INILAH.COM, Makassar - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang
Jendral berbintang lima, tapi dia tidak bisa melawan kapitalisme
seperti pemimpin Libya Moamar Qadafi yang jelas melawan neloib di
negaranya.
Hal
ini diungkapkan Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulsel, Ansyar
Manrulu dalam orasinya di depan gedung DPRD Sulsel, dalam aksi
memperingati 100 hari pemerintahan SBY-Boediono di Makassar, Kamis
(28/1).
Ia mengatakan SBY adalah seorang militer yang mestinya
tangguh dalah memimpin dan menghadapi kondisi apapun di Indonesia. Tapi
ternyata, SBY tidak seperti Moammar Qadafi. Pemerintahan SBY bukan hal
baru dirasakan oleh rakyat Indonesia, tapi sejak lima tahun hingga
bertambah 100 hari tepat hari ini. Ia menilai, program-program tersebut
hanya berupa kumpulan daftar program 'yang akan dilakukan'.
Ia
menambahkan pinjaman luar negeri kita mencapai US$160,64 miliar hingga
Agustus 2009. Artinya, kebijakan ini bukan hanya membebenai APBN tetapi
juga menjadi pintu masuk untuk penerapan kebijakan neoliberalisme,
privatisasi, liberalisasi perdagangan.
Setelah berunjukrasa
massa meminta anggota DPRD naik ke panggung untuk menyampaikan
pernyataan sikap yang dibawa oleh massa. Ketua DPRD Sulsel Muh Roem di
daulat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Sulsel. [jib]
Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka
browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer