Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal


--- In [email protected], "Ediyus Hz" <edi...@...> wrote:

SubhanaLLAH.... Tausiyah dari Habib Nabiel ini agaknya cocok dengan

kondisi kita saat ini, terutama dalam membicarakan masalah

demokrasi..... Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi kita

semua..... Aaamiin.



-----Original Message-----

From: [email protected]

[mailto:[email protected]] On Behalf Of Mohammad Andri

Budiman

Sent: Thursday, February 19, 2009 10:46 PM

To: [email protected]

Subject: [daarut-tauhiid] Fwd: Kelompok2 yg Parsial dlm Memahami Aqidah

yg Mengandalkan Penampilan



---------- Forwarded message ----------

From: y111p <y1...@...>







BismiLlahirRahmaanirRahiim

Assalaamu'alaikum wr. wb.



Berikut hand-out yang digunakan dalam ceramah Al-Ustadz As-Sayyid Nabiel

bin Fuad Al-Musawa tentang Khawarij. Semoga Allah Swt. berkenan

melindungi kita dari firqah sesat tersebut. Amin.



---------------------------------------------------------



Kelompok-kelompok yg Parsial dalam Memahami Aqidah yang Mengandalkan

Penampilan



Artikel ini merupakan kuliah berseri Al-Manhajul Juz'i fi Fahmi Aqidah

fi Mazhahir, kelompok-kelompok parsial dalam memahami aqidah yang

mengandalkan penampilan dan tingkah laku. Pada pembahasan kali ini akan

difokuskan pada aliran Khawarij.



"Kami dulu diturunkan keimanan sblm turunnya al-Qur'an, sehingga saat

turun al-Qur'an kami mengimani semuanya, sementara ada kaum yang

diturunkan Qur'an sebelum diturunkan keimanan dalam hati mereka, maka

mereka membaca dari Alif Lam Mim sampai Minal Jinnati wan Nas, tapi

tidak tahu mana perintah mana larangan, mana yang halal mana yang haram"

(HR al-Hakim)



Kesaksian Ibnu Abbas ra tentang mereka (kelompok Khawarij): "Pakaian

mereka kasar dan berserat, mukanya pucat, keningnya menghitam seperti

lutut kambing tapak tangan dan kakinya keras, bacaan Qur'annya sangat

lama"



DEFINISI



Para ulama menyebutkan bahwa mereka disebut khawarij (berasal dari kata

kerja kharaja-yakhruju yang berarti keluar) karena mereka keluar dari

pasukan Ali ra, mereka sering juga disebut Haruriyyah karena asal daerah

mereka yaitu dari daerah Haruri, mereka disebut juga Muhkamah karena

menggugat tahkim Ali ra.



SEJARAH KHAWARIJ



Berkata Ibnu Taimiyyah : "Yang pertama kali melakukan bid'ah penampilan

dalam Islam adalah orang-orang Khawarij." (Majmu' al-Fatawa libni

Taimiyyah).



Secara perorangan mereka sebenarnya sudah ada sejak masa Nabi SAW, dari

hadits Abu Sa'id ra : "Setelah perang Hunain, Nabi SAW membagi ghanimah

lebih banyak kepada pembesar-pembesar Quraisy seperti al-Aqra' bin

Habits, `Uyainah, dll. Maka berkatalah seseorang: Demi Allah pembagian

ini tidak adil dan tidak mengharap ridha Allah..." (HR

Muslim)



Sejarah mereka kemudian timbul kembali dimasa Umar ra, yaitu dengan

berhasilnya mereka membunuh Khalifah Umar ra, yaitu oleh Abu Lu'lu

(seorang Khawarij).



Secara kelompok mereka baru mulai berkembang pada masa Utsman ra (dalam

Tarikh at-Thabari & Ibnu Katsir), bahwa merekalah yang memimpin

persekongkolan untuk membunuh Khalifah Utsman ra (dibawah hasutan Ibnu

Saba').



Memuncaknya mereka yaitu dimasa Ali ra, saat perang Shiffin, saat Ali ra

hampir menang mereka minta tahkim pada Kitabullah, saat Ali ra menuruti

keinginan mereka dan ingin mengutus Ibnu Abbas ra untuk wakil dalam

tahkim tersebut mereka menolak dan meminta Abu Musa ra untuk hal

tersebut, akhirnya Abu Musa ra kalah berdebat dengan Amr bin Ash ra

(wakil dari kelompok Mu'awiyah ra) maka mereka (kaum Khawarij) tiba-tiba

mengkafirkan Ali ra dan 12.000 orang mereka keluar dari pasukan Ali ra.

Dan di akhir pemerintahan Khalifah Ali ra merekalah yang akhirnya

menghasut Abdurrahman Ibnu Muljam untuk membunuh Ali ra.



Tokoh-tokoh mereka dimasa Ali ra diantaranya adalah: Al-Asy'at bin Qais,

Mas'ud al Fadaki, Ibnul Kawa' (yang pertama kali keluar dari pasukan Ali

ra), dll.



DALIL-DALIL SUNNAH TENTANG KHAWARIJ

1. Pada suatu peperangan, Nabi SAW lebih banyak membagi ghanimah (harta

rampasang perang) kepada sekelompok orang, maka berkatalah seseorang :

"Hai Muhammad ittaqullah ! Maka berkatalah Umar ra : Ya Rasulullah !

Biar saya tebas leher orang ini ! Jawab Nabi SAW: Biarkan ia, kelak dari

keturunannya akan lahir suatu kaum yang bacaan Al-Qur'an mereka hanya

sampai ditenggorokan, mereka membunuh orang Islam dan membiarkan orang

musyrik, mereka lepas dari Islam seperti panah dari busurnya." (HR

Muttafaq `alaih)



2. "Akan keluar dari ummatku nanti kaum yang muda usia dan bodoh, mereka

berkata dengan kata-kata kita, mereka membaca Al-Qur'an tidak melewati

tenggorokan mereka dan mereka keluar dari Islam seperti panah dari

busurnya." (HR Muttafaq `alaih)



3. " ... mereka akan keluar terus, sampai yang terakhir akan keluar

bersama Dajjal ..." (HR An-Nasa'i dan al-Hakim)



4. "... mereka bagus dalam bicara tapi jelek dalam amalnya, mereka

mengajak kepada al-Qur'an tapi sedikitpun mereka tidak melaksanakannya."

(HR al-Hakim)



SIFAT-SIFAT KHAWARIJ MENURUT AS-SUNNAH DAN TARIKH YANG PERLU DIWASPADAI

1. Mudah mencela dan mengkafirkan orang lain: Mereka berani mencela Nabi

SAW, mengkafirkan Utsman & Ali ra dan mengkafirkan orang-orang yang

berdosa besar. Sehingga hendaknya kita mewaspadai sikap mudah mencela

dan mengkafirkan orang atau kelompok lain ini seperti yang dilakukan

oleh berbagai kelompok neo-khawarij belakangan ini, karena demikianlah

sifat mereka.



2. Berburuk sangka pada muslimin: Sifat mudah ber-su'uzhan kepada

kelompok muslim lain. Sifat inipun sekarang mulai menghinggapi sebagian

kelompok kaum muslimin kontemporer, sehingga dengan mudahnya memberi

level kepada kelompok diluar kelompoknya sebagai sesat, kafir, ahlul

bid'ah bahkan termasuk kepada orang yg sudah wafat seperti Sayyid Quthb,

Hasan al-Banna, dll-pun mereka fasikkan walaupun tanpa adanya

bukti-bukti yang kuat.



3. Keras pada muslimin tapi berhati-hati pada orang kafir: Pada

peristiwa Khabbab Ibnul Arts ra yang mereka bunuh karena mengaku sebagai

salah seorang sahabat Nabi SAW, sementara Washil bin Atha'

(seorang Mu'tazilah mereka biarkan karena mengaku seorang kafir). Pada

sebagian kelompok saat ini ada yang demikian rajin memusuhi dan mencaci

maki kelompok kaum muslimin yang lain dalam tulisan-tulisan mereka,

sementara mereka membiarkan dan bahkan berdamai dengan kaum kafirin dan

musyrikin yang memusuhi dan jelas-jelas memerangi Islam.



4. Sedikitnya ilmu mereka: Simak saja perdebatan mereka dengan Imam Ali

ra: Kenapa anda bertahkim? Ali ra membaca QS 4/35 lalu menjawab:

Kalau dalam masalah keluarga saja boleh tahkim apalagi dalam masalah

Khilafah ! Kata mereka: Kenapa dalam perang Jamal anda tidak mengambil

mereka sebagai budak ? Jawab Ali ra: Tidak halal memperbudak kaum

muslimin. Kata mereka: Kenapa saat perjanjian anda tidak gunakan kata

Amirul Mu'minin ? Jawab Ali ra: Orang yang lebih baik dari saya (Nabi

SAW) pernah tidak menggunakan kata Rasulullah saat perjanjian

Hudhaibiyyah. Kata mereka : Kenapa anda pindahkan hak anda pada orang

lain saat Tahkim ? Jawab Ali ra : Kekasihku Rasulullah SAW pernah

memberikan hak keputusan pada Sa'ad bin Mu'adz ra saat peristiwa bani

Quraizhah, tapi keputusan beliau SAW ditaati, sementara keputusanku

kalian dustakan. Maka sebagian mereka berkata : Demi Allah dia (Ali

ra) benar dan kita hrs bertaubat ! Maka bertaubatlah 8000 orang dari

mereka sedang sisanya 4000 orang diperangi oleh Ali ra dengan 4000

pasukannya, kata Ali ra : Demi Allah ! Aku mendengar dari kekasihku

Rasulullah SAW bahwa pasukan yang terbunuh diantara kita hanya 9 orang

dan mereka yang tertinggal (tidak terbunuh) hanya 9 orang saja !



