Thanx bro..

K lo gt ganti pertanyaan deh…

Gmana klo mencapai max speed standart (110km/h) di motor gw dalam waktu
lebih cepat lagi…

Bisa gak ya bro?!

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
todo SIBUEA
Sent: Wednesday, August 22, 2007 6:24 PM
To: [email protected]
Subject: [mxrider] Menambah top speed tanpa perubahan pada motor

 

> 
> Ia abis upacara kmarin…
> Rumah sih di pondok pinang….
> 
> Mau Tanya dong, klo mau top speed tambah kira2 20
> km/h lagi tapi gak mau
> ada perubahan yang extreme gmana yah?
> Tanpa ganti knalpot dan cdi, abis suaranya dah ok
> neh… 

1. Baca buku manual J-Max dan cari tahu berapa
bobotnya. Kemudian perhatikan berat badan anda
sendiri. Jaga agar berat badan berada di kisaran 60-63
kg. Makin berat badan anda, makin besar tenaga yang
harus dikeluarkan mesin untuk menarik berat badan anda
dan bobot motor. Ini berarti motor anda akan
berakselerasi lebih lambat.

2. Kurangi bobot motor anda. Caranya, anda harus
mencari cara untuk mengganti bodi motor yang terbuat
dari plastik dengan bodi yang berbahan serat karbon.
Mahal, tapi dijamin ringan dan kuat. Lumayan, bobot
motor berkurang, tarikan mesin lebih ringan,
akselerasi lebih cepat karena bobot motor berkurang.

3. Ban standar J-Max katrok, licin saat melakukan
pengereman keras atau mendadak--padahal kecepatan
motor cuma 50 km, lebih licin lagi di jalan
basah--harus hati-hati dan pelan-pelan saat
berkendara. Ganti dengan ban yang karetnya lebih
bermutu. Anda bisa coba Bridgestone Battlax. Karetnya
lebih lengket ke aspal dan tahan lama. Baik kondisi
kering atau basah, Battlax memberikan kinerja yang
memuaskan. Bahkan, ngebut di jalanan lebih kencang
daripada Dunlop D 102--super katrok!.

4. Bicara soal lebih cepat sekian km/jam, saya perlu
memberitahu anda bahwa kecepatan tinggi bukan yang
paling penting. Anda juga harus mengembangkan teknik
berkendara anda. Di jalanan, bisa dijumpai segelintir
pengendara yang motornya standar dan biasa saja--tanpa
modifikasi--yang bisa membawa motornya lebih cepat
dari motor lain yang spesifikasinya lebih baik. Ini
terjadi karena pengedara motor ini memiliki teknik
berkendara yang baik dibandingkan pengendara motor
yang lainnya. Mereka tahu cara melalui jalanan yang
baik, cara melalui tikungan yang baik dan cepat, cara
mensinkronasikan putaran gas dengan perpindahan gigi
yang tepat--sehingga tidak kehilangan putaran mesin
terlalu banyak, tahu seberapa jauh harus merebahkan
motor mereka, dan tahu lainnya. Yang tidak kalah
penting, mereka juga sangat mengenal mesin motor
mereka sendiri--tahu kemampuan motor mereka yang
standar itu.

Akhir kata, kecepatan puncak J-Max yang pernah di uji
adalah 130 km/jam, kondisi standar dengan pengendara
penguji berbobot badan 60 kg dan tinggi 165 cm. Untuk
apa anda membuat motor anda lebih cepat 20 km/jam--150
km/jam? Kemana anda mau bawa motor yang larinya 150
km/jam itu? Di Sudirman oke, Hayam Wuruk oke,
Pandjaitan oke. Di Warung Buncit bisa? Mulai dari
pertigaan SMA 60 sampai perempatan Republika. Hebat
betul jika bisa mencapa 150 km/jam di sana tanpa
kehilangan nyawa. Bagaimana dengan daerah Srengseng
Sawah? Moh. Kafi? Kukusan? dan jalanan lainnya yang
lintasan lurusnya pendek dan sedikit tapi tikungannya
banyak dan panjang.

Jalanan yang berkelak kelok selalu membunuh potensi
besar sebuah mesin motor namun memberi kesempatan
besar bagi seorang pengendara untuk menunjukan
ketrampilan berkendaranya. Jadi tidak cuma jagoan
lintasan lurus doang, begitu masuk tikungan lantas
keok.
Kembangkan dulu ketrampilan berkendara, baru bicara
menambah kecepatan motor.

Salam

Todo El Cocodrilo

NB: Kemengan Rossi di Assen adalah contoh baik
bagaimana seorang pengendara memadukan keterampilan
berkendara dan mesin motor yang sedang untuk
menundukan Ducati yang bertenaga besar. Assen lebih
banyak memiliki tikungan daripada lintasan lurus. Di
Assen, motor selalu berada dalam kondisi miring
sebanyak 90% dalam satu putaran. Tenaga besar Ducati
justru menjadi bumerang bagi pengendaranya. Lihat kan,
seperti apa pantat Stoner setiap kali berakselerasi
keras untuk keluar dari tikungan--bergoyang dan
bergetar kuat. 

Sadar akan kekurangannya, Stoner membiarkan Rossi
lewat karena dia hanya punya 2 pilihan--terus menahan
Rossi dan terjatuh, karena motor sulit dikendalikan
dan harus kehilangan angka, atau membiarkan Rossi
lewat dan berada di urutan kedua, tapi tetap mendapat
angka. Buktinya, sesudah Rossi lewat Stoner bisa
berkendara dengan santai, tanpa harus memaksa buka gas
besar-besar dan pantat tidak lagi bergetar dan
bergoyang. 
> 
> Trims MXRC yang ok!!
> _____ 
> 

__________________________________________________________
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated
for today's economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.
<http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow>
yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow 

 






Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin 
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.
        







Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
     using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin 
           accept no liability for any loss or damage arising
               from the use of this E-Mail or attachments.

Kirim email ke