Wow! This is awesome comments... 
You're right. Man has 2 alternatives: stay closed to
halal/haram or stay away from it.

But....Revise it, please.
{Tapi jangan suruh saudara-saudara sebangsa dan
setanah air utk mengganti pakaian mereka!}

It is a calling and a MUST to request one religious
teachings to Islam followers to put on, for example,
Moslem clothes. Not Arabic culture!!! It is Islam way.
Even, brandals, rascals, or criminals or people in
Indonesia callled 'PREMAN' are faithful and loyal to
Islam teachings way.

Thanks,
goentheknight

  
--- Pisang Tanduk <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:

> Tidak akan ada lagi Hari Kartini, dimana kita bisa
> berbangga dengan budaya bangsa ini,
> kita akan lihat anak2 kita pd setiap tgl 21 April
> berpakaian ala negeri Arab, krn ulah segelintir
> "teroris falsafah" yang duduk di DPR, yang akan
> mengganti budaya bangsa ini... budaya saya, budaya
> Anda, bahkan budaya nenek moyang mereka sendiri...
> Mereka WNIG, bukan WNI, G-nya adl gadungan! WN
> Indonesia memiliki arti mendalam, Indonesia punya
> banyak pakaian adat, dan mau mereka ganti seragam???
> Pesakitan!
> Kalo mereka mau pakai pakaian ala Arab, oh silakan..
> Tapi jangan suruh saudara-saudara sebangsa dan
> setanah air utk mengganti pakaian mereka!
>  
> Mereka para "teroris falsafah" merasa lebih suci,
> dari para Sunan Yang Terhormat yang telah terdahulu
> membawa nilai-nilai Islam ke dalam negara ini dimana
> pakaian adat saat itu bisa diterima dengan baik.
> Lalu kenapa baru dipermasalahkan sekarang? Apa para
> Sunan (maaf) plin-plan pilih2 dalam ajarannya?
> TIDAK! SEKALI LAGI TIDAK! Tapi kemunafikan telah
> meracuni pikiran mereka para "teroris falsafah"!
> Contoh kasus: ditemukannya VCD porno di salah satu
> kediaman tokoh Islam radikal baru2 ini, bisa saja
> akan terjadi ditemukannya brg serupa di kediaman
> mereka. Who knows?
>  
> Bila birahi datang maka seorang manusia punya 2
> alternatif solusi "lari", yaitu PERTAMA, Lari
> mendekat kalo memang mau disambut. Silakan!
> Halal/haram ditanggung sendiri di dunia & akhirat.
> Halal bila hubungan sex suami istri scr
> bertanggungjawab, sebab bny kawin cerai hny utk
> memutihkan kejahatan prostitusi.
> KEDUA, Lari menjauh kalo menolak/ tidak
> menginginkannya.
> Jadi jangan datang ke kolam renang trus umpat-umpat
> itu pengunjung donk! Pesakitan!
>  
> Letak kemunafikan sering terjadi. Berdiri di area
> abu2, sering  dipakai utk menyelamatkan diri ketika
> birahi datang. Apalagi mereka yang jadi sorotan
> orang banyak. Ingat kata film Spiderman I, makin
> kuat/tinggi kedudukan seseorang, maka akan dituntut
> lbh bny tanggungjawab.
>  
> Diluar itu semua, ada tanggungjawab utk melindungi
> anak-anak kita, caranya adl pengaturan media-media
> Adult Sex Content, saya menyebutnya demikian sebab
> Adult Sex Content baru akan menjadi Pornografi
> ketika orang yang mengkonsumsinya mengambil
> keputusan prostitusi atas BIRAHI-nya!
> Jadi muka sendiri jelek jangan cermin dibelah donk!
> Apalagi cermin orang!
> DASAR PESAKITAN!!!!
> 
> 
> --- On Wed, 9/17/08, johnson gagah
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: johnson gagah <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [nonamanis] Sungguh Memualkan ...
> KURANG WARAS
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, September 17, 2008, 4:51 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Hmmmhhhh.... Berarti Indonesia mungkin SATU2 NYA
> negara di dunia ini, yang menganggap pakaian
> tradisionalnya ( baju adat jawa, bali, dsb ),
> sebagai sesuatu yang pantas "disikapi secara hati2"
> ya ?!
> Makanya, mbok ya gaji bapak2 klimis di DPR itu gak
> usah gede2 lahh.... Supaya mereka tidak merasa
> bersalah jika dianggap "gak kerja".
> Sekarang ini kelihatannya ada kecenderungan para
> pejabat itu "hantam kromo", supaya dilihat publik
