Bismillah... just share...
Teks hadis: Uthlubul ilma minal mahdi ilal lahdi. Terjemahan: Tuntutlah ilmu dari ayunan ibu sampai ke liang lahat. Status Hadis: Hadis maudhu’ (hadis palsu). Penjelasanan hadis: Hadits di atas tidak ditemukan dalam berbagai tipologi kodifikasi hadits, baik dalam al-jawami’, al-sunan, al-muwatta’at, al-masanid, al-marasil, al-majami’, al-athraf, al-ajza’, maupun al-syamail dan lainnya. Hadits ini muncul dalam berbagai al-muallafat (kumpulan hadits yang tidak ada mata rantai perawinya), yang oleh ulama hadits lazim disebut “la asla lahu” alias hadits palsu. Hadits tersebut tercantum dalam berbagai referensi al-muallafat, bukan al-mushannafat, karena hadits tersebut dicantumkan dalam karya-karya mereka tanpa sanad (mata rantai perawi). Seperti: Nadwah Ulum al-Hadits, Tafsir Haqqi dan lainnya. Bahkan menurut sebagian pemerhati hadits, teks tersebut tidak lebih dari statemen juru dakwah belaka, ada yang berspekulasi dampak pemberian interpretasi yang keliru terhadap sabda Nabi: Seorang mukmin tidak akan kenyang terhadap “kebajikan” sehingga klimaksnya menuju surga. Hr. Turmudzi dari Abu Sa’id al-Khudri ra. Pernyataan “kebajikan” dikonotasikan sebagai “mencari ilmu”. Referensi: Lebih lanjut silakan merujuk referensi berikut ini: Nadwah Ulum al-Hadits: 14/4, Tafsir Haqqi: 7/407. Ahadits Yuhtajju biha al-Syi’ah: 1/64. Syarkh Ahadhar al-Mukhtasharat (225/4) Majllah buhuts al-Islamiyyah: 36/16. Fatawa Syabakah al-Islamiyah: 93/170. Abjad al-Ulum: 1/95. Dr. H. Zainuddin MZ, Lc. MA. Terjemahan: "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina." status hadits: Hadits Palsu Sanad Hadits: Kalimat ini memang ada perawinya yang diklaim sampai nabi Muhammad SAW. Setidajnya ada 3 jalur yang berbeda. Namun ketiganya bermasalah semua. 1. Sanad Pertama Sanad bermasalah yang pertama adalah: 1. Dari Alhasan bin Athiyah 2. dari Abu Atikah Tarif bin Sulaiman 3. dari Anas bin Malik 4. dari nabi SAW Yang menjadi biang kerok adalah Abu Atikah, perawi nomor dua. Dia ini disepakati oleh para kritikus hadits sebagai PEMALSU hadits. Al-Bukhari, Annasai, Abu Hatim dan lainnya sepakat bahwa Abu Atikah tidak punya kredibilitas sebagai perawi hadits. Imam Ibnu Hibban tegas menetapkan hadits ini BATHIL LAA ASHLA LAHU (batil, tidak ada asalnya. Pernyataan itu diulang lagi oleh As-Sakhawi dalam kitabnya al-Maqashid al-Hasanah. Imam Ahmad bin Hanbal juga menentang keras hadits tersebut. Ibnul Jauzy memasukkkan haits itu ke dalam kitabnya khusus koleksi hadits palsu Al-Maudhu'aat. 2. Sanad Kedua Sanad kedua ini juga bermasalah, yaitu lewat jalur: - dari Ahmad bin Abdullah - dari Maslamah bin Alqashim - dari Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Alasqalani - dari Ubaidillah bim Muhammad Al-Fiyabi - dari AzZuhri - Anas bin Malik ra - dari nabi SAW Yang bermasalah adalah Ya'qub bin Ibrahim. Dia adalah seorang pendusta, menurut Azzahabi. 3. Sanad Ketiga Dalam sanad ketiga, ada seorang perawi bernama Ahmad bin Abdullah Aljuwaibiri. Dia juga dikenal sebagai seorang PEMALSU hadits. Maka dengan demikian jelaslah bahwa kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina bukanlah perkataan Rasulullah SAW. Karena tidak satupun yang sanadnya sampai kepada Rasulullah. Kalimat itu mungkin ada benarnya, tetapi bukan sabda baginda Nabi Muhammad SAW. Wallahu a'lam bisshawab. Ahmad Sarwat, Lc semoga bermanfaat dan semoga kita semakin kritis menilai keshahihan Hadits salam, -Nabilah Fisabilillah- MFB: "Fisabilillah2013"