Pada kelompok neo-khawarij (Khawarij modern) juga terdapat ciri yang

sama, mudahnya mereka mengkafirkan kelompok di luar kelompok mereka,

tanpa tahu secara mendalam tentang kelompok yang mereka kafirkan

tersebut (karena mereka tidak pernah membaca tentang kelompok diluar

mereka tersebut, kecuali berdasarkan fatwa guru-guru mereka saja). Dan

mereka dipimpin oleh orang-orang yang memang bukan ahli syari'ah,

melainkan hanya sebagian orang yang masih baru belajar ilmu syari'ah dan

sama sekali belum memenuhi syarat untuk berfatwa.



5. Meremehkan orang lain dan merasa diri paling benar: Mereka kagum pada

pendapat sendiri dan menafsirkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pikiran

mereka dengan menolak untuk mengambil pendapat para imam salafus shalih.

Pada jenis neo-khawarij saat ini, mereka lupa bahwa dalam syari'at dari

masa salaf sampai khalaf tetap ada perbedaan pendapat yang tidak dapat

disatukan dalam masalah furu' syari'ah, sampai-sampi Imam Malik

rahimahullah menolak ketika kitabnya al-Muwaththa ingin dijadikan

referensi induk oleh Khalifah dengan mengatakan : "Wahai amirul

mukminin, sesungguhnya para sahabat Rasulullah SAW telah berpencar ke

berbagai pelosok dengan pendapatnya masing-masing, maka bagaimana

mungkin engkau akan memaksa kaum muslimin untuk hanya mengikuti satu

pendapat ?!"



BAGAIMANA JIKA TERPAKSA BERDEBAT DENGAN MEREKA 1. Pilih orang yang

memiliki kefahaman syari'ah untuk berdiskusi dengan mereka:

o Ibnu Abbas ra sengaja mendatangi mereka dengan pakaian yang indah,

lalu mereka mencibir lalu kata Ibnu Abbas : "Katakanlah siapa yang

mengharamkan perhiasan yang indah-indah ..." (QS 7/32) o Umar bin Abdul

'Aziz ra pernah berdiskusi dengan mereka lalu diminta oleh mereka untk

melaknat leluhurnya (Bani Umayyah) maka jawab Ibnu Abdul 'Aziz ra : Coba

sebutkan dalilnya kita harus melaknat Fir'aun jika ada ?! Jawab mereka :

Tidak ada ! Maka kata Ibnu Abdul Aziz :

Kalau demikian apalagi terhadap orang yang lebih baik dari Fir'aun !



2. Berhati-hati pada sifat seperti mereka. Hendaknya kita merenungkan

pendapat Imam Syafi'i rahimahullah ketika berkata: Ra'yii shawab walakin

yahtamilul khatha', wa ra'yu ghairii khatha' walakin yahtamilush shawab

(Pendapatku benar tapi mengandung kesalahan, sementara pendapat orang

lain salah tapi tetap mengandung kebenaran).

Kalau beliau saja yang demikian luas ilmunya demikian menghargai

pendapat orang lain, maka bagaimana pula dengan kita ?!



3. Pilihlah dialog dengan cara yang terbaik. Jelaskan bahwa benar

pendapat salaf itu merupakan kewajiban semua kaum muslimin untuk

mengikutinya, karena jika tidak maka mereka akan sesat, tetapi adalah

na'if jika menganggap bahwa yang berhak menafsirkan salaf itu hanya

monopoli suatu kelompok saja, lalu memvonis kelompok lain sebagai sesat

dan menyimpang. Diperlukan diskusi mendalam diantara berbagai kelompok

kaum muslimin untuk mendekatkan diantara berbagai pemikiran yang

berkembang yang ingin kembali kepada pemikiran salafus shalih.



4. Belajar Islam dengan pemahaman yang mendalam. Hendaknya kita

mempelajari Islam secara mendalam, sehingga diakui secara ilmiah

kepakaran kita dan kita memiliki wawasan ilmu keislaman yang luas,

terutama dalam aspek Fiqh al-Ikhtilaf dan Muqarranat al-Madzahib.



"Aku tidak mengetahui ni'mat mana yg lebih besar yg dikaruniakan Allah

padaku: Apakah ni'mat pemahaman Islam yg mendalam ini atau ni'mat

dijauhkan dari bid'ah" (Ibnu Taimiyyah)



Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Yudhie









------------------------------------



====================================================

Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam

====================================================

Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar

====================================================

website: http://dtjakarta.or.id/

====================================================

--- End forwarded message ---






      

Kirim email ke