Masih dlm polemik ESQ, ini update terakhir dari milis Tauziyah.ane sendiri 
masih mempelajarinya...beberapa sepertinya memang benar ada kekurangan di ESQ.
di luar itu...perkembangan terkini cukup bagus, karena banyak pihak 
berinisiatif melakukan diskusi dan dialog serta evaluasi.
Dan ini mirip pendapat MUI, ESQ cukup baik, tapi ada yg harus diperbaiki.
Ke depannya...kita masih menunggu perkembangan evaluasi dari pihak yg 
mumpuni...mari bersabar dan tabayyun, dan hindari polemik debat berlebihan.Dan 
Evaluasi dilakukan dgn tujuan memperbaiki, bukan mendiskreditkan atau 
menjatuhkan.
Murni karena prinsip wa tawashow bil haqqi, bis-shobri, bil marhamah.dan tetap 
mengutamakan kebenaran, serta mengusahakan persatuan.
Ingat.... non-muslim yg hasad dgn umat Islam menyukainya bila kita sibuk 
berdebat, saling menjatuhkan.Terlebih dgn trend spam email SARA.Jadi mari 
sikapi segala polemik , termasuk masalah ESQ, dgn bijak.
Walloohu a'lam bis-showab.Astaghfirullooh lii wa lakum, wa li saa-iril 
muslimiiina wal muslimaat, wal mu-miniina wal mu-minaat, al ahyaa-i minhum wal 
amwaat.

Wassalam,



Nugon

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal
http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/message/22477
Akhirnya Ary Ginanjar Akui Kekeliruan ESQOleh M. Fachry pada Senin 26 Juli 
2010, 08:34 PMBEKASI (Arrahmah.com) - Ini sebuah surat dari seorang saksi mata 
pertemuan antara Ary Ginanjar, pemilik dan pengelola ESQ dengan Ustadz Farid 
Okbah yang diadakan pada hari Selasa (20/7) di Meeting Room Radio Dakta. Dalam 
pertemuan tersebut Ary Ginanjar akhirnya mengakui kekeliruan ESQ terutama dalam 
memahami tafsir dan syarah keduanya. Berikut isi surat 
lengkapnya.Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Di tengah 
gonjang-ganjing status "keabsanan" ESQ Ary Ginanjar setelah difatwa sesat oleh 
Mufti Malaysia, alhamdulillah, di Bekasi Jawa Barat terjadi dialog dari hati ke 
hati antara seorang alumnus training ESQ, Ustadz Farid Achmad Okbah MA dengan 
pendiri ESQ, Bapak Dr Ary Ginanjar Agustian. Dialog diadakan pada hari selasa 
20 Juli 2010 pukul 18.30 - 20.00 WIB di Meeting Room Radio DAKTA Jl. KH. Agus 
Salim Bekasi.Saya adalah salah satu saksi mata
 pertemuan antara Bapak Dr. Ary Ginanjar Agustian dengan Ustadz Farid Ahmad 
Oqbah, MA (Direktur Islamic Center Al-Islam Bekasi dan narasumber Kajian Aqidah 
Radio Dakta 107 FM Bekasi). Pertemuan ini terkait penjelasan atas beberapa 
koreksi Ustadz Farid terhadap ESQ yang dimuat di berbagai media, antara 
lain voa-islam.com (baca: Nasihat Alumnus ESQ untuk Ary Ginanjar 
Agustian).Ustadz Farid Okbah berani mengoreksi beberapa ajaran ESQ Ary 
Ginanjar, karena beliau telah mengikuti pelatihan ESQ tahun 2006 silam. Ust 
Farid sendiri adalah alumni ESQ ke-46.Dalam pertemuan itu sangat jelas dan 
terang Bapak Ary Ginanjar menerima semua koreksi Ustadz Farid dan berjanji akan 
memperbaiki kekeliruan-kekeliruannya. Di samping memang Pak Ary sendiri sangat 
kooperatif, terbuka dan jujur menerima semua masukan Ustadz Farid. Perlu 
dicatat bahwa hampir semua nasihat dan koreksi Ustadz Farid sama persis dengan 
Fatwa Ulama Persekutuan Malasyia yang menyesatkan ajaran ESQ.
 Dan itu tidak dibantah sedikit pun oleh Pak Ary. (Adalah urusan Allah yang 
tahu apakah Pak Ary menerimanya atau tidak)Sebelumnya kita tahu betul bahwa 
Bapak Ary Ginanjar menolak semua dakwaan bahkan cenderung membenturkan ulama 
dengan ulama. Sementara Majelis Fatwa Mudzakarah Malasyia yang mendukung ESQ 
pun tetap dengan syarat ESQ memperbetul (memperbaiki) kekeliruan yang sudah 
terjadi. (Karena kebenaran tidak bisa dikalahkan dengan banyaknya jumlah yang 
mayoritas).Sementara itu, Ust Farid memandang bagaimanapun juga ESQ adalah aset 
umat yang sangat berharga yang harus dijaga dan didukung namun tetap harus 
dikoreksi jika terdapat kekeliruannya di dalamnya, sebagai kewajiban saudara 
muslim terhadap muslim lainnya agar sama-sama selamat dunia akhirat....Ary 
Ginanjar dengan besar hati mengakui kekeliruannya. Ia menegaskan bahwa dari 
awal ESQ sangat komitmen terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hanya beliau 
menyadari ada kekeliruan dalam
 memahami tafsir dan syarah keduanya....Ustadz Farid Okbah juga sangat 
menyayangkan pembelaan membuta KH Said Agil Siradj dan Prof Dr Din Syamsuddin 
terhadap ESQ. Sementara Bapak Ary Ginanjar sendiri dengan besar hati mengakui 
kekeliruannya. Pak Ary menegaskan bahwa dari awal ESQ sangat komitmen terhadap 
Al-Qur'an dan As-Sunnah dan akan terus berpegang teguh kepada keduanya. Hanya 
beliau menyadari ada kekeliruan dalam 
memahami tafsir dan syarah keduanya.Pertemuan di atas berjalan penuh dengan 
nuansa kekeluargaan, akrab, hangat dan cair. Salut buat Pak Ary yang bersedia 
mendatangi Ulama untuk meminta taushiah, dan mengakui kekeliruannya. Semoga 
urusan umat ini semakin melancarkan perjuangan Da'wah ilallah. Perbaiki 
Bangkit, maju dan berkibarlah ESQ dengan semangat li'ilai kalimatillah. 
Amien.Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Wildan Hasan (Penyiar Radio 
Dakta 107 FM Bekasi)
Pusdiklat Dewan Da'wah Kp. Bulu Setiamekar Tambun Bekasi 17510
HP. 0813 8665 7822Source : voa-islam.com

