Berikut ini Reportase dari Panitia. Kebetulan ane terlibat, diminta bantuannya untuk menjadi moderator pada acara ini.
Wassalam, Nugon Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal Profil Pembicara Bedah Buku “Mereka Bertanya Islam Menjawab”, terbitan Aqwam, kompilasi dialog/tanya-jawab pertanyaan mengganjal tentang Islam yang sering diajukan orang awam dan non-Muslim dari: Dr. Zakir Naik, Prof. Dr. Shalah Shawi, Syaikh Abdul Majid Subh. Nama: Oemar Mita Lc. Kontak: [email protected], 0813 905 822 60 Tempat/Tanggal Lahir: Kudus, 14 Mei 1979 Domisili: Villa Dago Pamulang Aktivitas: · Mengajar di Pesantren Tinggi Al-Islam · Ketua Forum Kajian Syameela · Ketua Konsultasi Fiqih Ibadah Keluarga Dakwah · Mengajar di beberapa komunitas Muslim Jabodetabek: o Majelis Ta’lim di Perumahan dan Masjid Al-Fauzien, daerah Gema Pesona Estate, Depok o Komplek Perkantoran Arkadia TB. Simatupan o Masjid Darus Salam, Kebayoran Lama o Masjid Babu Taubah, Kemang Pratama, Bekasi o Masjid Ramadlon, Galaxy, Bekasi Sebelum memberikan ulasan reportase acara bedah buku, ada 5W + H dalam buku ini yang menarik untuk diketahui, yaitu: · What: Pertanyaan yang sering diajukan, pertanyaan yang mengganjal tentang Islam · Why: Menjawab rasa Ingin Tahu, atau meluruskan pernyataan (pertanyaan) yang memojokkan Islam · When: Banyak dialog atau diskusi interaktif terjadi setelah peristiwa “911” · Where: Diduga dialog kebanyakan terjadi di Amerika Serikat dan India · Who: Diajukan oleh orang awam dan non-muslim kepada 3 tokoh yang dikompilasi dalam buku ini · How to: Metode Tanya-Jawab, Dialog, Diskusi Interaktif Konten Buku adalah Pertanyaan seputar: · Keimanan · Wanita · Makanan dan Minuman · Terorisme & Jihad · Al-Quran · Hukum & Keadilan · Kaum Muslim & Non-Muslim Kebetulan konten tersebut tercermin pada ikon gambar yang ada di sampul depan buku tersebut. Pembicara memberitahu latar belakang buku ini dibuat, juga alasan metodologi yang dipilih berupa metode tanya-jawab, serta urgensi buku ini. Setelah itu disambung dengan sesi tanya-jawab antara pembicara dan audience, dalam 2 termin (@ 2 orang), termin I dari audience perempuan, dan termin II dari audience lelaki. Karakter buku ini adalah: · Memberi paparan Logika dan Sains untuk orang yang tidak menerima dalil Naqli (Al-Quran & Hadits) terutama untuk orang non-muslim, terlebih atheis. · Memberi perbandingan agama ringkas, ditujukan untuk orang yang telah mempunyai tradisi agama non-muslim. · Penjelasan Dalil Naqli & Hikmah yang ringkas kepada orang awam yang muslim. · Memberikan argumentasi bahwa Islam harus dipandang sebagai suatu sistem yang utuh, dikaji menyeluruh, dan Islam merupakan aturan yang bersifat praktis, tidak sekedar teoritis. Karena Islam sempurna, berasal dari Allah swt, Tuhan Pencipta Semesta Alam. Urgensi Buku ini adalah untuk menjelaskan keyakinan yang benar. Karena benar atau tidaknya kebenaran yang dianut dan diyakini seseorang akan memberikan manfaat atau mudhorrot dalam kehidupan seseorang. Akan mempengaruhi keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Contoh kasus adalah Sekte “ The People Temple Of Gosfel Church “ yang dipimpin oleh Jim Jones, yang mempengaruhi dan meyakinkan penganutnya untuk tunduk taat sepenuhnya padanya, termasuk untuk melakukan bunuh diri massal. Keyakinan yang buruk, mengakibatkan manusia sengsara dunia akhirat. Kebahagiaan Dunia Akhirat sangat tergantung pada seseorang mencari, menemukan, dan menempuh ajaran keyakinan yang benar. Hawa Nafsu yang diikuti, Tidak Ikhlash, Praduga yang dituruti, serta minimnya Ilmu, akan menyebabkan orang dapat tergelincir kepada mengikuti Keyakinan yang Salah, atau tidak menjalankan Keyakinan yang benar dengan sebagaimana mestinya. Buku ini memberikan tuntunan tanya-jawab praktis