> bahwa mereka itu sudah "bekerja"
> Sehingga, contohnya, ya seperti para anggota pansus
> RUU Porno itu. Mereka berpikir , bahwa publik akan
> menilai mereka "bekerja" kalau ada produk yang
> dihasilkan, yaitu UU Porno.
> Padahal, selain menghasilkan produk berupa UU, DPR
> juga punya fungsi lain , yaitu pengawasan. Masih
> sangat, amat2 banyak, hal2 di negeri ini yang tidak
> terawasi oleh mereka. 
> 
> Salam ,
> 
> --- On Tue, 9/16/08, Uda Faisal <[EMAIL PROTECTED]
> com> wrote:
> 
> From: Uda Faisal <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: [nonamanis] Sungguh Memualkan ...
> KURANG WARAS
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Tuesday, September 16, 2008, 2:05 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Gw jadi ingat ketika ketua pansus RUU ini yg bernama
> Balkan .... , pernah di interview di televisi.
> 
> Dia bilang, "Jika tidak ada RUU ini maka orang2
> nanti akan berpakaian renang di Monas...."
> ????!!!!!!!! !!!  Pernyataan yang sangat ngawur dan
> tidak rasional.
> 
> Hanya ada 2 kemungkinan :
> 
> 1. Jikalau ada orang yang berpakaian renang di
> monas, atau jalan2 di mall atau ke pergi kantor
> dengan mengenakan baju renang, mungkin orang
> tersebut kurang waras.
> 
> 2. Sejak kapan kolam renang atau pantai pindah ke
> monas....??? ?!!!!!! Oleh sebab itu orang yang
> membuat pernyataan ngawur : bahwa "jika RUU ini
> tidak ada maka orang2 nanti akan berpakaian renang
> di Monas", sepertinya orang yang memberikan
> pernyataan tersebut kurang waras.
> 
> 
> ------------ ---------
> 
> 
> 
> --- On Mon, 9/15/08, Jeffry Gunawan <jeffry.gunawan@
> yahoo.com. sg> wrote:
> 
> From: Jeffry Gunawan <jeffry.gunawan@ yahoo.com. sg>
> Subject: Re: [nonamanis] Sungguh Memualkan
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Monday, September 15, 2008, 1:44 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> walah walah jangankan pake swimsuit, baju adat yg
> tembus pandang kayak baju bodo org bugis, baju adat
> org bali, baju adat jawa, pokoknya yg tembus pandang
> dianggap porno, yg buat undang undang ini orang
> sinting semua
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: imam <[EMAIL PROTECTED] com>
> To: jurnalperempuan@ yahoogroups. com;
> [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Cc: [EMAIL PROTECTED] com; hudanhidayat@ yahoo.com
> Sent: Monday, 15 September 2008 13:54:55
> Subject: [nonamanis] Sungguh Memualkan
> 
> 
> 
> 
> Di sebuah koran gurem, saya membaca  RUU Pornografi
> akan segera ditandatangani. Di TVOne saya membaca
> budayawan Bali kembali menolak RUU 'porno' ini..
> Saya pikir, penolakan itu wajar. Saya yakin,
> mayoritas publik menyetujui adanya Porn Act, supaya
> tidak ada kerancuan tentang definisi porno. Supaya
> tidak ada lagi perempuan yang membawa nama negara
> berlaga di ajang bergengsi dunia malah dihujat
> kelompok anarkis. Supaya tidak ada lagi model yang
> berfoto secara profesional di majalah dewasa malah
> dituding porno. Tapi bukan dengan RUU 'porno' yang
> isinya amburadul begini.
> 
> Seorang rekan dari milis tetangga menyebut DPR saat
> ini sudah tidak punya kredibilitas untuk bicara soal
> 'moralitas', bicara soal 'mengatur moral rakyat dari
> pornografi'. Toh muka DPR sendiri sudah coreng
> moreng dengan beragam skandal, dari skandal korupsi
> hingga skandal seks. Eloknya, pembahasan RUU
> Pornografi ditunda hingga terpilihnya DPR baru nanti
> dengan harapan publik akan mendapat RUU Pornografi
> yang lebih cerdas.
> 
> Pornografi berasal dari bahasa Yunani yang secara
> garis besar berarti gambar yang merefleksikan
> pelacuran. Mengingat arti dasarnya itu, di
> negara-negara maju gambar bugil seorang model sama
> sekali tidak dimasukkan dalam konten pornografi
> melainkan 
=== message truncated ===



      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar.yahoo.com

Kirim email ke