http://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah/message/17742
Hendra Fakhrurrozy <hubbunn...@...> hubbunnabi Mutiara Hikmah Nabi Isa as. bertanya kepada para sahabatnya, “Dimanakah benih itu tumbuh?” Mereka menjawab, “Di tanah.” Maka beliau berkata, “Begitu pula hikmah, ia tidak akan tumbuh kecuali di dalam hati yang seperti tanah.” Yaitu rendah hati, dan merasa tidak memiliki apa-apa dalam puncak kehinaan dan kefakiran. * * * Abu Bakar bin Duraid berkata, “Setiap kata yang menasihati dan menegurmu, atau mengajakmu kepada kemuliaan dan mencegahmu dari perbuatan tercela, maka ia adalah Hikmah dan Hikam.” http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/27232 Yusuf <m...@...> myusufe Bang Amir, Ketika Taujih Bertasbih Bang Amir, Ketika Taujih Bertasbih Taman Ueno, Tokyo yang rame dengan pengunjung pada saat itu tidak mengurangi kekhusukan liqo pengajian pekanan dengan bang Amir. Di atas tikar bambu, sekitar 5 orang membentuk lingkaran kecil. Bunga sakura yang sedang mekar berdzikir kepada Allah menambah keindahan taman Ueno saat itu. Dari stasiun Ueno, dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dapat kita temukan taman yang penuh pohon sakura ini. Sudah seperti biasa, salah satu acara populer yang kurang diminati adalah taujih atau nasehat singkat. Bang Sofyan mendapat giliran hari itu. Bang Sofyan yang mendapatkan pendidikan dari SD sampai SMA di sekolah non-Islam memang mempunyai banyak kesulitan dalam membaca tulisan arab. Akan tetapi semangat belajar dan kesederhaan penampilan, tutur kata yang sopan dan lemah lembut, menutupi semua kekurangan-kekurangannya. Masih aku ingat tanggal saat itu, adalah 20 Safar. Persis hari ini, hari Kamis, hari dimana kita diperintahkan oleh nabi untuk berpuasa sunnah. Sahur pagi ini yang terlewatkan tidak menghalangi teman-teman untuk tetap berpuasa sunnah. "Mungkin ini adalah salah satu cara untuk mewujudkan cintaku kepada Nabi, mir", kata bang Sofyan pelan, ketika diskusi apakah akan tetap memutuskan berpuasa atau tidak. Bang Amir tahu persis derita sakit maag bang Sofyan yang terkadang kambuh. Dan ini yang membuat bang Sofyan sering tidak dapat melakukan ibadah puasa sunnah. Ah, berapa banyak manusia yang mengaku sehat nan gagah, berotot dan tak kekurangan suatu apapun, termasuk dirinya ini, sering meninggalkan sunnah Nabi ini, gumam bang Amir dalam hati. Sambil membenarkan tempat duduknya, bang Sofyan mengawali taujihnya. "Minasan, Saudara-saudara, hidup ini sangat singkat, saya berpesan...", kata bang Sofyan. Dengan suara rendah, bang Sofyan melanjutkan nasehatnya. "... Kalau kita tidak bisa menggembirakan saudara kita, janganlah kita membuat mereka sedih. Kalau kita tidak bisa mencintai mereka, janganlah kita membencinya. Kalau kita tidak bisa menolong mereka, janganlah kita membebaninya. Kalau tidak bisa memberikan nasehat, janganlah kita merendahkannya. Kalau tidak bisa berkata dengan baik dengan mereka, maka janganlah menyakiti hatinya...ingatlah jangan kalian sampai lupa, doakanlah selalu mereka ...wasurenai youni..Owaridesu", kata bang Sofyan. Teman-teman dengan membelakkan matanya setengah kurang percaya dengan nasehat yang singkat yang tiba-tiba selesai dengan cepat dari bang Sofyan. Tidak biasa ada acara liqo dengan taujih sesingkat saat itu, kurang dari 1 menit. Kata-kata dari bang Sofyan mempunyai makna dan kekuatan disebabkan ia keluar dari lisan hamba Allah yang menyakini kebenaran. Mempunyai daya tarik karena dikeluarkan dari hati yang kuat nan ikhlas. Kata demi kata terasa hidup karena berasal dari jiwa yang hidup. Subhanallah. Taujih 15 tahun yang lalu itu memang singkat, tapi penuh makna, kenang bang Amir. "Ya akhi, semoga engkau mendapatkan tempat kemuliaan di sisi-Nya, diampuni dosa-dosamu, dimaafkan kesalahan-kesalahanmu, dan arwahmu ditempatkan di Firdaus-Nya yang mulia," bisik bang Amir dalam doa di pagi ini. Martinez - California, Kamis, 20 Safar 1431H Yusuf Minasan : saudara-saudara Owaridesu : selesai wasurenai youni : jangan lupa