http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/07/19/8315/nasihat-alumnus-esq-untuk-ary-ginanjar-agustian/
Nasihat Alumnus ESQ untuk Ary Ginanjar AgustianOleh: Farid Achmad Okbah, M.A. 
(Alumnus ESQ ke-46)Dalam rangka melaksanakan perintah Allah untuk saling 
menasihati dengan kebenaran dan kesabaran (tawashau bil-haqq wa tawashau 
bis-shabri), maka sebagai saudara Muslim saya tergugah untuk memberikan nasihat 
kepada Bapak Ari Ginanjar, barangkali memberikan manfaat.
Nasihat ini saya lakukan, setidaknya, karena tiga hal. Pertama, saya 
mencintainya karena Allah. Kedua, karena saya sudah menyaksikan baik lewat 
kumpulan VCD maupun pelatihan ESQ yang ke-46 dengan registrasi  nomor 166. 
Maka, tanggung jawab orang yang mengetahui berbeda dengan orang yang tidak 
mengetahui.
Ketiga, bahwa saya tidak ada kepentingan apapun selain menyampaikan kebenaran 
agar Bapak Ary terhindar dari ancaman surat Al-Ahzab ayat 66-68 karena 
mengajarkan yang salah dan diikuti oleh orang banyak, meskipun bapak menyatakan 
bahwa ini training manajemen, bukan agama. Namun, isi training ini lebih 
menonjol sisi agamanya. Allah menyebutkan dalam surat Yunus ayat 32 "Adakah 
setelah kebenaran kecuali kesesatan?"Semoga nasihat yang keluar dari hati akan 
masuk ke hati.…Sebagai saudara Muslim saya tergugah untuk memberikan nasihat 
kepada Bapak Ari Ginanjar. Semoga nasihat yang keluar dari hati akan masuk ke 
hati…HAL-HAL YANG POSITIFSetelah menyaksikan secara langsung pelatihan ESQ 
ke-46 di Hotel Melia, Kuningan Jakarta, yang diikuti oleh 650 peserta dan 
dibuka oleh Menteri Negara BUMN Sugiharto serta diramaikan oleh alumnus-alumnus 
berbobot ESQ seperti AM Fatwa, saya melihat ada sejumlah kelebihan pelatihan 
ESQ. Yaitu:1. Penampilan menarik.
2. Situasi dibuat sedemikian rupa sehingga betul-betul mendukung.
3. Multimedia bagus.
4. Kerja sama tim yang rapi dan kompak.
5. Selingan humor dan olahraga.
6. Menampilkan hasil penelitian ilmiah.
7. Banyak memakai istilah bahasa Inggris.
8. Ary Ginanjar tampil all out.
9. Cerita-cerita yang memukau.
10. Pemberian hadiah memotivasi.
11. Banyak diikuti oleh kalangan elitis yang belum tersentuh pengajian.
12. Menampilkan pengalaman-pengalaman pribadi atau orang lain seperti kapten  
Abdul Razak.
13. Insya Allah ini akan berkembang tapi perlu disempurnakan.
HAL-HAL YANG NEGATIF DALAM MASALAH AKIDAH YANG PERLU DIPERBAIKIAgar objektif 
dan jujur saya terpaksa mengemukakan hal-hal yang  saya pandang negatif agar 
diperbaiki dalam masalah akidah.
1. Meyakini Allah terdapat dalam hati.Pak Ary Ginanjar dalam ungkapannya 
menyatakan keyakinan bahwa Allah terdapat dalam hati. Seperti mengemukakan 
riwayat Umar yang telah melihat Tuhan dengan hatinya.…Siapa yang mengatakan 
sesuatu yang saya tidak mengatakannya, maka hendaknya dia menempati tempat 
duduknya dalam api neraka. HR Muttafaqun alaihi…Koreksi:Riwayat ini tidak 
benar. Tetapi yang benar adalah Aisyah bertanya kepada Rasulullah apakah beliau 
melihat Tuhan di Sidratul Muntaha. Rasulullah menjawab, "Cahaya, bagaimana aku 
melihatnya?"
Terdapat pendapat Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah b melihat Tuhan 
dengan mata hatinya. Demikian keyakinan Ahlus Sunnah.
2. Mengutip hadits palsu dalam masalah aqidahBerkali-kali Pak Ary Ginanjar 
menyebut hadits:"Siapa yang mengetahui dirinya, maka dia mengenal Tuhannya."
Koreksi:Kalimat di atas bukanlah hadits, melainkan ucapan Saad bin Muadz (lihat 
kitab Al-Maqaashidul-Hasanah karangan Imam Shahawi). Sementara  Abu Nuaim dalam 
kitabnya Al-Hilyah jilid X hlm. 208 mengatakan bahwa ucapan itu adalah 
kata-kata Sahal Attasturi. Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Fawaa’id hal 290 
telah menjelaskan maknanya. Maaf, berbahaya berbicara mengatasnamakan Nabi, 
padahal  beliau tidak mengatakannya. Rasulullah bersabda:"Siapa yang mengatakan 
sesuatu yang saya tidak mengatakannya, maka hendaknya dia menempati tempat 
duduknya dalam api neraka." (HR Muttafaqun alaihi).
3. Aplikasi asmaul husna bertentangan dengan Al-Qur'an
Pak Ary sangat menekankan Asmaul Husna untuk diikuti dan berpegang kepada 
ungkapan:"Berakhlaklah dengan akhlak Allah."
Koreksi:Al-Qur'an menekankan agar kita berakhlak seperti Nabi Muhammad. Allah 
berfirman:"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" (Qs 
Al-Qalam 4).Sedang terhadap  asmaul husna, Allah memerintahkan untuk berdoa 
dengannya."Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan 
menyebut asmaa-ul husna itu…" (Al-A'raf: 180)Bahkan Rasulullah shallallahu 
alaihi wasallam menyebut al-ismul a'dham (Nama yang paling agung) seperti dalam 
beberapa riwayat.…Bapak Ary Ginanjar menyebut bahwa Allah menciptakan alam 
semesta ini untukmu wahai Muhammad. Ini adalah bertentangan dengan Al-Qur'an 
surat Adz-Dzariyat ayat 56…4. Hanya menekankan Tauhid Rububiyah
Kajian tauhid hanya menekankan kepada tauhid rububiyah yang menekankan 
kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya (ayat kauniyah)  yang sebenarnya Allah 
hanya menuntut memahaminya saja  agar lebih dekat kepada Allah dan menyampaikan 
ayat-ayat Qur’aniyah sebagai pendukung. Padahal Allah menekankan ayat-ayat 
Qur’aniyah untuk diikuti secara total. Dan misi utama para nabi justru pada 
tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah (Qs An-Nahl 36).
Dan jangan lupa sebanyak 84 surat turun di Mekkah untuk menekankan tauhid 
selama 13 tahun tidak mungkin akan dipahami dalam 4 hari dengan cara-cara yang 
tidak sesuai dengan perintah Allah seperti larangan tepuk tangan (Qs. Anfal 35) 
dan larangan musik-musik seperti  (Qs. Al-Mukminun 3).…Beliau bersumpah 
seandainya mereka siap untuk dimatikan sekarang dan masuk neraka. Jangan 
menantang Allah SWT. Rasulullah SAW ketika bersumpah Demi yang jiwaku berada di 
tangan-Nya…Beliau bersumpah seandainya mereka siap untuk dimatikan sekarang dan 
masuk neraka. Jangan menantang Allah SWT. Rasulullah SAW ketika bersumpah Demi 
yang jiwaku berada di tangan-Nya.
Dan lain-lain kesalahan akidah (saya sertakan beberapa makalah barangkali 
bermanfaat).Yang lebih fatal lagi, Bapak Ary Ginanjar menyebut bahwa Allah 
menciptakan alam semesta ini untukmu wahai Muhammad. Ini adalah bertentangan 
dengan Al-Qur'an surat Adz-Dzariyat ayat 56. Dan, kalaupun itu ada yang 
menyebut hadits ternyata itu palsu. Dan keyakinan harus didasarkan kepada 
Al-Qur'an dan sunnah yang shahih.
Dan masih banyak kesalahan lain yang belum saya sebutkan.Wallahu A'lam.


      

Kirim email ke