu-satunya pilihan, sekali dia pernah berucap ke gw, Moga Allah memberi maaf 
atas kelemahan gw sebagai individu. Bukankah Allah maha mengetahui segala
 isi hati  dan Maha Melihat apa yang sedang gw perjuangkan ?!


Saat dituding sebagai orang yang Anti Semit, dia cuma bilang : "Ya, gw anti 
Yahudi! sepanjang bangsa Yahudi terus merampas tanah saudara-saudara gw, 
melecehkan wanitanya, melakukan genocida tak terbatas, dan, mungkin lo gak 
pernah
 liat foto bayi Palestin yang bolong persis di tengah dadanya karena peluru... 
Lo gak akan pernah berfikir itu suatu ketidak sengajaan, 'kan ?!!"




Mc Donald
Gw dan dia termasuk yang suka hang out bareng, kadang malah sampai pagi 
menikmati suasana Jakarta (tentunya, bareng temen-temen yang laen, ce dan co). 
Pas laper, semua sepakat
 makan di Mc D Sarinah. Meskipun bukan tipe orang yang mampu mengendalikan 
komunitas, tapi dia punya determinasi yang tinggi saat lebih memilih untuk 
makan nasi goreng di pinggir jalan samping Sarinah, sementara yang lainnya 
tetap makan di Mc D, termasuk pacarnya!!!
Ini
 awalnya gw tahu kenapa selama ini dia selektif memilih tempat jajanan, karena 
gw adalah orang kedua yang makan nasi goreng malam itu... ditraktir pula :) 
secara dia selalu sebagai orang yang paling cepat bayar sebelum yang lain 
(pura-pura dan berlambat-lambat)
 ngerogoh dompet :p


 
 
 
 
Marks and Spencer
Sebelum tahu M&S adalah produk Yahudi, dia termasuk pelanggannya sejak SMA! 
Mulai dari Toiletries (Body Talc, Body Spray, Body Splash, Anti Perspirant, 
Roll On, EDT) dan Pakaian
 formal dan non formal, atas dan bawah. Sekarang? Diskon gede-gedean pun sama 
sekali gak membuatnya ngelirik barang sekejapan.

Starbuck
Gw coba cari tahu, kenapa sobat satu ini gak pernah nongkrong di starbuck. 
Padahal tiap hari dia lewat outlet berlogo hijau (kesannya Islami yah ?!) ini 
tiap hari. Ya, starbuck
 ada persis di lobby gedung tempat kerjanya sehari-hari. Tiap hari gw dan dia 
ngerokok di smoking corner yang letaknya di samping outlet tsb. Malah, beberapa 
kali pramusajinya menawarkan cangkir-cangkir testernya buat para perokok 
seperti kita. Di saat yang
 lainnya berhamburan berebut menghampiri, dia justru menangkupkan kedua tangan 
di depan dada, menolak dengan halus sambil tersenyum.. halus sekali..!
Gw penasaran dan mencoba googling dengan kata cari“starbuck, yahudi”, walhasil 
dapat beberapa info berharga tentang starbuck, diantaranya

"...Aksi boikot semakin mendapatkan angin segar dan dukungan luas ketika Dr. 
Abdul Wahhab bin Said Al Qahthani, asisten dosen fakultas Manajemen Strategis 
dan Pemasaran Universitas
 Malik Fahd bahwa Schultz, pemimpin perusahaan Starbuck adalah zionis di urutan 
pertama dan pendukung kental politik Israel. Menurut Qahthani membeli produk 
Starbuck sama bahayanya dengan penghinaan harian di Denmark terhadap Rasulullah 
beberapa waktu yang
 lalu. Sebab mereka mencari nafkah di negara-negara Arab dan Islam namun 
penghasilannya untuk mendanani aksi dalam memerangi Palestina, membunuh 
anak-anak, kakek nenek, wanita dan pejuang kemerdekaan. Menyumbang harta untuk 
mereka sama saja dengan mengina Islam
 dan umat Islam, tegas Qahthani..."
Bingo !! Akhirnya gw tahu kenapa.
Gak heran kalau dia cuma mau diajak hangout ngopi selain di starbuck. Terakhir 
gw ngopi bareng dia di Cofee Bean Plaza Senayan dan kopi jagung warung indomie 
pinggir jalan.
Ada lagi cerita lucu tentang dia dan Starbuck ketika dia coba di-entertain 
vendor di kantornya. Meski sudah nolak (seperti biasa) sedemikian halusnya, 
tapi yang namanya orang
 marketing (ce dan manis, bo!) gak berhenti sampai di situ. Setelah 
kolega-kolega kantornya selesai dari Starbuck di lobby bawah, dia masih 
dibawakan segelas starbuck ke mejanya. Gw pengen tahu apa yang akan 
dilakukannya dengan starbuck itu. Bukankah kalo dibuang
 akan menjadi mubazir ?! Pulang kantor, saat orang-orang yang lainnya sedang 
berjuang pulang diantara macetnya Jakarta, diam-diam diambil starbucknya, 
dibawa ke pantry dan dimasukkan ke kulkas, seraya menawarkan ke OB yang ada. 
Karena sang OB tanya, dia ceritakan
 alasan dia gak minum. Suatu hal yang jarang terjadi! Karena kelihatannya dia 
begitu enggan untuk menceritakannya ke orang lain sebelum ditanya. Dia 
berkilah, OB sangat butuh akses informasi seperti ini, karena mereka bukan kita 
yang bisa mengakses sedemikian
 leluasa melalui internet. Selebihnya, tetap kembali ke diri masing-masing. 
Hehehe… 3 hari selepasnya, gw masih ngeliat gelas starbuck itu di dalam kulkas 
udah beku dan gak bergeser dari posisi sebelumnya. Akhirnya, gw yang buang… :p


