just forward.. smoga bermanfaat yaa.. --- On Wed, 8/4/09, oky <[email protected]> wrote:
From: oky <[email protected]> Subject: [jakartabutuhrevolusibudaya] Pertanggungjawaban Janji To: [email protected] Date: Wednesday, 8 April, 2009, 5:45 PM Allah SWT berfirman dalam surat ke-16. An Nahl ayat 91. Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah( mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. Pertanggungjawaban Janji Oleh KH Didin Hafidhuddin Sebagaimana telah diketahui bersama, Senin, 16 Maret 2009, telah dimulai kampanye terbuka untuk menghadapi pemilu legislatif pada 9 April 2009 yang akan datang. Yang menarik dari masa kampanye ini adalah banyaknya pejabat publik yang mendapatkan amanah untuk mengurus rakyat malah mengajukan cuti karena ingin mengadakan kegiatan kampanye. Mulai dari presiden, wakil presiden, para menteri, gubernur, ataupun bupati dan wali kota. Secara yuridis formal, berdasarkan undang-undang pemilu yang ada, itu memang adalah hak mereka untuk mengajukan dan melakukannya. Akan tetapi, secara moral dan tanggung jawab, rasanya sulit untuk bisa dipahami bahwa cuti yang diajukan itu untuk tidak melaksanakan amanah dalam mengurus urusan rakyat yang semakin berat dan kompleks itu. Rakyat menderita, serba kekurangan, sulit memenuhi kebutuhan hidupnya secara wajar, apalagi ditambah dengan berbagai musibah yang terjadi dan menimpa mereka. Sungguh, jika para pejabat publik tersebut bekerja dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan penuh pengorbanan serta kiprahnya dirasakan oleh masyarakat dan bangsa; pasti para pejabat tersebut tanpa kampanye pun akan dipilih kembali oleh masyarakat. Sebaliknya, jika kinerjanya buruk, tidak berprestasi, tidak berorientasi pada kepentingan rakyat, terutama rakyat kecil, walaupun terus-menerus melakukan kampanye dengan janji muluk-muluk; masyarakat tidak akan mudah percaya. Lisanul hal aqwa min lisanil maqal (bukti konkret jauh lebih kuat dan lebih berkesan daripada sekadar ucapan belaka), demikian kata pepatah. Hati-hati dalam janji Kampanye identik dengan janji-janji. Ada yang sungguh-sungguh penuh dengan kejujuran dan penghayatan serta kehatian-hatian. Tetapi, ada pula yang terkesan asal bicara, tanpa dilandasi pengetahuan yang terkait dengan pelaksanaan janji tersebut. Seorang caleg, misalnya, berjanji kalau terpilih, akan mengaspal jalan ke kampung konstituennya. Padahal, sebagaimana diketahui bersama, tugas anggota legislatif adalah membuat undang-undang dan peraturan, pengawasan dan pengesahan anggaran. Sedangkan, tugas membuat jalan, bangunan, dan sarana-sarana umum lainnya adalah tugas pemerintah (eksekutif). Janji, dalam perspektif ajaran Islam, merupakan bagian dari identitas utama keimanan dan keislaman seseorang. Setiap orang yang beriman diperintahkan untuk memenuhi janji-janji yang dibuatnya. Allah SWT berfirman dalam QS Almaidah [5] ayat 1, "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu." Di dalam tafsir Departemen Agama, ketika menafsirkan ayat tersebut (QS Almaidah [5] ayat 1), dikemukakan bahwa aqad (perjanjian) mencakup janji prasetia hamba kepada Allah dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan sesamanya. Dalam QS Almukminun [23] ayat 8, dikemukakan bahwa indikator utama Mukmin yang akan mendapatkan kebahagiaan adalah yang suka memenuhi amanah dan janjinya. Perhatikan firman-Nya, "Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya ." (QS Almukminun [23] ayat 1 dan 8). Sebaliknya, orang-orang yang selalu mengingkari janjinya termasuk kategori orang yang nifaq (munafik). Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, ''Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam: jika berkata ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya dia berkhianat.' ' (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Karena itu, hati-hatilah dalam berjanji sebab semuanya akan dipertanggungjawabk an, di samping di hadapan manusia, juga kelak kemudian hari di hadapan Allah SWT pada saat mulut dikunci rapat, tidak mampu berbicara, apalagi berdusta. Justru, yang akan berbicara adalah anggota tubuh kita, seperti tangan dan kaki. Perhatikan firman-Nya dalam QS Yasin [36] ayat 65, "Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." Kampanye dialogis Untuk menghindari janji-janji palsu yang akan menjerumuskan kita kepada kemunafikan yang sangat membahayakan, dalam membangun masyarakat dan bangsa, kiranya kampanye dialogis perlu sebanyak mungkin dilakukan. Para caleg memaparkan visi dan misinya serta strategi pencapaiannya disertai dengan kriteria-kriteria yang jelas dan terukur. Sedangkan, masyarakat konstituennya menanggapinya dengan kritis dan terbuka. Argumentasi- argumentasi rasional dan objektif diungkapkan secara terbuka yang tentu dengan cara-cara yang santun, elegan, dan beradab. Menjauhkan diri dari perkataan kasar dan kotor, menghina dan memfitnah, apalagi disertai dengan kekerasan. Melalui kampanye dialogis ini, para caleg akan semakin hati-hati dalam berkata dan berjanji. Masyarakat pun akan dididik semakin cerdas dan kritis. Inilah sesungguhnya proses pembelajaran politik dalam pesta demokrasi pemilu sehingga biaya yang cukup besar dan cukup mahal serta dengan menguras seluruh energi bangsa ini akan terlihat manfaat dan kegunaannya. Melalui cara ini, diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa dan masyarakat dalam berbagai macam level dan tingkatan yang cerdas, santun, amanah, bertanggung jawab, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat dan bangsa secara lebih luas. Kita semua berharap agar kampanye ini tidak dijadikan sebagai media untuk berbangga-banggakan diri dan kelompoknya serta kecenderungan sombong dan takabur, seolah-olah diri dan kelompoknya yang paling benar dan yang lain salah. Jika ini yang terjadi, akan lahir para pemimpin yang hanya pandai menyalahkan orang lain, sedangkan dirinya sendiri sama sekali tidak berbuat apa-apa bagi kepentingan masyarakat dan bangsa. Wallahu a'lam bi ash-shawab. Dikutip tanpa izin dari : Refleksi, Koran Republika, Minggu 22 Maret 2009 Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
