Alhamdulillah,Allahu Akbar 1000x,Maha Suci Allah yang telah memberi jalan bagi para relawan untuk memasuki Gaza.
2010/10/24 Adi Nugroho <[email protected]> > JAKARTA, Jum’at (Sahabatalaqsha.com) : Seruan takbir dan tahmid > menandai masuknya di Gaza konvoi darat Viva Palestina 5 yang > berkekuatan 370 relawan dari 30 negara kemarin sore, Kamis 21 Oktober. > > Press TV menyiarkan langsung dari perlintasan perbatasan Rafah saat > kafilah kemanusiaan internasional itu memasuki wilayah Palestina > kemarin pukul 17.00 waktu setempat (pukul 21.00 WIB). > > Luapan kegembiraan diekspresikan ribuan warga Palestina ketika > menyambut kedatangan para relawan yang membawa bantuan senilai 3 juta > dolar itu. > > Warga bertahmid, bertakbir, bersujud syukur dan meneriakkan yel-yel > “Viva Palestina, Free Free Palestine, Free Free Gaza!” > > Sejumlah relawan menangis dalam pelukan para penyambut mereka. Sujud > syukurpun dilakukan para relawan di berbagai tempat. > > Kevin Ovenden, pimpinan konvoi Viva Palestina 5, mengungkapkan, “Kami > sudah berkendaraan lebih dari 3.000 mil untuk mengantarkan langsung > bantuan yang sangat mendesak bagi warga Gaza dan untuk mematahkan > blokade ilegal di Gaza ini. Kami telah bergabung dengan para pendukung > dari Maroko, Aljazair, negara-negara Teluk dan Yordania sehingga > membuat konvoi ini menjadi konvoi terbesar yang pernah mematahkan > blokade Gaza. Kami benar-benar bahagia bisa berada di sini dan kami > membawa tanah dari tanah pemakaman para syuhada Mavi Marmara yang > gugur dibantai Israel yang akan digunakan untuk menanam pohon-pohon di > Gaza sebagai memorial bagi pengorbanan mereka” > > Viva Palestina 5 bertolak dari London pada 18 September lalu dengan > melintasi Perancis, Italia, Yunanani, Turki dan Suriah. Penyambutan > yang meriah mereka terima di tempat-tempat yang dilalui itu. Menjelang > ujung perjalanan, Viva Palestina harus menerima kenyataan berkali-kali > ditunda keberangkatan mereka ke pelabuhan Al-Arish, Mesir. > > Di pelabuhan Latakia, Suriah, rombongan tertahan selama 18 hari. > Pemerintah Mesir akhirnya membolehkan kafilah ini memasuki Al-Arish > dan melintasi wilayah darat Mesir untuk menuju Palestina. Akan tetapi > 17 relawan Viva termasuk George Galloway, tidak diperbolehkan ikut > serta. > > Zahir Birawi, salah seorang pimpinan kafilah Viiva Palestina 5, yang > juga ketua European Campaign to End the Siege (Gerakan Akhiri Blokade > Gaza dari Eropa), dalam wawancaranya dengan reporter Press TV > mengatakan bahwa sikap pemerintah Mesir relatif lebih akomodatif > dibanding sebelum ini. > > Pemerintah Mesir relatif tidak menetapkan syarat “kecuali” melarang > sejumlah relawan ikut bersama memasuki Mesir yang termasuk di dalamnya > adalah pimpinan misi kemanusiaan ini, George Galloway dan melarang > membawa masuk bahan-bahan bangunan. > > Birawi menilai sikap relatif akomodatif ini mengindikasikan bahwa > pemerintah Mesir sudah mulai memperlihat i’tikad baiknya untuk mau > mendengarkan dan bekerjasama dengan misi kemanusiaan dari seluruh > dunia ini. > > Ia berharap pencekalan atas Galloway tidak akan dilakukan lagi, karena > bagaimanapun sangat tidak lengkap jika kafilah ini tidak disertai oleh > pemimpinnya saat kafilah berhasil menapaki kaki di Gaza. > > Hari ini rombongan akan menyerahkan seluruh bantuan. Semua relawan > akan meninggalkan Gaza 48 jam terhitung sejak mereka memasuki wilayah > pesisir Palestina itu. (EZ/ Sahabat Al-Aqsha) > > Akhirnya: Ratusan relawan Viva Palestina 5 akhirnya menembus Gaza dan > disambut luapan kegembiraan warga Palestina yang sudah hampir lima > tahun dizalimi lewat blokade militer Israel. > Sumber: http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=4709
