basb...

euh, ini berita baru nyampe sumenep ya?

On 5/10/07, peter <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> source: http://daus.trala.la/?p=247
> Insiden film porno di TB (ak.'sa.ra)
>
> UPDATE:
> Pihak WWF melalui Direktur Eksekutif Mubariq Ahmad sudah membuat
> permohonan maaf dan penjelasan tentang perisiwa tersebut. Bisa dilihat
> di sini.. Sayangnya, ini tidak dipasang di situs resmi mereka.
>
> --------------------------
> ARTIKEL ini sedianya dimuat di surat pembaca Majalah Femina. Pak Edi,
> sang pengirim, setelah saya telepon (dari nomor di bagian akhir surat)
> membenarkan telah mengirim surat ini, namun belum dimuat. Menurut
> penuturan Pak Edi, dia juga heran kenapa redaksi Femina malah
> menyebarkan suratnya ke publik internet sebelum dipasang di rubrik surat
> pembaca.
>
> Well, di luar masalah itu, ini pelajaran bagi siapapun yang hendak
> melakukan presentasi; persiapan, persiapan, persiapan. Dan, ini juga
> amat penting: jangan andalkan laptop orang lain. Jika hendak melakukan
> presentasi di suatu tempat, bawa laptop sendiri. Lembaga sekelas WWF
> mestinya sadar soal ini.
>
> Saya adalah orang tua dari dua orang anak, masing-masing duduk di TK B
> (5th) dan kelas 2 (7th) di sebuah sekolah TK&SD di Kemang, Jakarta
> Selatan. Sebagai bagian dari eks-kul, pada tgl 29 April 2007 kedua anak
> saya tersebut memperoleh undangan dari sekolahnya untuk mengikuti
> workshop lingkungan hidup yang diselenggarakan TB Aksara bekerjasama
> dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia , judulnya WWF-Aksara Goes
> Green, maksudnya kampanye penyadaran mengenai pemanasan bumi (global
> warming) guna menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan hidup, serta
> memeliharanya sebagai sesuatu yang harus Kita pelihara demi semua yang
> tinggal didalamnya. Dituliskan di surat undangan bahwa kegiatan akan
> berupa bercerita, permainan, berdiskusi dan membuat prakarya green
> project, dan untuk kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali.
>
> Sebagai orang tua kami memang sangat senang bahwa Ada kegiatan positif
> semacam ini, paling tidak kami berpikir hal ini akan sangat berguna bagi
> masa depan anak-anak kami serta bumi Kita di masa depan. Kedua anak kami
> pun tampak begitu bersemangat untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut,
> bahkan beberapa Hari sebelumnya mereka sudah mengumpulkan daun-daun
> kering sebagai materi prakarya.
> Saat Hari H, kami sekeluarga lengkap pergi ke acara tersebut dengan
> harapan selain memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan positif bagi
> keluarga kami. Tetapi justru di sini awal bencana terjadi. Dari awal
> terlihat ketidaksiapan kerja panitia, acara mulur, komputer serta
> LCD/layar lebar tidak berfungsi Dan lain-lain. Sehingga di tengah acara
> saat pergantian VCD penyuluhan, dimana terdapat beberapa orang dari WWF
> lengkap dengan seragam, petugas TB Aksara melakukan kesalahan fatal yang
> sangat tidak perlu terjadi apabila telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu
> : memutar video porno rated XXX (maaf tidak dapat kami ceritakan di
> sini) yang filenya kebetulan berada di dalam komputer dan salah klik
> oleh petugas.
>
> Selama puluhan detik adegan tersebut ditayangkan pada layar lebar dan
> lengkap disaksikan oleh guru-guru, petugas WWF Dan TB Aksara juga
> tentunya. Puluhan siswa TK serta SD beserta orangtua masing-masing
> sampai (maaf) adegan pemeran film ejakulasi. Coba bayangkan.
> Kepanikan terjadi, wajah-wajah pucat pun terlihat, Ada beberapa anak
> yang menjerit, tapi Ada pula yang bertepuktangan, dan untuk beberapa
