Nice posting!. Tadi siang saya sempat berbicang-bincang dengan teknisi yang sambil kerja dia mengutarakan kerisauan dia sebagai orang kecil tentang situasi saat ini yang sangat memprihatinkan. Secara kebetulan juga dia sempat menyampaikan kerinduan dia akan seorang "Kwik" yang dulu selalu bersuara tegas dan memperjuangkan apa pun demi kemajuan Bangsa ini.
Dia berharap semoga bisa muncul "Kwik-kwik" lain yang secara tegas dan konsisten mau mendedikasikan kemampuannya dan memperjuangkan sesuatu demi perbaikan nyata nasib rakyat kebanyakan. ________________________________ From: Mata Dewa Ipat Kalipatullah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, November 8, 2009 9:40:16 PM Subject: [ob] Harga Rupiah, Harga minyak, BBM dan Om Kwik This post originally posted at: http://trend- traders.com/ 2009/11/harga- rupiah-harga- minyak-bbm- dan-om-kwik/ Obrolan malam minggu dengan Pak Chandra tentang seorang ekonom Negara kita “Kwik Kian Gie”, cukup menggelitik saya. Bertahun-tahun lalu semasa reformasi berkibar nama ini sempat muncul dan berkibar, tapi belakangan ini nama ini seolah-olahhilang dimakan buaya. Saya mencoba browsing dan mencari naskah-naskah lama tentang “Beliau” ini. Pandangan-pandangan Om Kwik tentang perekonomian ternyata cukup menggelitik untung direnungkan. Berikut beberapa hal yang saya tangkap dari celoteh-celoteh Beliau tentang Ekonomi, Valas, dan harga BBM. Terima kasih sebesar-besarnya saya haturkan untuk Om Kwik atas celotehnya . Tentang harga Valas Saya baru tahu belakangan ternyata seorang tokoh seperti Om Kwik juga mengikuti dinamika pergerakan harga Valas atau FOREX, bahkan sudah melakukan penelitian-peneliti an “nyleneh” seputar pergerakan harga FOREX tersebut terutama kaitannya dengan mata uang Negara Indonesia ini “Rupiah”. Selama ini kita hanya manut saja ketika disuguhkan dengan harga FOREX yang berkedip berlulang kali di depan monitor kita, tidak pernah bertanya, sebenarnya bagaimana sih mekanisma terbentuknya harga yang berkedip-kedip seperti kunang-kunang itu! Lha wong kunang-kunang mau berkedip-kedip pasti ada sumbernya, dan para ilmuwan sampai bersusah-payah menangkap kunang-kunang di kebon untuk diteliti darimana sumber kedipan kunang-kunang itu. Saya juga sama juga sih, seperti kebanyakan orang-orang kalau ditanya oleh teman seputar pergerakan harga FOREX. FOREX satu-satunya “Financial Market” yang nggak ada bursanya! Karena tidak ada bursanya, maka kita sebenarnya patut bertanya sebenarnya yang membuat harga FOREX itu jadi berkedip-kedip siapa tho? Jawaban paling singkat, lugas dan padat, check aja di Reuters atau Bloomberg, itu yang biasanya jadi patokan pergerakan harga FOREX. Atau kalau melalui dijelaskan bisa melalui contoh export-import dan yang pasti bisa memakan waktu berjam-jam untuk menjelaskan sampai audience nya terkantuk-kantuk. Apakah hanya faktor itu saja? Oooooh yang pasti nggak donk! Masih ada lagi supply dan demand (kalo kata seorang Profesor di bidang Ekonomi), ada faktor Politiik, keamanan, social, budaya (kata seorang politikus), dan yang paling penting perilaku manusia yang ada di dalam market (kata seorang psikolog). Wuiiiiihhhhh banyak amat faktor-faktornya. Kalau dijelaskan bisa habis kopi 10 cangkir baru selesai. Pada akhirnya kita akan menyerah dan tidak pernah mempertanyakan, apalgi meragukan,masalah fluktuasi dan kedip-kedipan di FOREX , dan yang lebih penting lagi adalah bahwa sebenarnya adalah sangat tidak penting mempersalahkan kedi-kedipan dan masalah fluktuasi mata uang asing terhadap Rupiah. Saya tidak ada jelaskan disini bagaimana pembentukan harga di FOREX market, karena Jawaban yang disodorkan Om Kwik bagi saya cukup untuk memperpendek penjelasan saya nantinya. Pencarian Om Kwik tentang berdasar kriteria siapa dan apa keputusan naik turunnya nilai Valuta Asing diambil? Pertanyaan itu sebenarnya sudah bisa saya jawab ketika sayamengobrol dengan salah seorang Treasury Manager salah satu Bank Terkemuka lewat Reuters Messenger. Dan semakin jelas lagi ketika request untuk bisa langsung mengakses Reuters Terminal dikabulkan. Kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri rasa-rasanya nggak percaya dengan yang saya saksikan. Waktu itu reference price di Reuters menunjukkan harga USD/IDR 10200, saya check ke harga di “market” interbank harganya ada di 10250. Setelah membaca tulisan Om Kwik