Sebenarnya banyak cerita da'i yg tulus berdakwah dan punya akhlak yang mulia, 
hanya kurang terekspos/terpublikasi dgn baik.
Karena itu, ane forward kisah ini, dgn harapan juga rekan-rekan akan meniru, 
memforward email terkait teladan da'i di Indonesia dari berbagai komunitas 
(Nahdhiyyin, 'Alawiyyin, PERSIS, dsb) kepada khalayak umum...sehingga menjadi 
penyejuk hati, dan pembelajaran utk kita semua.
Wassalam,



Nugon


http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/30781
M Yusron <myusro...@...>myusronas 
 Send IM 
 Send Email 
Ketika Sang Muballigh sakitSuatu hari di sebuah pengajian ibu-ibu, sang 
Muballigh pamit tidak bisa hadir. Dia tidak memberitahu alasannya. Dia sakit 
dan dirawat di rumah sakit.Ibu-ibu ternyata mencium sesuatu dan mencari tahu 
kenapa sang guru tidak hadir di pengajian. Ketemulah jawabannya bahwa sang 
muballigh lagi sakit. Dia menjalani operasi di rumah sakit.Biasalah, kehidupan 
seorang muballigh itu sederhana dan bersahaja. Demikian pula muballigh yang 
satu ini. Dia memang muballigh yang bisa dibilang sangat sederhana dan sangat 
ikhlas.Para ibu kemudian berniat untuk membantu sang guru yang lagi sakit. 
Mereka bersepakat untuk mengumpulkan uang guna meringankan biaya di rumah sakit 
bagi sang muballigh.Uang terkumpul lumayan banyak.Para ibu kemudian menjalankan 
sunnah Nabi saw dengan menjenguk “saudaranya” yang sakit. Di rumah sakit, para 
ibu dengan sedikit basa basi kemudian mengatakan:Bapak, kami datang ke sini 
untuk memberikan amanat para ibu yakni
 menyerahkan sumbangan untuk kepentingan meringankan biaya bapak di rumah 
sakit.Tentu saja sang muballigh berterima kasih dan merasa bersyukur karena 
dibantu.Singkat cerita, sembuhlah sang muballigh.Tidak berapa lama kemudian, 
sang muballigh mengundang para ibu ke rumahnya (rumah tempat tinggal yang bukan 
milik sang muballigh). Para ibu senang mendengar Bapak guru sudah sembuh. 
Datanglah mereka ke rumah sang muballigh.Sang Muballigh mengucapkan terima 
kasih kepada para ibu yang telah membantu biaya selama dirinya dirawat di rumah 
sakit. Dan alhamdulillah, sekarang dirinya sudah sembuh. Di bagian akhir dari 
sambutan sang muballigh, ada sesuatu yang mengejutkan. Sang muballigh 
menyerahkan sebuah amplop yang agak besar.Tentu saja para ibu kaget. Apa isi 
amplop itu? Sang muballigh mempersilahkan para ibu untuk membukanya. Ketika 
dibuka, ibu-ibu lebih kaget lagi. Isinya adalah uang!Para ibu bertanya-tanya, 
ada apa dengan uang itu. Kenapa sang muballigh
 memberi mereka uang. Bapak muballigh itu kemudian menjelaskan bahwa uang itu 
adalah uang  kelebihan dari sumbangan ibu-ibu untuk berobat di rumah sakit. 
Uang sumbangan dari ibu-ibu itu lebih dari cukup untuk berobat. Karena akad 
(kata-kata para ibu) waktu menyerahkan sumbangan adalah untuk biaya berobat dan 
ternyata masih ada kelebihan maka kelebihan itu dikembalikan.Itulah kisah 
seorang Muballigh yang saya beruntung pernah belajar kepada beliau waktu di 
Mu’allimin tahun 1972/1973. Beliau adalah Bapak AR Fakhruddin, mantan ketua PP. 
Muhammadiyah. Rumah tinggal Pak AR sekarang menjadi Kator PP. Muhammadiyah yang 
baru di jl. Cik Di Tiro (dekat kampus UGM)  Catatan: Karena cerita ini sudah 
lama saya dengar maka detil cerita mungkin ada kekeliruan. Karena itu saya 
istighfar kepada Allah. Semoga kalau saya keliru, Allah mengampuni saya. Isi 
cerita sudah saya konfirmasi dengan Pak Sukri AR, meskipun saya mendengarnya 
dari orang
 lain.http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/30785"Rachmat 
Adhi Wibowo" <rachmat.a.wib...@...>adhi1998 
 Send IM 
 Send Email 
RE: [M_S] Ketika Sang Muballigh Sakit . . .
Saya pernah baca cerita ini Pak Yusron… Lupa judul bukunya, karangan Abdul 
Munir Mulkhan, bukunya tipis.Kalau ndak salah buku ttng Pemimpin 
Muhammadiyah”..ada di Gramedia.Cerita ini dimuat pada bagian2 akhir ttg ceirta 
Pak AR.  SalamADHI


      

Kirim email ke