source: http://daus.trala.la/?p=247
Insiden film porno di TB (ak.'sa.ra)

UPDATE:
Pihak WWF melalui Direktur Eksekutif Mubariq Ahmad sudah membuat
permohonan maaf dan penjelasan tentang perisiwa tersebut. Bisa dilihat
di sini.. Sayangnya, ini tidak dipasang di situs resmi mereka.

--------------------------
ARTIKEL ini sedianya dimuat di surat pembaca Majalah Femina. Pak Edi,
sang pengirim, setelah saya telepon (dari nomor di bagian akhir surat)
membenarkan telah mengirim surat ini, namun belum dimuat. Menurut
penuturan Pak Edi, dia juga heran kenapa redaksi Femina malah
menyebarkan suratnya ke publik internet sebelum dipasang di rubrik surat
pembaca.

Well, di luar masalah itu, ini pelajaran bagi siapapun yang hendak
melakukan presentasi; persiapan, persiapan, persiapan. Dan, ini juga
amat penting: jangan andalkan laptop orang lain. Jika hendak melakukan
presentasi di suatu tempat, bawa laptop sendiri. Lembaga sekelas WWF
mestinya sadar soal ini.

Saya adalah orang tua dari dua orang anak, masing-masing duduk di TK B
(5th) dan kelas 2 (7th) di sebuah sekolah TK&SD di Kemang, Jakarta
Selatan. Sebagai bagian dari eks-kul, pada tgl 29 April 2007 kedua anak
saya tersebut memperoleh undangan dari sekolahnya untuk mengikuti
workshop lingkungan hidup yang diselenggarakan TB Aksara bekerjasama
dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia , judulnya WWF-Aksara Goes
Green, maksudnya kampanye penyadaran mengenai pemanasan bumi (global
warming) guna menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan hidup, serta
memeliharanya sebagai sesuatu yang harus Kita pelihara demi semua yang
tinggal didalamnya. Dituliskan di surat undangan bahwa kegiatan akan
berupa bercerita, permainan, berdiskusi dan membuat prakarya green
project, dan untuk kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali.

Sebagai orang tua kami memang sangat senang bahwa Ada kegiatan positif
semacam ini, paling tidak kami berpikir hal ini akan sangat berguna bagi
masa depan anak-anak kami serta bumi Kita di masa depan. Kedua anak kami
pun tampak begitu bersemangat untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut,
bahkan beberapa Hari sebelumnya mereka sudah mengumpulkan daun-daun
kering sebagai materi prakarya.
Saat Hari H, kami sekeluarga lengkap pergi ke acara tersebut dengan
harapan selain memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan positif bagi
keluarga kami. Tetapi justru di sini awal bencana terjadi. Dari awal
terlihat ketidaksiapan kerja panitia, acara mulur, komputer serta
LCD/layar lebar tidak berfungsi Dan lain-lain. Sehingga di tengah acara
saat pergantian VCD penyuluhan, dimana terdapat beberapa orang dari WWF
lengkap dengan seragam, petugas TB Aksara melakukan kesalahan fatal yang
sangat tidak perlu terjadi apabila telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu
: memutar video porno rated XXX (maaf tidak dapat kami ceritakan di
sini) yang filenya kebetulan berada di dalam komputer dan salah klik
oleh petugas.

Selama puluhan detik adegan tersebut ditayangkan pada layar lebar dan
lengkap disaksikan oleh guru-guru, petugas WWF Dan TB Aksara juga
tentunya. Puluhan siswa TK serta SD beserta orangtua masing-masing
sampai (maaf) adegan pemeran film ejakulasi. Coba bayangkan.
Kepanikan terjadi, wajah-wajah pucat pun terlihat, Ada beberapa anak
yang menjerit, tapi Ada pula yang bertepuktangan, dan untuk beberapa
saat acara sempat terhenti. Banyak dari kami termasuk petugas (seperti
telah diterka) yang terkesima dan tak berbuat sesuatu, sampai salah
seorang petugas mencoba mematikan komputer tersebut (bila anda mengerti
cara kerja kompter, pasti paham bahwa komputer memerlukan beberapa detik
untuk off, alias tidak langsung mati)

Setelah kejadian tersebut, memang baik video WWF maupun video porno
tidak tayang sama sekali. Setelah saling menyalahkan antara pihak WWF
Dan TB Aksara, salah seorang staf TB Aksara mengumpulkan para orangtua
murid seraya meminta maaf dan menyampaikan bahwa hal ini terjadi karena
"kecelakaan" tanpa didampingi oleh pihak WWF (karena menurut mereka,
laptop milik salah satu staf TB Aksara serta yang mengundang adalah TB
Aksara).

Sampai di sini, kami memang sangat menyesalkan kejadian tersebut, Dan
tinggal pertanyaan dari kami sebagai salah satu orangtua murid yang
hadir. WWF sebagai sebuah organisasi dunia professional yang setiap saat
tanpa henti melakukan penyuluhan dan presentasi, apakah tidak pernah
melakukan persiapan secara matang seperti layaknya apabila hendak
melakukan sebuah presentasi? Misal: peralatan yang compatible (bukan
alasan yang masuk akal bila hal ini dinyatakan sebagai sebuah kecelakaan
seperti kata mereka, karena komputer yang Ada tidak compatible dengan
DVD kata petugas sehingga harus mencari pinjaman laptop dari orang lain)
padahal menurut kami ini lebih pada kelalaian petugas (atau malah faktor
kesengajaan) ?

Apakah mereka menganggap hal ini sepele, sehingga jawaban dari petugas
(yang cukup membuat kami terkejut) yaitu tidak perlu dibahas dengan
anak-anak, mari Kita berharap bahwa anak-anak tersebut tidak akan
menyimpan dalam memori otak masing-masing tentang hal yang telah mereka
lihat pada tayangan di layar lebar tersebut? Coba bayangkan apabila para
petugas tersebut berada pada posisi kami, yaitu memiliki anak di bawah
umur (5 Dan 7 tahun) yang kedapatan menonton film porno, apa kira-kira
reaksi anda?

Presentasi penyuluhan yang disampaikan bagi siswa-siswi SD yang
menggunakan bahasa Inggris secara penuh tanpa sepatah katapun bahasa
Indonesia lengkap dengan istilah-istilah ilmiah, yang membuat banyak
siswa tidak mendengarkan sama sekali Dan mengerjakan hal lain karena
mungkin menurut penceramah "lebih gaya " (padahal mereka orang asli
Indonesia , menurut tebakan saya), serta tidak perlu memperhatikan yang
tidak gaya karena tidak dapat berbahasa Inggris?

Saat kami pancing anak kami menceritakan pendapat tentang acara WWF Dan
TB Aksara, anak kami yang kecil cuma berkomentar bahwa Ada seorang
perempuan tanpa busana yang (maaf) mukanya penuh ingus.

Bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak kami? Bagaimana mengatasi
hal ini baik dari sisi pendidikan, psikologi, hukum, dll ?
Mohon kiranya bantuan serta perhatian dari yang berwenang : WWF, TB
Aksara, para pakar pendidikan, pakar psikolog anak, pihak
berwajib/kepolisian , hukum para orangtua Dan yang berkepentingan
bagaimanakah hal ini bisa dihindari Dan menanggulangi bersama?
World Wildlife bukan berarti hidup liar Dan pergaulan bebas kan? Global
warming tidak sama dengan film Bumi makin panas kan ?

D. Editjahyono
Alamat : Jalan Mesjid Bendungan 12 rt02/07
Cawang - Kramat jati, Jakarta 13630
Telp (HP) : 0816-828***

Reply via email to