sumber: milis [email protected]        

 seneng kalo baca pengalaman orang yang pulang dari negri orang :) jadinya aku 
copas biar semua juga bisa baca... semoga bisa diambil hikmahnya...

 = = = = = = = = = = = =


Dari awal jalan, negeri ini udah masuk dalam rencana untuk dikunjungi.
Gara-gara Isa (suami asma nadia-pen) penasaran, apa sih yang dimiliki 
Luxemburg, kok bisa negeri kecil tapi makmur banget...

Jawabannya ternyata simpel. Yang dimiliki Luxemburg adalah otoritas,
keberanian untuk menyatakan bahwa dia negara...dan karenanya punya hak
sendiri untuk mengatur keuangan dan serba serbinya:) di dalam negeri.
Jadi kaya deh...^^

Nah, tapi nyaris terlewat, karena visa yang udah mepet expirednya, H-1
nih. Setelah dari Barcelona, Alhambra, Cordoba, dan Madrid, lalu menuju
Paris (terima kasih untuk Ita dan Patrick serta Ilhan yang sudah
menampung selama di Paris:)). Dari Paris rencananya langsung ke Swiss,
basecamp dari awal setelah writers in residence selesai, yaitu ke
tempatnya Mas Ryan dan Vindy, untuk mengambil tas besar.

Pikiran, pasti bangun telat, apalagi memang sedang libur shalatnya.
Masih capek sekian belas jam dari Madrid ke Paris. Terus pas nyampe
masih keliling-keliling sama Ita dan Patrick. Tapi ternyata justru bisa
bangun pagi...dan karena bantuan Pat dan kebaikan Ita, saya diantar
pagi2 ke stasiun. FYI, Ita atau yang nama lengkapnya Rosita Sihombing
ini juga novelis lho... beberapa bukunya sudah diterbitkan dan bisa
dicek ke toko buku:)

Pikir punya pikir...langsung ke Jenewa lagi atau mampir dulu ke
Luxemburg? Secara besoknya harus balik lagi ke Paris (sebab kereta ke
London memang dari Paris)...dan sengaja karenanya tas yang kecil
ditinggal di rumah Ita. Biar besok diambil lagi sebelum ke London.
Akhirnya... saya turun di Luxemburg.
Petugas di kereta bilang, "It's not a country... it s just a small
city!" sambil tertawa. Mungkin heran karena saya dengan gaya turis yang
backpacker lengkap dengan tripod, niat banget ke Luxemburg.

Hanya dua jam dari Paris.
Begitu keluar stasiun saya kaget banget. Udara dingin...sudah dialami
waktu ke Amsterdam dan Jenewa yang makin dingin. Tapi ini...ampun!
Jari-jari terasa kaku. Tas ransel berat banget karena penuh buku oleh-oleh dari 
perjalanan.

Dan stasiun Luxemburg ternyata gak punya locker untuk menitip ransel.
Jadilah sepanjang jalan...dan beneran saya memang jalan kaki cukup jauh
untuk sampai ke central kota (atau ransel yang berat dan capek yang
membuat jadi terasa jauh ya? hihihi).

Karena hanya punya waktu dua jam, saya memutuskan ikut bus tour, biar
hemat waktu dan tinggal hop n hop. Dapat tiket murah, karena ternyata
ada sesuatu hal yang membuat tujuan utama di kota ini justru gak bisa
didatangi.

Pas pertama naik saya ikut aja bus dan gak turun, hingga memutari kota...yang 
berlangsung selama...30 menitan. Cepet banget...
Kali kedua saya naik lagi, dengan niat turun di tempat-tempat yang
diincer. Toh nanti bus ini juga melewati stasiun kereta (tahu gitu gak
pakai jalan tadi ya? hehehe). Kesan saya negeri yang katanya berada di
urutan ke 167, sebagai salah satu negara terkecil di dunia ini, bersih
dan sepi...banget.

Oh ya, selama jalan kaki, saya sempat kecapekan dan duduk maksudnya mau
santai, di kursi kayu yang menghadap ke sungai. Ternyata... dingin
banget dan bagian belakang celana panjang saya langsung basah. Setelah
dilihat pantesan aja... kursinya diselimuti bunga es! Juga bunga-bunga
di sekitar. Cantik banget... ini lah pertemuan pertama saya dengan
salju, hihihi. Maksa ya, biar dikit dihitung salju ah! Terus dapat ide
bikin pesan cinta di kursi itu.

Anyway, meski sebentar, saya sempat beli gantungan kunci dan magnet
kulkas. Harganya bersaing deh sama Monaco:P sama satu buku tentang
Luxemburg buat Mami.

Oleh-oleh lain?
Ada foto-foto tentu, hihihi. Bisa diklik di http://anadia. multiply. 
com/photos/ album/207/ Dua_jam_di_ Luxemburg

Oh, ya saking dinginnya, saya gak niat banget gelar tripod. Lebih milih minta 
tolong orang di sekitar.

Seperti biasa...happy looking!
Jangan lupa baca buku Jilbab Traveler...inspirat if dan bikin kamu pengin 
melihat bumiNya yang luas. Insya allah.

ps: nama-nama tempatnya nyusul ya... gambarnya aja dulu:)



      Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke