Dari tetangga..

Bacaan bagus.. :)



----- Forwarded Message ----
From: Daryono <[email protected]>
To: Syiar Islam <[email protected]>
Sent: Wed, February 3, 2010 3:53:28 PM
Subject: [syiar-islam] OOT  Mengaku Sarjana Islam, Pendeta Terbongkar kedoknya

  



Kisah Lucu nih gan....Bacalah sampai Akhir jgn ada yang di lewat 

Di kalangan Kristen, Pendeta Samuel Hermawan dikenal sebagai ahli islamologi 
mantan Muslim.. Namanya mulai naik daun ketika Samuel menuliskan pengalaman 
rohaninya mengapa ia beralih meninggalkan Islam dan kini menjadi pendeta. Dalam 
testimoni berjudul “Yesus adalah Tuhan dan Raja,” Samuel menuliskan sbb: “Saya 
dulunya dari muslim tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam 
Negeri (STAIN) Bandung . Saya ingin memberikan kekuatan untuk para sahabat 
sekalian orang-orang Kristen bahwa apa yang kalian sembah itu adalah 
benar-benar Tuhan dan Juruselamat. Yesus adalah Tuhan dan Raja sesuai yang 
tercantum dalam Al Quran, Hadist dan Injil.”
Dalam sebuah dialog Islam dan Kristen, dusta Pendeta Samuel terbongkar. 
Ternyata dia bukan mantan muslim, terbukti karena ia tidak bisa baca-tulis 
Al-Qur’an. Pengakuannya sebagai ahli islamologi lulusan pesantren dan Sarjana 
Islam lulusan STAIN Bandung , adalah kebohongan besar untuk memuluskan 
Kristenisasi. 

Pendeta Samuel mengaku tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam 
Negeri (STAIN) Bandung ...

Bermula ketika Indarwati, bukan nama sebenarnya, yang mempengaruhi kakak 
kandung, orang tua dan pamannya untuk masuk Kristen. 
Empat tahun yang lalu, Indarwati menikah secara Islam dengan seorang pemuda. 
Seluruh keluarga Indar merestui pernikahan itu, karena beranggapan, sang 
mempelai pria itu adalah seorang Muslim yang taat beragama. 
Belakangan, setelah Indar dikaruniai seorang anak, keluarganya baru tahu kalau 
suami Indar adalah seorang pendeta. Namun ia tidak mengaku pura-pura Muslim 
ketika menikah. Kilahnya, kekristenan itu ia terima setelah pernikahan. Kini, 
Indar sudah berganti iman menjadi aktivis gereja, mengikuti jejak suaminya. 
Bahkan seorang adiknya berhasil ditarik menjadi seorang Kristen. 
Ketika Indar mempengaruhi Eddy, pamannya, untuk masuk Kristen, terjadilah 
percekcokan ringan. Eddy paman adalah mantan aktivis PII (Pelajar Islam 
Indonesia ). 
“Kamu ini, kok bisa-bisanya masuk Kristen dan ngajak-ngajak keluarga untuk 
masuk Kristen?” tanya sang paman.
“Ya.. karena sekarang saya tahu kalau Kristen itu jauh lebih baik dari Islam, 
paman,” jawab Indra santai.
“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya 
sang paman lagi.
“Saya tidak dipengaruhi siapa-siapa, paman. Tuhan Yesus sendiri yang memanggil 
saya. Sekarang saya tahu bahwa Kristen itu kasih dan menyelamatkan,” terang 
Indra..
“Apa buktinya kalau Kristen itu menyelamatkan dan lebih baik dari Islam?” 
selidik sang paman.
“Saya tidak bisa menjelaskan secara detil, paman. Kalau Paman ingin tahu 
jawabannya, nanti saya panggil pendeta saya. Pendeta Samuel Hermawan adalah 
ahli islamologi, lulusan pesantren dan STAIN Bandung . Paman bisa bertanya 
sepuasnya tentang kekristenan kepada pak pendeta,” jawab Indra. Maka 
disepakatilah pertemuan dialog agama di rumah sang paman.
Ahad malam, 15 November 2009, di Bintaro diadakan pertemuan sederhana. Tapi 
sang paman tidak mau menghadapi sendiri.. Karena penasaran, kok ada lulusan 
pesantren dan sarjana Islam yang bisa pindah iman, maka ia mengundang sanak 
saudara dan para tetangga. Tidak lupa, ia mengundang Insan Mokoginta 
Wenceslaus, ustadz yang mantan Kristen. 
Pendeta Samuel Hermawan datang tidak sendirian Ia itemani beberapa pendeta, 
pekerja gereja dan beberapa jemaat setianya Dengan dandanan yang klemis dengan 
baju batik coklat yang dikenakannya, ia tampil sangat percaya diri. Seluruh 
materi islamologi yang akan dipresentasikan sudah disiapkan dalam laptop dan 
infocus, lengkap dengan seorang wanita operatornya.
Dialog dimulai pukul 8 malam, disaksikan lima puluhan pendengar dari kalangan 
Islam dan Kristen. 
Setelah memperkenalkan diri, Samuel mulai menerangkan ketuhanan Yesus 
berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Puluhan ayat Al-Qur’an ditampilkan di layar 
infocus. Insan yang sudah tidak asing dengan makalah itu menyela, “Maaf Pak 
Pendeta, paparan yang anda tampilkan itu sebenarnya bukan pemikiran anda. Anda 
hanya mengutip brosur Kristen “Rahasia Jalan ke Surga” yang memakai nama 
penerbit palsu Dakwah Ukhuwah. Saya sudah menjawabnya dalam buku “Muallaf 
Membimbing Pendeta ke Surga” tahun 1999.
Meski tak bisa membantah bahwa presentasi makalahnya sama persis dengan brosur 
Dakwah Ukhuwah, Samuel kekeuh menyangkalnya, dan terus melanjutkan ceramah.
“Yesus alias Nabi Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Al-Qur’an 
sendiri mengakui bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir. Bahkan 
Yesus bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Mari kita renungkan. Selain 
Tuhan, siapa yang bisa memberi nyawa kepada orang mati Karena Yesus bisa 
menghidupkan orang mati, maka dia adalah Tuhan,” jelasnya.
Insan membantah, “Saya tahu, ayat Al-Qur’an yang anda maksudkan adalah surat 
Ali Imran 49 dan Al-Ma’idah 110. Tapi ayat ini jangan dibaca sepotong saja. 
Bila dibaca secara utuh, seluruh mukjizat Nabi Isa itu selalu diiringi dengan 
kalimat ‘bi-idznillah’ yang artinya dengan seizin Allah. Jadi, seluruh mukjizat 
itu bukan karena kehebatan Nabi Isa, tapi karena izin dan pemberian Allah. 
Karenanya, yang menyembuhkan dan menghidupkan itu bukan Nabi Isa, melainkan 
Allah SWT,” katanya.
Samuel tak dapat membantah argumen ini, lalu beralih ke pembicaraan lain. Ia 
menyatakan bahwa menurut Injil Lukas, tidak semua perbuatan Yesus ditulis dalam 
Injil.. Karena tidak ada kitab yang bisa memuat seluruh ajaran Yesus. 
“Tolong Pak Pendeta baca, Injil Lukas yang anda maksud tersebut!” tanya Insan 
menimpali. “Wah, saya tidak hafal ayatnya, Pak,” jawabnya singkat.
“Tolong pendeta yang lain atau jemaat membaca Injil Lukas yang dimaksud,” tanya 
Insan kepada jemaat Kristen. Karena tak mendapat jawaban apapun dari pihak 
Kristen, maka Insan menjawab pertanyaannya sendiri.
“Sebetulnya, ayat yang dimaksudkan Pendeta Samuel itu bukan Injil Lukas, tapi 
Injil Yohanes 25:21. Kalau tidak percaya silakan baca ayat tersebut,” Insan 
mempersilakan. Jemaat pun membaca ayat yang dimaksud, ternyata betul. Mereka 
semakin gusar.
Ternyata Sarjana Islam Gadungan

