Alhamdulillah......
Ahirnya bantuan relawan2 bisa meembus israel & Saudara saudara kita di palestin 
memang sangat2 membutuhkan bantuan materi... Allahu akbar 1000X

 
________________________________
Thanks & Best Regards
Uzer




________________________________
Dari: Adi Nugroho <[email protected]>
Kepada: Muslim Hackers <[email protected]>
Terkirim: Ming, 24 Oktober, 2010 10:35:49
Judul: [MH:241] [Info] Takbir, Tahmid dan Sujud Syukur Tandai Masuknya Viva 
Palestina ke Gaza

JAKARTA, Jum’at (Sahabatalaqsha.com) : Seruan takbir dan tahmid
menandai masuknya di Gaza konvoi darat Viva Palestina 5 yang
berkekuatan 370 relawan dari 30 negara kemarin sore, Kamis 21 Oktober.

Press TV menyiarkan langsung dari perlintasan perbatasan Rafah saat
kafilah kemanusiaan internasional itu memasuki wilayah Palestina
kemarin pukul 17.00 waktu setempat (pukul 21.00 WIB).

Luapan kegembiraan diekspresikan ribuan warga Palestina ketika
menyambut kedatangan para relawan yang membawa bantuan senilai 3 juta
dolar itu.

Warga bertahmid, bertakbir, bersujud syukur dan meneriakkan yel-yel
“Viva Palestina, Free Free Palestine, Free Free Gaza!”

Sejumlah relawan menangis dalam pelukan para penyambut mereka. Sujud
syukurpun dilakukan para relawan di berbagai tempat.

Kevin Ovenden, pimpinan konvoi Viva Palestina 5, mengungkapkan, “Kami
sudah berkendaraan lebih dari 3.000 mil untuk mengantarkan langsung
bantuan yang sangat mendesak bagi warga Gaza dan untuk mematahkan
blokade ilegal di Gaza ini. Kami telah bergabung dengan para pendukung
dari Maroko, Aljazair, negara-negara Teluk dan Yordania sehingga
membuat konvoi ini menjadi konvoi terbesar yang pernah mematahkan
blokade Gaza. Kami benar-benar bahagia bisa berada di sini dan kami
membawa tanah dari tanah pemakaman para syuhada Mavi Marmara yang
gugur dibantai Israel yang akan digunakan untuk menanam pohon-pohon di
Gaza sebagai memorial bagi pengorbanan mereka”

Viva Palestina 5 bertolak dari London pada 18 September lalu dengan
melintasi Perancis, Italia, Yunanani, Turki dan Suriah. Penyambutan
yang meriah mereka terima di tempat-tempat yang dilalui itu. Menjelang
ujung perjalanan, Viva Palestina harus menerima kenyataan berkali-kali
ditunda keberangkatan mereka ke pelabuhan Al-Arish, Mesir.

Di pelabuhan Latakia, Suriah, rombongan tertahan selama 18 hari.
Pemerintah Mesir akhirnya membolehkan kafilah ini memasuki Al-Arish
dan melintasi wilayah darat Mesir untuk menuju Palestina. Akan tetapi
17 relawan Viva termasuk George Galloway, tidak diperbolehkan ikut
serta.

Zahir Birawi, salah seorang pimpinan kafilah Viiva Palestina 5, yang
juga ketua European Campaign to End the Siege (Gerakan Akhiri Blokade
Gaza dari Eropa), dalam wawancaranya dengan reporter Press TV
mengatakan bahwa sikap pemerintah Mesir relatif lebih akomodatif
dibanding sebelum ini.

Pemerintah Mesir relatif tidak menetapkan syarat “kecuali” melarang
sejumlah relawan ikut bersama memasuki Mesir yang termasuk di dalamnya
adalah pimpinan misi kemanusiaan ini, George Galloway dan melarang
membawa masuk bahan-bahan bangunan.

Birawi menilai sikap relatif akomodatif ini mengindikasikan bahwa
pemerintah Mesir sudah mulai memperlihat i’tikad baiknya untuk mau
mendengarkan dan bekerjasama dengan misi kemanusiaan dari seluruh
dunia ini.

Ia berharap pencekalan atas Galloway tidak akan dilakukan lagi, karena
bagaimanapun sangat tidak lengkap jika kafilah ini tidak disertai oleh
pemimpinnya saat kafilah berhasil menapaki kaki di Gaza.

Hari ini rombongan akan menyerahkan seluruh bantuan. Semua relawan
akan meninggalkan Gaza 48 jam terhitung sejak mereka memasuki wilayah
pesisir Palestina itu. (EZ/ Sahabat Al-Aqsha)

Akhirnya: Ratusan relawan Viva Palestina 5 akhirnya menembus Gaza dan
disambut luapan kegembiraan warga Palestina yang sudah hampir lima
tahun dizalimi lewat blokade militer Israel.
Sumber: http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=4709


Kirim email ke