> saat acara sempat terhenti. Banyak dari kami termasuk petugas (seperti
> telah diterka) yang terkesima dan tak berbuat sesuatu, sampai salah
> seorang petugas mencoba mematikan komputer tersebut (bila anda mengerti
> cara kerja kompter, pasti paham bahwa komputer memerlukan beberapa detik
> untuk off, alias tidak langsung mati)
>
> Setelah kejadian tersebut, memang baik video WWF maupun video porno
> tidak tayang sama sekali. Setelah saling menyalahkan antara pihak WWF
> Dan TB Aksara, salah seorang staf TB Aksara mengumpulkan para orangtua
> murid seraya meminta maaf dan menyampaikan bahwa hal ini terjadi karena
> "kecelakaan" tanpa didampingi oleh pihak WWF (karena menurut mereka,
> laptop milik salah satu staf TB Aksara serta yang mengundang adalah TB
> Aksara).
>
> Sampai di sini, kami memang sangat menyesalkan kejadian tersebut, Dan
> tinggal pertanyaan dari kami sebagai salah satu orangtua murid yang
> hadir. WWF sebagai sebuah organisasi dunia professional yang setiap saat
> tanpa henti melakukan penyuluhan dan presentasi, apakah tidak pernah
> melakukan persiapan secara matang seperti layaknya apabila hendak
> melakukan sebuah presentasi? Misal: peralatan yang compatible (bukan
> alasan yang masuk akal bila hal ini dinyatakan sebagai sebuah kecelakaan
> seperti kata mereka, karena komputer yang Ada tidak compatible dengan
> DVD kata petugas sehingga harus mencari pinjaman laptop dari orang lain)
> padahal menurut kami ini lebih pada kelalaian petugas (atau malah faktor
> kesengajaan) ?
>
> Apakah mereka menganggap hal ini sepele, sehingga jawaban dari petugas
> (yang cukup membuat kami terkejut) yaitu tidak perlu dibahas dengan
> anak-anak, mari Kita berharap bahwa anak-anak tersebut tidak akan
> menyimpan dalam memori otak masing-masing tentang hal yang telah mereka
> lihat pada tayangan di layar lebar tersebut? Coba bayangkan apabila para
> petugas tersebut berada pada posisi kami, yaitu memiliki anak di bawah
> umur (5 Dan 7 tahun) yang kedapatan menonton film porno, apa kira-kira
> reaksi anda?
>
> Presentasi penyuluhan yang disampaikan bagi siswa-siswi SD yang
> menggunakan bahasa Inggris secara penuh tanpa sepatah katapun bahasa
> Indonesia lengkap dengan istilah-istilah ilmiah, yang membuat banyak
> siswa tidak mendengarkan sama sekali Dan mengerjakan hal lain karena
> mungkin menurut penceramah "lebih gaya " (padahal mereka orang asli
> Indonesia , menurut tebakan saya), serta tidak perlu memperhatikan yang
> tidak gaya karena tidak dapat berbahasa Inggris?
>
> Saat kami pancing anak kami menceritakan pendapat tentang acara WWF Dan
> TB Aksara, anak kami yang kecil cuma berkomentar bahwa Ada seorang
> perempuan tanpa busana yang (maaf) mukanya penuh ingus.
>
> Bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak kami? Bagaimana mengatasi
> hal ini baik dari sisi pendidikan, psikologi, hukum, dll ?
> Mohon kiranya bantuan serta perhatian dari yang berwenang : WWF, TB
> Aksara, para pakar pendidikan, pakar psikolog anak, pihak
> berwajib/kepolisian , hukum para orangtua Dan yang berkepentingan
> bagaimanakah hal ini bisa dihindari Dan menanggulangi bersama?
> World Wildlife bukan berarti hidup liar Dan pergaulan bebas kan? Global
> warming tidak sama dengan film Bumi makin panas kan ?
>
> D. Editjahyono
> Alamat : Jalan Mesjid Bendungan 12 rt02/07
> Cawang - Kramat jati, Jakarta 13630
> Telp (HP) : 0816-828***
>
>
>
> --
> [OOT]http://nusagames.blogspot.com/
> it's a new way of life!..
> SPAMMERS WELCOME!!
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


-- 
things left unsaid, http://ryosaeba.wordpress.com
maxgain scams, http://maxgain.wordpress.com

Reply via email to