dengan bahasa kontemporer, untuk menerangkan banyaknya hikmah dalam Syari’at Islam yang terbagi dalam 2 kelompok besar, yaitu I’tiqodiyah dan Amaliyah. Buku ini dibuat agar setiap orang, baik muslim yang awam mau pun non-muslim, dapat mengetahui kebenaran Syariat Islam. Sebelum membaca buku ini, perlu direnungkan dan dicermati beberapa hal penting berikut ini. Ada 3 Hal penting yang harus direnungi dan dicermati, sehingga nantinya dapat membaca dan menelaah buku ini dengan lebih baik dan lebih bermanfaat. Hal yang harus diyakini pertama kali oleh seorang muslim adalah bahwa Syariat Islam tidak pernah mendzholimi makhluk, manakala dijalankan dengan yakin, ikhlash, dan dilandasi dengan pengetahuan dan pemahaman (ilmu) yang baik dan benar. Karena itu, kita harus taati Syariat Islam, walau belum mengetahui hikmahnya secara utuh, walau akal belum mampu mencerna dengan baik hikmah dari Syariat tersebut. Berikutnya, hendaknya seorang muslim mencontoh generasi Sahabat yang mempunyai rasa ta’dzhim dan taslim, pengagungan dan penundukan diri yang besar terhadap Syariat Islam. Sehingga dengan cepat mereka menjawab pangglan Syariat dan langsung mengerjakannya. Contoh kasusnya adalah banjir khamr pada saat turun wahyu pelarangan khamr secara mutlak, dan penyobekan tirai demi segera dipakai untuk menjadi hijab (jilbab) oleh para shahabat. Selanjutnya perlu disadari bahwa sejak zaman dahulu hingga masa kini, selalu ada konspirasi untuk menyudutkan Islam, untuk mengaburkan kebenaran Islam. Dari penyusupan hadits palsu, hingga provokasi mendiskreditkan Islam, berikut pengajuan pertanyaan yang meragukan kebenaran Islam. Setelah pembicara menjelaskan hal ini, maka beralih ke sesi Tanya-Jawab. Termin I yang dibuka khusus untuk kaum perempuan, mendapatkan 2 pertanyaan. Yang pertama, dari Ibu Nur Azizah, seorang mualaf, sungguh sangat menyentuh hati. Ia mencurahkan segenap perasaannya terkait bahwa ia terpaksa harus meninggalkan keluarganya lantaran ia memilih kembali kepada Islam, dan terjadi konflik dengan keluarganya. Padahal ia sungguh sangat mencintai keluarganya tersebut, walau mereka non-muslim. Ia bertanya apakah ini termasuk hal yang salah dan termasuk dosa? Pembicara menjawab bahwa cobaan dalam bentuk konflik dengan keluarga yang non-muslim dialami oleh banyak orang, termasuk pada generasi shahabat, bahkan termasuk Nabi Muhammad saw sendiri. Namun ini bukanlah dosa, bila kita tetap bersikap baik, berakhlak baik, sesuai tuntunan agama. 2 Hal yang harus dilakukan, yaitu: Tetap Semangat Ikhtiar dan Berdoa agar keluarga yang non-muslim mendapatkan hidayah Allah swt, serta berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik, memberikan balasan dan pengganti yang lebih baik. Yang kedua, pertanyaan dari Ibu Ambarwati terkait keutamaan Hukum Qishosh, berikut perbandingan antara Hukum Qishohs dengan Hukum Negara. Pembicara menjawab, bahwa sesuai dengan isi buku yang dikaji, Hukum Qishosh mempunyai keutamaan dengan 2 hal, yaitu merupakan Hukum yang langsung ditentukan oleh Allah swt, serta sangat sesuai dengan fitrah manusia yang menuntut keadilan, termasuk dalam masalah pembunuhan. Fenomena fitrah ini terlihat di banyak daerah di mana pun, termasuk pada saat kita mencermati kasus sosial di daerah Madura, dan belakangan adalah di Papua (Irian). Hikmahnya yang paling utama adalah memenuhi fitrah manusia, dan membuat manusia takut dan berpikir dahulu sebelum ada keinginan melakukan tindak pembunuhan. Dengan demikian Hukum Negara saat ini belumlah tepat dan efektif dalam menangani kasus pembunuhan. Namun Hukum Qishosh hanya bisa dijalankan bila telah mempunyai Pemerintahan yang Islami, menjadikan Syariat Islam sebagai landasan utama dalam penegakan hukum. Serta Hukum Qishosh akan berjalan efektif hanya bila