akhirnya bisa keluar juga jawaban untuk menjelaskan fenomena tersebut . Kata Om Kwik “kita semuanya sepenuhnya sadar, bahwa yang membuat dan mengumumkan keputusan mengenai nilai Valas ke seluruh dunia adalah Kantor Berita Reuters, atau Kantor Berita Bloomberg, dan kriteria keputusan diambil dari himpunan data-data jual-beli valas beberapa Bank multinasional yang terbatas dipilah dan dipilih oleh Reuters atau Bloomberg sendiri”. Nah pada akhirnya output dan harga yang terpampang ini yang dipakai oleh Broker, commission house, bank, atau money changer untuk ditawarkan kepada “client-client”. Semua keputusan menjadi hak prerogative (kayak DPR) dan monopoli dari Kedua kantor berita tersebut, yang tidak bisa dipertanyakan, dikontrol apalagi diganggu gugat kebenarannya. Dan yang membuatmenjadi semakin mendebarkan adalah kita mutlak total seratus persen tunduk, pasrah kepada keputusan kantor berita asing yang tak peduli dengan apa yang terjadi di Negara Indonesia tercinta ini. Begitu harga itu berkedip di monitor kita hanya manut dan percaya saja dengan hal tersebut. Kisah selanjutnya silahkan direnungkan sendiri. Beberapa teman yang membaca tulisan saya ini sebelum saya publish memiliki beraneka macam komentar: -Iya yah koq bisa yah kita hanya manggut-manggut saja? -Ah itu khan sebenarnya “mekanisme pasar” gak usah dibahas-bahas lah terlalu rumit untuk dibeberkan ke masyarakat umum, masyarakat umum gak perlu tahu detail dengan permasalahan pembentukan harga ini! -Akhirnya ente paham juga dengan maksud ane tempo hari (SMS dari seorang mantan Treasury di Bank) -Bingung bang baca artikelnya, sampe kepala muter-muter gak karuan. -Etc Yah namanya manusia, ada seribu orang yang baca pasti ada seribu komentar, ada yang pro, ada yang kontra, ada yang idem, ada yang agak setuju, ada yang gak setuju. Kalo menurut saya itulah “mekanisme pasar, biarkan pasar yang membangun opininya sendiri”. Analisa dan tulisan ini hanya sekelumit, bisa dibaca sambil minum segelas kopi dingin dari Starbucks. Tentang harga BBM dan harga minyak dunia Pertanyaan beberapa rekan perihal harga minyak dunia, BBM dan kaitannya dengan kondisi di Bursa Saham dan perekonomian di Indonesia, akhirnya terjawab juga setelah membaca tulisan Om Kwik. Dulu saya berpikir, harga BBM di Indonesia bisa naik karena pemerinta tidak melakukan “hedging”, sehingga ketika harga minyak dunia naik, maka sewajarnya subsidi yang diberikan pemerintah tidak bisa mengcover kelebihan akibat kenaikan harga minyak dunia tersebut, oleh sebab itu harga BBM ikut naik. Om Kwik saat itu sampai saat ini selalu sengit mengoreksi pernyataan Pemerinta RI tentang menaikkan harga BBM adalah akibat terlalu berat terus-menerus memberikan subsidi terhadap harga jual BBM di dalam negeri, terlebih diikuti kenaikan harga minyak dunia yang selangit. Om Kwik berani memberikan penjelasan yang menurut saya cukup fantastic………ruaaaarrrrbiasa……….. “Sebenarnya secara factual tidak ada yang dirugikan karena sebenarnya subsidi itu secara factual tidak pernah diberikan. “Subsidi” yang mengakibatkan “kerugian” itu adalah sekedar perhitungan terhadap andaikata BBM dijual di pasar luar negeri dengan harga yang berlaku di luar negeri. Harga BBM di pasar luar negeri memang lebih ti8nggi disbanding dengan harga jual BBM yang sedang berlaku di dalam negeri. Perbedaan nilai harga BBM antara yang andaikata dijual di luar negeri dan di dalam negeri itulah yang dianggap sebagai “kerugian” oleh pemerinta. Istilah yang paling pas adalah “keuntungan” yang tidak jadi diterima sebab tidak jadi dijual”. Cukup logis dan bisa menjawab sebagian dari pertanyaan-pertanya an yang bergelayut di hati saya. Sayang saat ini baru sempat membaca tulisan-tulisan Om Kwik saja, tidak sempat berdiskusi langsung dengan Om Kwik sendiri. Akhirul kata saya mohon maaf jika ada kata-kata saya dalam artikel saya ini, semoga bisa menjadi bacaan sebelum tidur, dan yang paling penting jika ada celoteh-celoteh Saya yang kurang pantas, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Tabik sujud saya untuk yang berkenan membaca artikel saya ini. Kind Regards, Aditya www.trend-traders. com Disclaimer: Tabik sujud di kaki Anda semua dan mohon maaf jika ada hal yang belum sempurna The materialspresented on this website are solely for informational purposes and arenot intended as investment or trading advice.

