Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal


--- In [email protected], muhamad agus syafii <agussya...@...>
wrote:

Pengertian Ukhuwah

By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA

Sungguh bahwa Allah telah menempatkan manusia secara keseluruhan sebagai
Bani Adam dalam kedudukan yang mulia, walaqad karramna bani Adam
(Q/17:70). Manusia diciptakan Allah SWT dengan  identitas yang
berbeda-beda agar mereka saling mengenal dan saling memberi manfaat
antara yang satu dengan yang lain (Q/49:13). Tiap-tiap ummat diberi
aturan dan jalan (yang berbeda), padahal seandainya Allah mau, seluruh
manusia bisa disatukan dalam kesatuan ummat.

Allah SWT menciptakan perbedaan itu untuk memberi peluang berkompetisi
secara sehat dalam menggapai kebajikan, fastabiqul khairat (Q/5;48).
Oleh karena itu sebagaimana dikatakan oleh Rasul, agar seluruh manusia
itu menjadi saudara antara yang satu dengan yang lain, wakunu
'ibadallahi ikhwana. (Hadis Bukhari)
Dalam bahasa Arab, ada kalimat ukhuwwah (persaudaraan), ikhwah (saudara
seketurunan) dan ikhwan (saudara tidak seketurunan).  Dalam al
Qur'an  kata akhu (saudara) digunakan untuk menyebut saudara
kandung atau seketurunan (Q/4:23), saudara sebangsa (Q/7:65),  saudara
semasyarakat walau berselisih faham (Q/38;23) dan saudara seiman
(Q/49;10). Al Qur'an bukan hanya menyebut persaudaraan
kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah), tetapi bahkan menyebut binatang dan
burung sebagai ummat seperti ummat manusia (Q/6;38) sebagai saudara
semakhluk (ukhuwwah makhluqiyyah).

Istilah ukhuwwah Islamiyyah bukan bermakna persaudaraan  antara
orang-orang Islam, tetapi persaudaraan yang didasarkan pada ajaran Islam
atau persaudaraan yang bersifat Islami. Oleh karena cakupan ukhuwwah
Islamiyyah bukan hanya menyangkut sesama orang Islam tetapi juga
menyangkut persaudaraan dengan non muslim, bahkan dengan makhluk yang
lain. Seorang pemilik kuda misalnya, tidak boleh membebani kudanya
dengan beban yang melampaui batas kewajaran. Ajaran ini termasuk dalam
ajaran ukhuwwah Islamiyyah bagaimana seorang muslim bergaul dengan hewan
kuda yang dimilikinya.

Dari ayat-ayat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Al Qur'an
(dan Hadis) sekurang-kurangnya memperkenalkan empat macam ukhuwwah;
yaitu;

1. Ukhuwwah 'ubudiyyah; persaudaraan karena sama-sama  makhluk
yang tunduk kepada Allah.

2. Ukhuwwah insaniyyah atau basyariyyah, persau¬daraan karena
sama-sama sebagai manusia secara keseluruhan.

3. Ukhuwwah wathaniyyah wa an nasab. Persaudaraan karena keterikatan
keturunan dan kebangsaan.

4. Ukhuwwah diniyyah, persaudaraan karena seagama.

Bagaimana  ukhuwwah berlangsung, tak lepas dari faktor penunjang. Faktor
penunjang yang signifi¬kan membentuk persaudaraan adalah persamaan.
Semakin banyak persamaannya, baik persamaan rasa maupun persamaan
cita-cita maka semakin kokoh ukhuwwahnya. Ukhuwwah biasanya melahirkan
aksi solidaritas. Contohnya, di antara kelompok masyarakat yang sedang
berselisih, segera terjalin persaudaraan ketika semuanya menjadi korban
banjir, karena banjir menyatukan  perasaan, yakni sama-sama merasa
menderita.Kesamaan perasaan itu kemudian memunculkan kesadaran untuk
saling membantu.

Petunjuk Al Qur'an Tentang Ukhuwwah

1. Tetaplah berkompetisi secara sehat dalam mela¬kukan kebajikan,
meski mereka berbeda-beda agama, ideologi, status; fastabiqul khairat
(Q/5;48). Jangan berfikir menjadikan manusia dalam keseragaman, memaksa
orang lain untuk ber¬pendirian seperti kita misalnya, karena Tuhan
menciptakan perbedaan itu sebagai rahmat, untuk menguji mereka siapa
diantara mereka yang mmberikan kontribusi terbesar dalam kebajikan.

2. Memelihara amanah ( tanggung jawab) sebagai khalifah Allah di bumi,
di mana manusia dibebani keharusan menegakkan kebenaran dan keadilan
(Q/38;26), serta memelihara keseimbangan lingkungan alam (Q/30:41).

3. Kuat pendirian tetapi menghargai pendirian orang lain. Lakum dinukum
waliya din (Q/112;4), tidak perlu bertengkar dengan asumsi bahwa
kebenaran akan terbuka nanti di hadapan Tuhan (Q/42:15).

4. Meski berbeda ideologi dan pandangan, tetapi harus berusaha mencari
titik temu, kalimatin sawa, tidak bermusuhan, seraya  mengakui
eksistensi masing-masing (Q;3;64).

5. Tidak mengapa bekerjasama dengan pihak yang berbeda pendirian, dalam
hal kemaslahatan umum, atas dasar saling menghargai eksistensi,
berkeadilan dan tidak saling menimbulkan kerugian (Q/60;8). Dalam hal
kebutuhan pokok, (mengatasi kelaparan, bencana alam, wabah penyakit dsb)
solidaritas sosial dilaksanakan tanpa memandang agama, etnik atau
identitas lainya (Q/2:272).

6. Tidak memandang rendah (mengolok-olok) kelompok lain, tidak pula
meledek atau membenci mereka (Q/49:11).

7. Jika ada perselisihan diantara kaum beriman, maka islahnya haruslah
merujuk kepada petunjuk Al Qur'an dan Sunnah Nabi (Q/4;59).

Al Qur'an menyebut bahwa sanya pada hakekatnya orang
mu'min itu bersaudara (seperti saudara sekandung), innamal
mu'minuna ikhwah (Q/49;10). Hadis Nabi bahkan memisalkan hubungan
antara mukmin itu bagaikan hubungan anggauta badan dalam satu tubuh
dimana jika ada satu anggauta badan menderita sakit, maka seluruh
anggauta badan lainnya solider ikut merasakan sakitnya dengan gejala
demam dan tidak bisa tidur. Nabi juga mengingatkan bahwa  hendaknya
diantara sesama manusia tidak mengembangkan fikiran negatif (buruk
sangka), tidak mencari-cari kesalahan orang lain, tidak saling
mendengki, tidak saling membenci, tidak saling membelakangi, tetapi
kembangkanlah persaudaraan. (H R Abu Hurairah).

Meski demikian, persaudaraan dan solidaritasnya harus berpijak kepada
kebenaran, bukan mentang-mentang saudara lalu buta terhadap masalah. Al
Qur'an mengingatkan kepada orang mu'min; agar tidak
tergoda untuk melakukan perbuatan melampaui batas ketika orang lain
melakukan hal yang sama kepada mereka. Sesama mukmin diperintakan untuk
bekerjasama dalam hal kebajikan dan taqwa dan dilarang bekerjasama dalam
membela perbuatan dosa dan permusuhan, Ta'awanu 'alal
birri wat taqwa wala ta'awanu 'alal itsmi wal
'udwan. (Q/5;2). Wallohu a'lamu bissawab.

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Wassalam,
agussyafii

--- End forwarded message ---





      

Kirim email ke