ditegakkan dengan pengadilan Syariah yang dipimpin oleh Hakim yang Bijak, Adil, Sholih, dan ‘Alim. Kondisi saat ini belum mendukung. Dan tidak boleh tergesa-gesa menjalankan sendiri tanpa adanya pemerintahan Islami, karena bisa jadi mudhorrotnya lebih besar ketimbang manfaatnya, bila pemerintahan Islami belum tercapai. Ada kaidah Menjalankan Perkara Harus Sesuai Waktunya, ini harus dicermati. Beranjak ke Termin kedua, khusus untuk kaum lelaki. Ada 1 saran, dan 1 Pertanyaan. Saran datang dari Pak Yusman, yang mengusulkan agar dibuat Buku “Mereka Bertanya Alkitab Menjawab”, menjawab pertanyaan yang mendiskreditkan Islam, atau membuat perbandingan kualitas jawaban untuk masalah yang sama antara versi Islam dan versi Alkitab. Ide ini menarik, karena kalau Islam yang Menjawab, biasanya non-muslim tidak terima, karena dianggap subyektif. Sedangkan pertanyaan datang dari Pak Denny, yang mempertanyakan keabsahan Hadits Nabi Isa as datang menjelang hari Kiamat. Lantaran Hadits tersebut sering dijadikan amunisi penginjil untuk membuat keraguan dalam hati muslim. Menyatakan bahwa bila Nabi Muhammad saw adalah Nabi terakhir, sebagaimana pernyataan QS Al-Ahzab ayat 40, kenapa yang terakhir kali turun/kembali ke bumi adalah Nabi Isa as? Pembahasan jawaban ini cukup panjang. Pertama, Hadits turunnya Nabi Isa as tersebut Shohih, dan Mutawatir, diriwayatkan dari jalur yang banyak, sehingga mustahil palsu. Kedua, QS Al-Ahzab ayat 40 tidak bertentangan dengan Hadits turunnya Nabi Isa as, karena benar Nabi Muhammad saw adalah sebagai penutup kerasulan dan kenabian, lebih spesifik sebagai penutup turunnya Syariat dari Allah swt. Terlebih, dalam penjelasan penutup, diterangkan bahwa Nabi Isa as datang untuk memperbaiki kondisi manusia pada saat tersebut, membenarkan Syariat Nabi Muhammad saw sehingga Ahli Kitab di masa tersebut bertobat, dan Nabi Isa as sholat berjama’ah sebagaimana tuntunan Syariat Nabi Muhammad saw, serta menjadi makmum pada saat sholat berjama’ah tersebut, di belakang Imam Mahdi yang merupakan Imam Kaum Muslimin pada saat itu. Ini didapat dari banyak keterangan pada Al-Quran dan Hadits Shohih. Di akhir jawaban tersebut yang menandai berakhirnya Sesi Tanya-Jawab, Pembicara memberitahukan bahwa mungkin kita belum begitu puas dengan jawaban tersebut, atau jawaban yang ada di buku ini (Hal 62). Namun kita terima dan imani dahulu, sambil berusaha mencerna hikmahnya, terlebih bila secara garis besar bisa diterima. Apalagi Islam merupakan Agama Allah, dan dijamin Syariat Islam tidak akan mendzholimi makhluk, bahkan memberikan kebahagaiaan Dunia Akhirat. Akhirnya setelah Acara Bedah Buku selesai, peserta dipersilahkan untuk menikmati hidangan makan siang telah disiapkan oleh panitia, sambil melanjutkan silaturahmi dan diskusi informal antar peserta, dan antara pembicara, panitia dengan peserta. Secara keseluruhan, Alhamdulillaah acara berjalan baik, namun sayang waktu terbatas, dan acara dimulai terlambat 30 menit dari yang seharusnya, karena satu dan lain hal. Juga karena keterbatasan ruangan, agak sulit untuk membuka stand khusus untuk pemasaran buku ini. Serta belum adanya makalah ringkasa buku ini, agar dapat dibaca oleh para peserta, atau bahkan oleh rekan-rekan yang telah diundang melalui beberapa milis. Harapannya ke depannya makin banyak acara seperti ini, dan dijadikan acara rutin. Karena menjadi ajang penambahan ilmu, bahkan juga ajang silaturahmi. Terlebih Masjid Lautze kedatangan saudara-saudara dari Permuti (Perkumpulan Muslim Tionghoa) dari Serpong. Demikian dari reportase dari Panitia. Panitia mohon maaf atas segala kekurangan. Dan Panitia mengucapkan terima kasih banyak atas perhatiannya, terlebih kepada para peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara ini. Wassalam.
