from my friend Mr. Soleh (pstti UI) : 

saya sempat menanyakan hal ini kepada Dr. Syafii Antonio  dalam sebuah acara 
diskusi di Radio tentang Ekonomi Haji, beliau menyatakan bahwa obligasi yang 
mengalami restructuring bukanlan sukuk tapi obligasi biasa (konvensional) yang 
dikeluarkan salah satu anak perusahaan atau member group Dubai World. 
An-Nakheel; nama anak perusahaan itu merupakan perusahaan yang aktif di sektor 
properti dengan salah satu proyek mercusuarnya The Palm (sebagaimana nama 
perusahaan tsb). penjualan properti itulah sumber dari credit risk. 'patut di 
duga' bahwa properti yang diproduksi dikonsumsi oleh lebih besar (80%) konsumen 
luar negeri dan aset inilah yang memicu transaksi derivatif. mungkin mirip2 
subpreme mortgage. konfirmasi ini agak berbeda dengan beberapa sumber informasi 
online yang ada di indonesia. tapi andaikan benar itu sukuk? saya pikir tidak 
ada jaminan tidak akan mengalami default meski dengan rating tripe A sekalipun. 
mungkin ini menjadi pelajaran kita
 bersama untuk memilah dan memilih obyek investasi serta model akad nya. untuk 
obyek, terlihat sekalipun itu sektor riel tapi ternyata menjadi gelembung, 
untuk akadnya jika berbasis syirkah/mudharabah saya pikir lebih fair dibanding 
bil ijarah (untuk kasus proyek2). dan satu hal yang lebih penting; MORALITY. 
ketamakan telah membuat ekonomi hancur dan menjadikan ekonomi berbasis 
gelembung dan gosip. wallahua'lam

 
 




________________________________
From: nugon19 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, December 2, 2009 3:11:48 PM
Subject: [muslim_binus] Re: Dubai debt crisis, test terhadap Islamic Banking

  
Ada yg bisa share lebih detail mengenai analisa dan kronologi krisis
Dubai?

Thanks a lot.

Wassalam,

Nugon

--- In muslim_binus@ yahoogroups. com, Muhammad Irfani Sahnur <irf...@...>
wrote:
>
> Assalamualaikum
>
> Dubai byk mengeluarkan sukuk (obligasi shariah) yg kini statusnya
hampir
> default (gagal bayar). Sekedar share. bagaimana ini. ada opini bagi yg
> ngerti shariah.
> Kepercayaan thp shariah mungkin menurun ditengah peningkatan aktivitas
> shariah yg begitu cepat akhir2 tahun ini diseluruh dunia terlebih
setelah
> krisis di USA.
> Hal ini juga berdampak kelancaran Pemerintah kita menerbitkan sukuk
negara.
> Shariah sebagai alternative dari conventional (riba) benar2 mendapat
> ujiannya kali ini.
>
> --
> irfani
>
> http://irfani. web.id
> Y! irfani_s
>





      

Kirim email ke