just forward

= = = = = =  = = == 
Dari: novita iriani <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected];  
[email protected]
Terkirim: Kamis, 5 Maret, 2009 12:13:26
Topik: [pembacaanadia] BAHAYA PONSEL DALAM PESAWAT


BAHAYA PONSEL DALAM PESAWAT

Kisah nyata dari seorang Teman ....
Kiranya tulisan ini bisa membuat kita menjadi lebih bijaksana dalam
menyikapi kenyataan-kenyataan yang ada dalam kehidupan masyarakat
kita. Ada baik nya untuk kita merendahkan hati dan mengerti agar kita
bisa menghargai keberadaan setiap orang yang ada disekitar kita.
(ditunggu saran dan masukannnya) Semoga bermanfaat!! ! 
Rakyat Indonesia High-Class, Tapi ..... 
Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7
Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara
Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan. 
Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam
dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk
disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat
gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone
tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dim ana pada saat itu
pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur
tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya. 
Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu,
kemudian dia bercerita bahwa dia adalah m ana ger salah satu
perusahaan industri, dim ana dia adalah supervisor khusus mesin
turbin. Saat dia melaks ana kan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati,
setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka
HP didalam ruangan mesin turbin. 
Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin
turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu
jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa
langsung mati. 
Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya
tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau
mendarat. 
Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan
ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.
(KOMPAS) 
Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi
pake pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan. Ada yang gak tau kenapa
larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gak peduli. Orang
indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras. 
Buat yang belum tahu, kenapa Gak boleh menyalakan Handphone di
pesawat, berikut penjelasannya:
Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah
mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari
Lanud Polonia-Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum
diketahui dengan pasti. 
Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan
menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata
menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety
Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar
terhadap keselamatan penerbangan. 
Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan
oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita
semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang. 
Contoh kasusnya antara lain:
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off"
dari bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh.
Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan
sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat. 
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo
melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang
terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi
lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi. 
Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi
setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk
"landing" di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga
penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game
masing-masing (The Australian, 23-9-1998). 
Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak
landasan,langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja
diaktifkan. 
Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan
mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan
(nuisance)terhadap kenyam ana n orang lain. 
Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama
menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat
ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem
navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus
dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di
dalam pesawat. 
Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat:
Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation
Indicator)terganggu , Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional
Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi
komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, Gangguan sistem kemudi
otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan
gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan
oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator)
diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah bersumber dari
ASRS. 
Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan
saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang
bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat
penggunaan ponsel. 
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara
mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara
pengawas dengan baik. 
Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang
radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS
(Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang
berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah
ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta
saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus
terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang
bergerak di atas Jakarta ). (Varis/pertamina) Sebagai mahluk modern,
sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran
etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli
akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu
tata krama? 
Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang
tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas.
Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama,
dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel
selama di dalam pesawat terbang. 
Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar. 
Di kutip dari Thulabiyah-Bekasi-  ti...@yahoogroup s.com

Kirim email ke