Penggalangan dana civitas Alumni Muslim Binus masih terus dilaksanakan hingga 
hari minggu tanggal 11 okt 09. Insyallah bersama bang Efri (angk 92), alumni mt 
akan mengirimkan volunteer untuk membantu korban gempa dan menyalurkan bantuan 
donatur ke padang khususnya pelosok pedalaman pariaman.
 
Bagi para calon donatur yang ingin berpartisipasi dalam penggalangan bantuan 
gempa sumbar baik berupa dana ataupun kebutuhan pokok lainnya dapat menghubungi 
CP bantuan gempa sumbar 08562147081 
no.rek BCA 5270991035 a/n Tisa Putrinda.

Dan saya ucapkan Terima Kasih untuk semua donatur yang telah terketuk pintu 
hatinya menyisihkan sebagian rizki dan menyumbangkan hartanya. Semoga bantuan 
tersebut bermanfaat dan mendapat ridho serta berkah dari Allah SWT.

Laporan klik disini
 
--------------------------------------------
 
 
Akmal (39) tertunduk lesu.
Lidahnya kelu....
dan tidak mampu mengucapkan kata-kata dengan lancar
Ketika diajak bicara...
dia hanya menjawab sepatah demi sepatah
dengan interval waktu cukup lama.

Sering dia kehilangan kata-kata
dan tidak ingat kalimat apa yang diucapkan sebelumnya.
Wajahnya tampak ingin bercerita banyak,
tetapi lidahnya tetap terbata-bata mengeluarkan kata

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang keliling itu...
sebenarnya bukan hanya kehilangan kata-kata.
Dalam tempo singkat...
dia kehilangan tiga orang terdekat secara bersamaan,
dalam bencana gempa, Rabu (30/9).

Istrinya, Kambang Manis (37);
anak bungsunya, Tri Yudha Rahmatullah (5 bulan);
dan mertuanya, Tirajih (75);
telah dipanggil Yang Maha Kuasa.

”Cobaan ini demikian berat.
Saya hanya bisa pasrah...
semoga Allah dapat memberi petunjuk...
agar saya mampu menghadapi cobaan ini,” kata Akmal.

Saat terjadi gempa bumi berskala 7,6 skala Richter itu,
Akmal tidak berada di rumah.
Dia sedang menjajakan dagangannya ...
di desa yang cukup jauh dari rumah di Desa Sungai Geringging, Pariaman.

Ketika gempa mengguncang...
dia langsung bergegas pulang.
Kekhawatirannya sangat kuat,
apalagi rumahnya hanya berjarak tidak sampai satu kilometer
dari pantai laut Pariaman.
Bayangan tsunami Aceh muncul di kepalanya.
Saat tiba di rumah, debaran jantungnya semakin keras...
karena yang terlihat bangunan rumahnya sudah rata dengan tanah.

Tiga anaknya, Cendra (10), Aldi (8), dan Chelsi (4) terlihat sedang menangis...
dan ditenangkan beberapa tetangganya.
Tidak terlihat Kambang, ibu mertuanya, dan anak bungsunya, Tri.
Akmal segera sadar...
sesuatu yang mengerikan telah terjadi.

Saat gempa, seluruh anggota keluarganya (istri, empat anak, dan mertuanya) 
sedang di dalam rumah.
Kambang langsung membawa tiga anaknya, Cendra, Aldi, dan Chelsi keluar rumah.
Mertuanya ikut menyusul.
Di luar, Kambang menyadari....
bahwa anak bungsunya, Tri... masih tertidur dalam ayunan di dalam rumah.
Tanpa memedulikan bumi yang berguncang hebat...
ibu itu menerobos masuk ke dalam kamar.
Entah kenapa, mertuanya ikut menyusul.
Tri digendong..... Namun, bumi berguncang semakin keras.
Ketika baru mencapai pintu samping untuk keluar,
dinding rumah roboh menimpa Kambang dan anaknya.
Kusen pintu pun menghantam kepala mertuanya.

Ketika gempa mereda,
tetangga Akmal mencoba membantu mengeluarkan tiga orang yang tertimpa 
reruntuhan.
Namun, Kambang, Tri, dan Tirajih tidak tertolong lagi.
Jasad Kambang meringkuk sambil memeluk jasad Tri.

Kompas, Jumat, 2 Oktober 2009 | 03:12 WIB

Sessungguhnya masih banyak Akmal yang lain...
Yang bukan hanya kehilangan harta...tetapi juga jiwa
Kepedulian kita dituntut untuk meringankan beban saudara kita..

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

”Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah akan selalu menolongnya”.[7]

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda.

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ 
عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ 
يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا 
سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا 
كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

”Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari 
kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan di 
antara kesusahan-kesusahan akhirat.
Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan 
memudahkan dia di dunia dan akhirat.
Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di 
dunia dan akhirat.
Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong 
saudaranya”.[8] Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.







If you can dream it, you can become it
Warm Regards,



Candra Bayu Ast




      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke