bbrp temen saya ada yg dikasih tau sama dosennya, "kalian kalo sholat jgn pake 
"sayyidina" saat bacaan tahiyat. kalo pake "sayidina" nanti ga sah. kalian jgn 
ikutin golongan itu karena skrg pun golongan itu ngga pake "sayidina" disetiap 
sholat mereka."

saya udah kebiasaan dari kecil, jadi kalo ngga pake "Sayidina" jadi rada gmn.. 
gitu.

terus, ada lagi temen saya yang mulai dikampusnya diajarin sholat dengan cara 
golongan tertentu, jadi pake hapalan baru gitu. bacaan iftitah, duduk diantara 
2 sujud dan tahiyatnya beda...

gmn menurut temen2?




________________________________
Dari: Yanti M T <[email protected]>
Kepada: [email protected]; muslim binus 
<[email protected]>
Terkirim: Sen, 25 Januari, 2010 21:22:09
Judul: [muslim_binus] SEBERAPA NIKMATKAH SHALAT KITA?

   


>> 
>> 
>>
>>
>>
>>
>>
>>SEBERAPA NIKMATKAH SHALAT KITA? 
>>  
>>Usaha untuk meraih 
>>shalat khusyu sangat penting, karena shalat khusyu itu luar biasa nikmat dan 
>>menyenangkan. Jika khusyu tidak berhasil diraih, tentu shalat menjadi 
>>rutinitas 
>>yang menjemukan. Shalat menjadi beban harian, bahkan menjadi siksaan. Tidak 
>>inginkah kita keluar dari penderitaan ini?
>>
>>Jika orang lain dapat 
>>menghadirkan ketenangan, kenyamanan dan kebahagiaan melalui teraphy, meditasi 
>>dan sejenisnya, maka shalat lebih mampu mendatangkan lebih dahsyat dari itu. 
>>Contoh nyata adalah sayidina Ali yang tidak merasakan sakit sedikitpun ketika 
>>anak panah yang menancapnya dicabut saat melaksanakan shalat. Hal ini hanya 
>>dapat dijelaskan dengan satu alasan: shalat mampu membuat jauh lebih tenang, 
>>jauh lebih nyaman dan jauh lebih bahagia dibanding teraphy atau meditasi 
>>manapun. Anda tentu setuju, bukan? 
>>
>>   


 


      &quot;Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com&quot;

Kirim email ke