tuh kan udah di jawab pake hak jawab bukan pake hak tinggi (high
heels).......
yg bisa gue simpulkan dari hak jawab itu adalah mereka ngakuin
kelayapan jam 2 pagi itu,
karena selaku tuan rumah jadi musti meservis tamu sebaik baiknya antara
lain menyediakan jalanan yg lancar dengan cara nyegat jalan orang,
kan bro arif itu bukan tamu mereka jadi boleh di halangin (kayak
presiden mo lewat aja...)
untuk suara klakson yg berisik dan perilaku zig zag itu salah satu cara
pengawalan mereka untuk menjunjung tinggi berkendara dengan tertib lalu
lintas
terakhir soal visi misi mereka memang pasti mulia, wong genk motor di
bandung aja meng klaim visi mereka mulia ko'
terusterang gue pribadi suka merinding jijik kl liat iring2an Moge
Sport Touring Jadi2an liwat sambil akrobat, ada yg ngankat tangan
sebelah lah, ada yg nurunin kaki sebelah lah, melambai2 mirip senam SKJ
lah...menurut mereka mungkin safety riding tapi ga mikirin pengendara
yg lain, belom lagi kl lg macet suara klakson nya langsung saut sautan
kayak ayam kagak makan, terus kl ada pertigaan ato perempatan yg maen
palangin seenaknya...gue juga ga tau alesannya apaan...inti dari semua
kelakuan kelub kayak gitu adalah KATRO!
semoga keprihatinan gue menjadikan bahan pemikiran dan perbaikan sikap
berkendara buat kita semua...terutama buat MXRC tercinta...VIVA MXRC!
maaf kl ada tulisan gue yg bikin mata pedes dan kuping panas.....gue
menulis ini untuk maksud baik, terimakasih
On Jan 15, 2008, at 11:27 AM, Sri Haryono wrote:
sudah ada jawabannya nih...
http://www.tiger-revo.com/hakjawab.html
Hak Jawab-Perihal Aksi Tiger-Revo Kepada Bro Afif Hardian Syah,
Kami dari DENYUT RC (De Nyu Tiger Revolution Cruiser) akan
menggunakan hak
jawab kami sebagai komunitas motor berdomisili di Jakarta. Dengan ini
kami
ingin mengklarifikasi kejadian yang mungkin menimpa bro yang
kebetulan lewat
di Jl. Raya Kalimalang.
Kami akui pada pukul 02.00 pagi rombongan kami sedang rolling tiger
dengan
bro-bro dari PGTC, dimana waktu itu bro-bro dari PGTC yang membawa
rombongan
kami (sabtu kmrn kami sowan ke PGTC) dan selesai kopdar kami diantar
pulang
(dikawal) sampai UKI CAWANG.
Dengan ini kami menjelaskan posisi kami sebagai tamu dari PGTC. Kami
memang
melewati Jl. Raya Kalimalang dan berhenti di UKI, karena disitu memang
rombongan bubar.
Kami ingin menyangkal beberapa hal tersebut diatas:
1. Tidak ada sangkut pautnya VISI MISI Mulia kami dengan keadaan yg
terjadi
diatas.
2. Keadaan terjadi diatas, bisa saja terjadi karena kami mengikuti
rombongan
(dan mungkin maaf membuat anda & pengguna jalan lain kaget dan terasa
dicelakai) disini kami ingin menegaskan bahwa kami tidak bermaksud
untuk
mencelakakan satu / semua pengguna jalan di indonesia khususnya di
jakarta.
Bahwa kami menjunjung tinggi berkendara dengan tertib dan taat lalu
lintas.
3. Pisah grup di UKI, bahwa kejadian kami berhenti di pinggir jalan
(bukan
di tengah jalan) dan disaat itu jalan raya sangatlah kosong dan jalan
UKI
merupakan jalan yang sangat besar untuk sebuah motor / kendaraan dapat
leluasa lewat / melewati rombongan kami di pinggir jalan.
4. Kami tidak setuju dengan adanya pencemaran nama baik Club yang
telah bro
lakukan tanpa adanya koordinasi dari bro kepada pihak kami terlebih
dahulu.
Bahwa dengan bro melihat website kami, dan melihat visi misi dan
organisasi
kami, dengan demikian bro bisa menghubungi kami terlebih dahulu maka
dengan
itu Kami menilai bro tidak punya niat baik untuk menyelesaikan
(kerugian)
yang mungkin/telah timbul dengan atau tidak oleh kami secara
kekeluargaan.
5. Kami mengundang bro Afif untuk hadir di Monas, Patung kuda
(seberang
Indosat) tiap malam minggu jam 21.30-selesai. Dan kami siap
menyelesaikan
masalah ini secara kekeluargaan.
6. Kami akan menindak siapapun anggota kami yang mencelakai pengguna
jalan
raya.
Demikianlah hak jawab kami semoga dapat digunakan sebaik-baiknya.
Salam,
DENYUT RC