Ketika ingin membuktikan ketuhanan Yesus sebagai orang yang tahu hari kiamat, 
Samuel mengutip terjemahan Al-Qur’an surat Luqman ayat 34: “Sesungguhnya Allah, 
hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.”
Penasaran dengan banyaknya kutipan ayat yang hanya dibaca terjemahannya saja, 
Insan minta Samuel untuk membaca nas Arabnya. 

Nyalinya runtuh ketika dites membaca nas Arab Al-Qur'an. Ternyata Pendeta itu 
bukan lulusan pesantren karena tidak tahu baca-tulis huruf Arab...

“Pak Pendeta, dari tadi anda hanya membaca terjemahan ayat tanpa membaca nas 
Arabnya. Anda kan ngaku lulusan pesantren dan sarjana Islam, tolong baca nas 
Arabnya!” pintanya.
Tak disangka, permintaan Insan ini meruntuhkan nyali sang pendeta. Beberapa 
menit ia hanya memandangi presentasi di layar in focus. Mulutnya terkatup, 
sesekali ia memandangi jemaatnya, dan sesekali menundukkan wajahnya yang mulai 
memucat. 
Jemaat dan para pendeta yang hadir pun nampak gusar, malu dan salah tingkah di 
hadapan puluhan hadirin Muslim. Pendeta Samuel Hermawan yang selama ini mereka 
elu-elukan sebagai ahli islamologi, lulusan pesantren dan sarjana Muslim, 
ternyata tak lebih pintar dari siswa TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). 
Sementara hadirin dari pihak Islam sebagian tertawa, sebagian geleng-geleng dan 
sebagian bertepuk tangan. Mereka terheran-heran terhadap Samuel Hermawan yang 
ditokohkan dan dihormati di gereja, padahal mereka selama ini dicekoki dengan 
kesaksian dusta.
“Pak Samuel ini aneh sekali. Bagaimana bisa jadi pendeta dan mengaku ahli 
islamomogi? Padahal anda tidak menguasai Bibel dan tidak paham Al-Qur’an? Mana 
mungkin anda bisa memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk 
kepentingan kristenisasi, padahal anda tidak mengerti baca-tulis Al-Qur’an? 
Tolong anda beragama yang jujur saja, jangan menipu jemaat” kata Insan 
menasihati.
Situasi dialog jadi tidak imbang, Insan yang jauh di atas angin, seperti dosen 
menceramahi anak SD. Tepat pukul 10 malam acara diakhiri, tuan rumah 
mempersilakan seluruh hadirin untuk menikmati makan malam yang sudah disediakan 
secara mewah. Terlanjur malu, Pendeta Samuel dan seorang pendeta lainnya 
buru-buru pamitan pulang meninggalkan para jemaatnya yang sudah membaur bersama 
hadirin lainnya di meja hidangan.
Seorang peserta yang sangat kecewa terhadap Pendeta Samuel berkomentar, 
“Katanya lulusan pesantren dan sarjana Islam, gak tahunya seperti ayam sayur,” 
kata pria berusia 60 tahun yang datang jauh-jauh dari Depok, Jawa Barat. 
Ternyata Pendeta Samuel adalah "Drs" alias durung rampung sekolah, toh. 


------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih 
Cepat hari ini! 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.432 / Virus Database: 270.14.149/2631 - Release Date: 01/18/10 
16:56:00


------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih 
Cepat hari ini!

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Get your new Email address! 
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

Kirim email ke