Walau hadist palsu tapi mengajak kebaikan. Selalu belajar dan belajar. 

--- Pada Jum, 9/7/10, Nabilah Fisabilillah <[email protected]> 
menulis:

Dari: Nabilah Fisabilillah <[email protected]>
Judul: [muslim_binus] status hadits palsu
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>, 
"milis muslim" <[email protected]>, "asma Nadia" 
<[email protected]>, "SK" <[email protected]>
Tanggal: Jumat, 9 Juli, 2010, 11:46 PM







 



  


    
      
      
      Bismillah... just share...

Teks hadis: Uthlubul ilma
 minal mahdi ilal lahdi.
Terjemahan: Tuntutlah 
ilmu dari ayunan ibu sampai ke liang lahat.
Status Hadis: Hadis 
maudhu’ (hadis palsu).
Penjelasanan
 hadis: Hadits di atas tidak ditemukan dalam berbagai tipologi 
kodifikasi hadits, baik dalam al-jawami’, al-sunan, al-muwatta’at, 
al-masanid, al-marasil, al-majami’, al-athraf, al-ajza’, maupun 
al-syamail dan lainnya. Hadits ini muncul dalam berbagai al-muallafat 
(kumpulan hadits yang tidak ada mata rantai perawinya), yang oleh ulama 
hadits lazim disebut “la asla lahu” alias hadits palsu. Hadits tersebut 
tercantum dalam berbagai referensi al-muallafat, bukan al-mushannafat, 
karena hadits tersebut dicantumkan dalam karya-karya mereka tanpa sanad 
(mata rantai perawi). Seperti: Nadwah Ulum al-Hadits, Tafsir Haqqi dan 
lainnya. Bahkan menurut sebagian pemerhati hadits, teks tersebut tidak 
lebih dari statemen juru dakwah belaka, ada yang berspekulasi dampak 
pemberian interpretasi yang keliru terhadap sabda Nabi: Seorang mukmin 
tidak akan kenyang terhadap “kebajikan” sehingga klimaksnya menuju 
surga. Hr. Turmudzi dari Abu Sa’id al-Khudri ra. Pernyataan “kebajikan” 
dikonotasikan sebagai “mencari ilmu”.

Referensi:
 Lebih lanjut silakan merujuk referensi berikut ini: Nadwah Ulum 
al-Hadits: 14/4, Tafsir Haqqi: 7/407. Ahadits Yuhtajju biha al-Syi’ah: 
1/64. Syarkh Ahadhar al-Mukhtasharat (225/4) Majllah buhuts 
al-Islamiyyah: 36/16. Fatawa Syabakah al-Islamiyah: 93/170. Abjad 
al-Ulum: 1/95.
Dr. H. Zainuddin MZ, Lc.
 MA.

Terjemahan: "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina."status hadits: Hadits 
PalsuSanad Hadits: 
Kalimat ini memang ada perawinya yang diklaim sampai nabi Muhammad SAW.
Setidajnya ada 3 jalur yang berbeda. Namun ketiganya bermasalah semua.
  1. Sanad Pertama
  Sanad bermasalah yang pertama adalah:
1. Dari Alhasan bin Athiyah
2. dari Abu Atikah Tarif bin Sulaiman
3. dari Anas bin Malik
4. dari nabi SAW
  Yang menjadi biang kerok adalah Abu Atikah, perawi nomor dua. Dia ini
disepakati oleh para kritikus hadits sebagai PEMALSU hadits.
  Al-Bukhari, Annasai, Abu Hatim dan lainnya sepakat bahwa Abu Atikah
tidak punya kredibilitas sebagai
 perawi hadits.
Imam Ibnu Hibban tegas menetapkan hadits ini BATHIL LAA ASHLA LAHU
(batil, tidak ada asalnya. Pernyataan itu diulang lagi oleh As-Sakhawi
dalam kitabnya al-Maqashid al-Hasanah.
  Imam Ahmad bin Hanbal juga menentang keras hadits tersebut.
  Ibnul Jauzy memasukkkan haits itu ke dalam kitabnya khusus koleksi
hadits palsu Al-Maudhu'aat.
  2. Sanad Kedua
  Sanad kedua ini juga bermasalah, yaitu lewat jalur:
- dari Ahmad bin Abdullah
- dari Maslamah bin Alqashim
- dari Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Alasqalani
- dari Ubaidillah bim Muhammad Al-Fiyabi
- dari AzZuhri
- Anas bin Malik ra
- dari nabi SAW
  Yang bermasalah adalah Ya'qub bin Ibrahim. Dia adalah seorang pendusta, 
menurut Azzahabi.
  3. Sanad Ketiga
  Dalam sanad ketiga, ada seorang perawi bernama Ahmad bin Abdullah
Aljuwaibiri. Dia juga dikenal sebagai seorang PEMALSU hadits.
  Maka dengan demikian jelaslah bahwa kalimat
 tuntutlah ilmu sampai
negeri Cina bukanlah perkataan Rasulullah SAW. Karena tidak satupun yang
sanadnya sampai kepada Rasulullah.
  Kalimat itu mungkin ada benarnya, tetapi bukan sabda baginda Nabi
Muhammad SAW.
  Wallahu a'lam bisshawab.
  Ahmad Sarwat, Lc
 semoga bermanfaat dan semoga kita semakin kritis menilai keshahihan Hadits

salam,
-Nabilah Fisabilillah-
MFB: "Fisabilillah2013"





    
     

    
    


 



  





Kirim email ke