dari $59bil hutang ada yg konventional ada yg shariah, wah blum cek lagi, tp
dugaan saya mayoritas shariah. karena memang dubai yg paling banyak
mengeluarkan sukuk didunia dan dianggap panutan pusat keuangan islami.

dari total hutang Dubai World (perusahaan yg sahamnya dimiliki pemerintah
dubai) $59bil, yg di restructure hanya $26bil yg mana merupakan hutang dari
anak usahanya An-Nakheel yg byk project nya baru/akan selesai tahun ini/thn
dpn mengalami penurunan harga sepi peminat hingga 50% dari harga puncak
akibat dari crisis property di USA.

sepertinya info yg benar an-nakheel memiliki sukuk, soalnya menurut berita
yg dilansir dimana2 akan ada hutang jatuh tempo desember ini senilai $3.5bil
dalam bentuk islamic bond (sukuk)

utk tipe akad kayanya mudharabah. masalahnya kalau merugi gini yg menanggung
sepenuhnya nasabah, jika tidak ada niat buruk mudharib, tp byk jg yg protes
karena ini usaha katanya over rating menggelembung secara semu padahal tidak
mencerminkan realitas, prinsip keterbukaan kurang, dan diakhir2 baru
mengakui.

kabar terbaru beberapa (byk) perusahaan yg terafiliasi dgn Dubai World,
ratingnya diturunkan menjadi 'Junk'

yang jelas kejadian ini benar2 membuat pemberitaan luar menyudutkan sistem
shariah, dan ini benar2 menjadi test terhadap sistem ini. mereka menjadi
ragu kepercayaan menurun, terlebih2 terjadi dipusatnya keuangan islami.

2009/12/3 Fauzur Rahman <[email protected]>

>
>
> *from my friend Mr. Soleh (pstti UI) : *
>
>  saya sempat menanyakan hal ini kepada Dr. Syafii Antonio  dalam sebuah
> acara diskusi di Radio tentang Ekonomi Haji, beliau menyatakan bahwa
> obligasi yang mengalami restructuring bukanlan sukuk tapi obligasi biasa
> (konvensional) yang dikeluarkan salah satu anak perusahaan atau member group
> Dubai World. An-Nakheel; nama anak perusahaan itu merupakan perusahaan
> yang aktif di sektor properti dengan salah satu proyek mercusuarnya The Palm
> (sebagaimana nama perusahaan tsb). penjualan properti itulah sumber dari
> credit risk. 'patut di duga' bahwa properti yang diproduksi dikonsumsi oleh
> lebih besar (80%) konsumen luar negeri dan aset inilah yang memicu
> transaksi derivatif. mungkin mirip2 subpreme mortgage. konfirmasi ini agak
> berbeda dengan beberapa sumber informasi online yang ada di indonesia. tapi
> andaikan benar itu sukuk? saya pikir tidak ada jaminan tidak akan mengalami
> default meski dengan rating tripe A sekalipun. mungkin ini menjadi pelajaran
> kita bersama untuk memilah dan memilih obyek investasi serta model akad nya.
> untuk obyek, terlihat sekalipun itu sektor riel tapi ternyata menjadi
> gelembung, untuk akadnya jika berbasis syirkah/mudharabah saya pikir lebih
> fair dibanding bil ijarah (untuk kasus proyek2). dan satu hal yang lebih
> penting; MORALITY. ketamakan telah membuat ekonomi hancur dan menjadikan
> ekonomi berbasis gelembung dan gosip. wallahua'lam
> .
>
> 
>



-- 
irfani

http://irfani.web.id
Y! irfani_s

Kirim email ke