siruuu-nyaaa

Regards,
Junianto M

Mochammad Irfan wrote:
> 
> 
> Kira2 pukul 14:00, kami berangkat dari mess UGM Jogja untuk melanjutkan 
> perjalanan, dengan diantar Bro Maulana kami menyusuri kota Jogja yang padat.
> Kami melewati ring road supaya tidak terhindar dari macet. Di jalan ini 
> disediakan jalur khusus kendaraan roda dua di sisi kiri jalan dan 
> dibatasi dengan pembatas jalur berupa cor-coran semen (beton).
> Jalanan tidak terlalu lebar, jadi agak sulit untuk mendahului apabila 
> terhalang kendaraan lain di depan. Memang terasa lebih tertib dari pada 
> di Jakarta yang semrawut. Cuma agak kurang leluasa bagi pengendara motor.
> Tak berapa lama kami sudah sampai di jalan raya Jogja-Solo, kami ambil 
> arah ke timur. Tak lupa untuk mengisi BBM dulu disini.
> Setelah BBM penuh semua, kami lanjutkan perjalanan kembali. Jalanan 
> cukup lebar, ada 3 jalur searah dan 3 jalur lagi dari arah berlawanan. 
> Di tengah-tengah ada pembatas jalur dari beton. Cuma rasanya masih 
> semrawut, entah karena padatnya laulintas atau karena pengendara yang 
> kurang tertib terutama pengendara motor disini.
> Terkesan seenaknya saja mengambil jalur. Malah ada seorang pengendara 
> motor dengan seenaknya menyeberang jalan dengan membawa sebatang bambu 
> panjang, badannya sudah masuk tapi batang bambu nya masih "ketinggalan" 
> di tengah jalan. Sangat membahayakan pengendara lain, terutama motor.
> Posisi rombongan jadi rada berantakan, terpisah-pisah walau kami masih 
> bisa saling lihat. Sempet ada beberapa pengendara lain yang "panas" 
> ngajak "ngetrek". Maklum kecepatan kita saat itu diatas 80 km/j. 
> Padatnya jalan ini terus sampai ke Solo. Masuk kota Solo rombongan 
> menurunkan kecepatan, karena lalu lintas makin padat dan banyak sekali 
> di hadang oleh traffic light.
> Cukup mengganggu juga, rasanya setiap 500 meter ada lampu merah.
> Lepas kota Solo jalanan masih cukup padat. Malah ada beberapa bagian 
> jalan yang sedang diperbaiki, sehingga lalu lintas terpaksa berjalan 
> secara bergantian. Macet sepanjang lebih dari 1 KM. Lepas dari macet, 
> kecepatan ditambah lagi. Maklum waktu makin sore, tapi kota tujuan masih 
> ratusan kilo lagi. Menjelang masuk perbatasan Jateng-Jatim, kalo gak 
> salah di daerah Mantingan. Si komenk mulai haus, diputuskan untuk 
> mengisi BBM dulu.
> KRR item buluk nya Bro Zulux juga ikutan mengisi bahan bakar. CBR item  
> bro Saiful dan Tiger bro Bimbas sudah gak sempet terkejar, sengaja kita 
> biarkan dulu didepan. Sedangkan yang lain masih di belakang, mungkin 
> kehadang macet.
> Usai BBM penuh, tancap gas lagi melewati hutan jati Mantingan. Jalanan 
> cukup sempit dan banyak tikungan. Kita kebetulan berada di belakang 
> sebuah bis Patas AC jurusan Jogja - Surabaya. Salut buat sang pengemudi, 
> dijalanan yang sempit dan berkelok itu, kita cuma bisa nguntit. Padahal 
> kecepatan di spidometer si Komenk sudah di atas 100 km/j. Menjelang 
> memasuki kota Ngawi, ketemu lagi dengan bro Bimbas. Sedangkan CBR gila 
> itu dah ngilang entah kemana.
> Sempat bingung karena ada pemberitahuan jembatan rusak dan jalan 
> dialihkan ke arah lain. Kami sepakat untuk terus dan tidak menggunakan 
> jalur alternatif. Dari Ngawi kami ambil arah langsung ke Caruban, jadi 
> tidak melewati Madiun, sehingga bisa mempersingkat jarak dan waktu. 
> Lepas kota Ngawi, jalanan cukup lebar dan lengang cuma gak begitu mulus 
> dan sedikit bergelombang dan berlubang. Waktu kira2 sudah hampir 
> maghrib. Si Komenk gw geber abis sampe mentok, diikuti dengan Tiger Bro 
> Bimbas, sedangkan KRR item sesekali berada di depan, kemudian mundur 
> lagi jadi sweeper.
> Sekali waktu agak2 curiga kok gak ada kelihatan lagi, bener juga gak 
> lama kemudian Bro Bimbas kasih tanda untuk berhenti. Kami sempet 
> menunggu berapa saat, tapi tak kunjung kelihatan. Setelah berhalo-halo 
> sebentar, ternyata Bro Zulux motornya lagi trouble. Akhirnya kita putar 
> balik arah menyusuri jalan yang tadi kita lewati, ternyata Bro Zulux 
> berhenti di depan sebuah pompa bensin dan dibantu oleh beberapa warga 
> setempat. Karena keterbatasan kunci2 utk membuka fairing dan tangki KRR, 
> akhirnya kami memutuskan untuk menunggu mekanik yang masih berada di 
> belakang.
> Setengah jam kemudian lewat lah rombongan yang sempet terpecah tadi. 
> Untunglah mereka sempat melihat kami. Mekanik memutuskan untuk mengurut 
> pengapian si Ninja, karena dari kabel busi sudah tidak keluar api, 
> dikuatirkan koil atau CDI yang bermasalah. Kami pun berpindah tempat ke 
> dalam area pompa bensin, karena menurut petugas disitu beberapa hari 
> lalu ada mobil "nyasar" masuk dengan kecepatan tinggi karena menghindari 
> kendaraan lain yang keluar dari situ. Konon 1 orang meninggal dunia 
> karena ini.
> Setelah dibongkar, ketahuan bahwa kabel yang ke koil putus, sehingga gak 
> ada arus. Makanya itu motor tiba2 mati total dalam kecepatan 140 km/j. 
> Sembari menunggu mekanik membereskan si Ninja, teman-teman ada yang 
> menyempatkan diri untuk mandi menyegarkan badan, ada juga yang cuma 
> sekedar becanda sambil melepas lelah. Cuaca sangat cerah, sinar bulan 
> terlihat penuh, sepertinya bulan purnama malam ini. Suhu udara terasa 
> agak panas, dan lagi terganggu oleh serangga kecil-kecil semacam walang 
> sangit yang mendekati benda-benda bercahaya atau berwarna terang.
>  
> 
> (bersambung lagi)
> 

Kirim email ke