Nokia
Tadinya
 dia punya 2 handset CDMA dan GSM. Keduanya adalah bermerk Nokia. Gw pun gak 
heran ketika belakangan dia ganti handset GSMnya jadi HP Ipaq rw6828, sebuah 
tipe yang termasuk high end product. Sementara untuk Nokia CDMAnya diganti 
dengan Kozi yang bisa aktif
 GSM dan CDMA secara bersamaan (gw gak tahu istilahnya apa untuk teknologi 
ini). Praktis dia punya 2 nomer GSM dan 1 nomer CDMA yang aktif secara 
bersamaan. Dan tidak ada satupun yang NOKIA !!
Carrefour

Gak pernah lagi ke Carrefour. Ngeri katanya kalau ngebayangin raksasa 
supermarket Israel mulai menginjak kota Jakarta. Padahal, konon katanya, di 
luar negri saja Carefour tidak boleh masuk
 ke pusat kota, karena harganya yang mampu merusak pasar bermodal kecil.. Kok 
di Jakarta gampang banget masuk?? Thus, siap-siap aja melihat matinya usaha 
bermodal kecil…
Nestle
Di kantor, Nescafe tinggal ngeracik sendiri. Meskipun secara citarasa dia gak 
berpantangan, jangan harap dia mau bikin Nescafe yang tersedia gratis di kantor 
atau beli di supermarket, selama
 masih ada kopi kapal api atau ayam merak atau kopi tubruk lainnya.!!
Dancow rutinnya diganti dengan Anlene, atau L-Men.

Keduanya
 (Nescafe dan Dancow) merupakan maskot kebanggaan produk Nestle.
Danone
Inilah
 yang paling dilematis bagi dirinya, ketika Air Mineral Aqua diambil alih oleh 
Danone (atau apalah istilahnya dari sisi permodalan, entah merger atau 
akuisisi). Karena satu-satunya sumber air minum yang disediakan gratis di 
kantor adalah Aqua !

Kiwi
Gak lagi beli dan pakai semir Kiwi, dan dia beralih pada Cololite (kalau gak 
salah produk Jepang, yah?!)
Pizza
 Hut
Minggu
 kemarin, temen-temen kantor ngajak lunch bareng di Pizza Hut. Gw 
udah bisa nebak, dia gak akan pernah mau ikut ke sana. Walhasil, rencana ke 
Pizza Hut gagal total siang itu !!
 

Yang gw tahu dan gw rasa...
Dia sadar bukan orang yang paling suci dari hal yang haram apalagi syubhat.

Dia sadar dia tidak sealim seperti ikhwan-ikhwan
 yang biasa ‘hang out’ di Masjid. Meskipun dia selalu berusaha untuk sholat 
jamaah awal waktu di Masjid.
Mungkin dia bukan bagian dari mereka. Di saat dia asyik meluangkan waktunya 
ngerokok, mereka di sana mengisi waktunya mencium mushaf saku kecilnya setiap 
memulai dan mengakhiri kajian.
Dia Cuma berusaha menunjukan ke
dirinya sendiri, betapa dia sangat peduli dengan penderitaan dan perjuangan 
saudara-saudaranya di Gaza dan Tepi Barat.
Sepertinya, dia mencoba membersihkan setiap aliran darahnya dari produk Yahudi 
L.A. dan mencoba membangun ikatan ruhiyah dengan saudara-saudaranya melalui 
perjuangan yang dia bisa.. sekecil
 apapun.
Dia sedih, karena dia gak bisa melakukan lebih dari sekedar apa yang sudah dia 
lakukan.

Gw pun gak akan heran kalau dia adalah satu individu lepas yang turut hadir di 
aksi One Man One Dollar to Save Palestina di Monas, minggu 27 Januari kemarin !
Image
Gambar berikut yang menginspirasikan dia untuk tetap membenci Yahudi L.A., dan 
tetap membela saudara-saudara Palestine-nya


1.      
One of “the most powerful images of the past 50 years,”


2.      
Makin jelas ‘kan, mengapa salah satu butir kesepakatan perdamaian yang baru 
ialah Israel melarang pengungsi Palestina kembali ke tanahnya?! – The 
continuing Ghettoization is made possible
 with US taxpayer money -
 
 

3.      
Faris Odeh, 13 tahun. Satu dari ribuan anak Palestina yang terbunuh oleh 
tentara penjajah Israel.

4.      
Tentara Israel yang berpose dengan pejuang perlawanan Palestina yang dibunuh.

5.      
Anak-anak Palestina yang berkabung atas kematian Mohammed, 12 tahun.

6.      
Dan 7. ;  Yahudi Pengecut !



 
 
 

Penutup
Saat gw tanya pendapatnya tentang tulisan gw ini, sobat gw cuma berpesan untuk 
tetap menyampaikan rasa hormatnya kepada seluruh saudaranya-saudaranya yang 
(terpaksa) masih
 mencari nafkah di bawah bayang-bayang perusahaan berpanji bintang david. Gw 
pun hanya membalas, “tapi kita tetap harus menyampaikan informasi ini ‘kan, bro 
?!”
 
Cilandak,
Januari 29 2008
-Pedang Cahaya-









 



      

Kirim email ke